mengelola perusahaan dengan sistim waralaba memang tidak bisa hanya bermodalkan persepsi ‘ayam Bangkok’ semata. Tidak bisa hanya nekad membangun jaringan franchise dari ‘wangsit’ saat tidur semalam. Dituntut tanggung jawab yang lebih besar dari para franchisor yang didasarkan pada pembangunan corporate core competence.
Franchise Tips
kendala paling besar bagi pelaku-pelaku bisnis franchise Indonesia yang ingin go global adalah penguasaan standar global dan penguasaan data dari negara tujuan. Karena itu solusi untuk mengatasinya adalah harus membangun bisnis model yang sudah dikategorikan memiliki standar yang global. Misalnya standar kesehatan dan kualifikasi minimum SDM.
menjadi happy di bisnis franchise butuh effort yang tinggi. Tidak bisa menggantungkan semata kepada franchisor. Meskipun peran franchisor sangat penting, terutama ketika franchisee belum ahli menjalankan bisnisnya. Support dan bimbingan sesuai dengan SOP menjadi kunci pertama bagi perasaan happy franchisee.
setiap kegiatan operasional jasa kurir harus dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya secara optimal namun tetap dapat memberikan hasil yang maksimal. Terlebih lagi karena sektor ini sangat rentan terpengaruh faktor seperti infrastruktur, harga bbm, dan lainnya yang dapat menaikan biaya operasional
pengaruh service excellent terhadap bisnis perusahaan sangat kuat. Service yang prima akan membuat pelanggan menempatkan produk atau jasa layanan yang diterima pada pilihan utama saat mereka berbelanja. Reaksi pertama dari pelanggan adalah melakukan belanja lebih banyak. Pelanggan kemudian akan memberikan kesan positif serta merekomendasikan produk atau jasa yang sudah pernah dia beli kepada lebih banyak orang.
Konsep ini memang belum familiar di banyak kalangan pebisnis secara luas, terutama di kalangan pemain franchise. Namun beberapa merek franchise sudah menerapkan pola affiliate marketing
Selain aspek financial calon franchisee harus memperhatikan aspek legalitas bisnis franchose. “Karena ketika membeli waralaba kita membutuhkan kepastian hukum. Kepastian itu mengenai sebuah legalitas karena dengan legalitas yang jelas meminimalkan potensi konflik dengan pihak ketiga atau dengan para mitra,”
franchisor yang baik umumnya sudah bekerja secara profesional. Ciri-cirinya antara lain pertama, memiliki Hak secara hukum untuk menggunakan Merek Dagang yang digunakan untuk bisnis Franchise nya. Sebaliknya, ciri-ciri franchisor yang buruk ialah franchisor yang tidak membantu Franchisee-nya, terutama dalam beberapa hal berikut: Pertama, tidak transparan dan terbuka kepada calon Franchisee
Pengelolaan keuanguan setidaknya harus disesuaikan dengan aktivitas perusahaan. Dalam pengelolaan keuangan perusahaan harus memperhatikan 3 hal aktivitas utama, yaitu Pengelolaan Cash Flow Investasi, Pengelolaan Cash Flow Operational dan Pengelolaan Cash Flow Financing
Menurut Greg Nathan, Pakar Hubungan Franchise dari Franchise Relationships Institute Australia, hubungan harmonis yang menguntungkan menjadi modal utama kelanggengan berbisnis franchise
Selamat anda telah mengayunkan langkah untuk memulai bisnis anda sendiri. Mari kita mulai dengan bertanya.. Apakah itu bisnis?