sebuah usaha yang ingin dikembangkan dengan pola waralaba itu harus betul-betul mempunyai proven track record. Dan itu (proven) menjadi syarat sebelum usaha tersebut diwaralabakan, selain harus memiliki keunikan (differensiasi) dan memiliki prototype agar bisa direplikasi di tempat lain.
#franchising
Kunci utamanya adalah harus kooperatif dan masing-masing pihak punya kemauan keras untuk membangun bisnis secara lebih baik, dalam rangka memenuhi harapan pelanggan end user. Karena bagaimanapun, tujuan akhir dari konsep ini adalah menciptakan bisnis yang sustainable dan mampu memberikan profit secara terus menerus, dimana pelanggan akhir terus mengalami kepuasan.
faktor kepuasan di dalam bisnis franchise harus dimulai dari kesadaran franchisor-franchisee sebagai sebuah tim yang saling melengkapi. Seorang franchisee harus menyadari kesuksesannya karena ada franchisornya. Sebaliknya juga begitu.
apapun upaya yang dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat pertumbuhan jumlah gerai, haruslah berujung pada peningkatan jumlah gerai yang sukses. Pasalnya, upaya memperbanyak jumlah gerai yang tidak disertai dengan upaya peningkatan kondisi internal yang mendorong sukses gerai yang telah ada, hanyalah pekerjaan yang tidak efektif dan sia-sia.
Keputusan calon franchisee untuk membeli sebuah bisnis franchise di pameran sangat ditentukan oleh paket - paket franchise yang ditawarkan oleh franchisor. Oleh sebab itu yang harus lebih diperhatikan oleh franchisor adalah efektivitas dan efisiensi dalam mempresentasikan atau menawarkan paket - paket franchise di dalam sebuah pameran.
bila Anda ingin berbisnis waralaba, jangan asal sekedar memilih yang saat ini laku atau asal ikut-ikutan, ataupun asal tergiur dengan promosi dan penampilan yang eye-catching (memikat mata). Teliti sebelum memulai dan tekunlah setelah melangkah.
Dalam perjanjian lisensi, pihak Pemberi Lisensi (licensor) dan pihak Penerima Lisensi (licensee) masing-masing memiliki kepentingan dan tujuan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Kepentingan inilah yang seringkali menimbulkan perselisihan diantara keduanya. Padahal apabila kedua belah pihak dapat menjalin suatu kerjasama yang harmonis dan sinergis sehingga keuntungan yang maksimal akan dapat diperoleh.
Sesungguhnya untuk bisa franchise sejatinya tidak sembarang. Harus dilakukan pengkajian terlebih dahulu apakah usaha tersebut sudah layak franchise atau belum. Pengkajian ini sering disebut dengan istilah franchisebility.
Jadi kalau Anda sedang galau karena terasa masih ada tantangan besar ‘puncak gunung’, maka jangan ‘kalah dengan perasaan sendiri’. Tataplah puncak gunung keberhasilan, bersiaplah mencapai puncak kesuksesan, teruslah ‘looking-up’ melangkah ke atas.
Bila anda menawarkan peluang waralaba atau BO, seyogyanya nilai penjualan yang diasumsikan dalam lampiran proyeksi keuangan anda sudah pernah anda raih. Pembuktian bahwa angka tersebut bukan target yang fiktif sangatlah penting.
Permasalahan utama bukan pada kejenuhan pasar hingga menyebabkan omzet menurun atau pelanggan lari, tapi sejauh mana para franchise, khususnya sang franchisor mengoptimalkan dua kekuatan besar tersebut, yaitu branding dan sistim bisnis.
Sebelum membeli calon franchisee harus mengamati antara lain, uniqueness product, the future of the industry, marketing support, operational support, audit/monitoring, transparency, fair agreement, reasonable franchise package/franchise fee, dsb) dan bandingkan dengan personality (minat, hobi, motivasi) dan capability (knowledge, skill, experience, financial) si franchisee.