franchisor yang baik umumnya sudah bekerja secara profesional. Ciri-cirinya antara lain pertama, memiliki Hak secara hukum untuk menggunakan Merek Dagang yang digunakan untuk bisnis Franchise nya. Sebaliknya, ciri-ciri franchisor yang buruk ialah franchisor yang tidak membantu Franchisee-nya, terutama dalam beberapa hal berikut: Pertama, tidak transparan dan terbuka kepada calon Franchisee
Franchising
Pengelolaan keuanguan setidaknya harus disesuaikan dengan aktivitas perusahaan. Dalam pengelolaan keuangan perusahaan harus memperhatikan 3 hal aktivitas utama, yaitu Pengelolaan Cash Flow Investasi, Pengelolaan Cash Flow Operational dan Pengelolaan Cash Flow Financing
Menurut Greg Nathan, Pakar Hubungan Franchise dari Franchise Relationships Institute Australia, hubungan harmonis yang menguntungkan menjadi modal utama kelanggengan berbisnis franchise
Hingga tahun 1990, Indonesia masih belum memiliki bisnis franchise lokal. Bisnis franchise lokal baru mulai setelah berdirinya Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) pada 1991.
Anda sudah melayani kebutuhan orang lain. Katakan anda sudah membantu seseorang. Bukan berarti itu bisnis. Sering itu gratis. Atau proyek thank you. Mengapa demikian? Karena anda tidak pada position dominan. Entah orang lain mau kaya atau tidak. Meminta bantuan anda bukan berarti itu bisnis. Ketika anda tidak memiliki power maka […]
Bisnis itu adalah bibit. Bukan pohon. Bisnis bukan data. Bukan operation. Bukan system. Bukan survey. Bisnis itu Trust
Waralaba dikenal sebagai bisnis yang (seharusnya) sudah teruji. Keterujian ini mencakup beberapa hal, yaitu produknya, potensi pasarnya, mereknya, strategi pemasarannya, sistem pengelolaannya, atau secara umum kita sebut format atau sistem bisnisnya. Faktanya, banyak bisnis waralaba yang semula memberikan laba fantastis, bahkan jangka waktu balik modal bisa kurang dari satu tahun, […]
Membeli bisnis franchise memang sebagai jalan pintas untuk menjalankan sebuah bisnis yang sudah mapan terlebih didukung dengan prosedur dan sistem yang sudah dikembangkan oleh franchisor. Tentu berbekal hal tersebut akan lebih meminimalkan dari kebangkrutan usaha. Namun perlu dicatat juga dalam bisnis franchise selain modal yang cukup tentu diperlukan sikap yang […]
Ada pendapat bahwa waralaba internasional terlihat meninggalkan strategi Master Franchising. Ada apa gerangan? Master Franchising Master Franchising adalah strategi pengembangan waralaba yang pada umumnya menggunakan pola 3 level (meski kemudian muncul perilaku yang menjadikannya 4 level atau lebih), yaitu Pewaralaba (franchisor), Pewaralaba Lanjutan (master franchisee sekaligus sebagai subfranchisor), dan Terwaralaba […]
Beberapa pewaralaba mengeluh betapa sulitnya menagih royalti. Padahal royalti adalah hak pewaralaba, karena terwaralaba memanfaatkan beberapa aspek Hak Kekayaan Intelektual (HKI) milik pewaralaba. Royalti, yang mungkin dipilah menjadi royalti atas lisensi HKI dan biaya jasa supervisi, sangat dibutuhkan untuk mengawasi dan menjaga standarisasi kualitas barang dan layanan bisnis yang menggunakan […]
Di industri bisnis apapun, kehadiran pemain baru (new comer) selalu mewarnai industry itu sendiri. Tak jarang, justru pemain baru bisa mengimbangi permainan pemain lama, dan bahkan melibasnya. Kita masih ingat, bagaimana brand Nokia yang begitu melegenda di industry ponsel, tiba-tiba terguling dan hempas di pasar Tanah Air oleh mahluk yang […]
Kata “demensia” pertama kali saya dengar ketika berita pengusutan korupsi seringkali terhambat oleh perilaku atau pengakuan “lupa” dari para tersangka. Tulisan ini bukan mengangkat topik korupsinya. Saya hendak mengangkat topik “LUPA”-nya. Membeli waralaba Semua terwaralaba pasti sepakat bahwa alasan mereka membeli waralaba adalah karena mengharapkan dukungan (support) berupa sistem bisnis […]