Kecepatan Ekspansi

Kecepatan Ekspansi

Beberapa waktu lalu seorang pebisnis mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspansi bisnis melalui waralaba. Mengapa waralaba? Karena ia melihat bahwa waralaba menunjukkan kecepatan ekspansi yang sangat cepat. Indomaret dan Alfamart sudah ribuan gerainya. Apotek K-24 dari 5 gerai di awal tahun 2005 kini sudah mencapai ratusan gerai.

Penentu Kecepatan Eskpansi

Selain respon atau minat calon investor dan ketersediaan dana untuk membuka gerai milik sendiri, kecepatan ekspansi ditentukan oleh beberapa hal terkait dengan kebutuhan operasional dan persiapan gerai.

Ketersediaan SDM berkualitas

Salah satu penentu kecepatan ekspansi bisnis waralaba adalah ketersediaan SDM yang berkualitas. Bisnis salon misalnya, sangat bergantung pada ketersediaan stylist yang berkualitas dan bisa tunduk pada aturan main salon yang bersangkutan. Konon hair stylist adalah salah satu kelompok yang “sulit diatur”.

Ekspansi kursus bahasa Inggris atau bahasa Mandarin ditentukan oleh ketersediaan guru yang berkualitas. Ekspansi Apotek terkendala oleh ketersediaan Apotek dan Asisten Apoteker. Bahkan ekspansi bisnis yang relatif umum seperti laundry kiloan, retail, dan gerobak-chise (BO dalam bentuk gerobak) sering terkendala oleh ketersediaan SDM.

TIPS: Bila anda hendak melakukan ekspansi dengan kecepatan tinggi, miliki program perekrutan berkala, atau berkelanjutan.

Jangka Waktu Pelatihan

Seandainya sudah memperoleh SDM yang memenuhi persyaratan, faktor penentu berikutnya adalah jangka waktu pelatihan. Masing-masing pewaralaba memiliki program pelatihan yang berbeda-beda.

Ada restoran yang menetapkan pelatihan termasuk magang selama 1 bulan, restoran yang lain lagi hanya 14 hari. Sementara itu mom n jo yang bergerak di bisnis spa ibu hamil, bayi dan anak-anak memiliki program pelatihan terapis hingga 3 bulan.

Jangka waktu pelatihan yang lebih panjang memiliki konsekuensi kecepatan ekspansinya menjadi lebih rendah dibanding yang program pelatihannya relatif singkat. Meski demikian, bila hal ini terkait dengan komitmen pada kualitas, maka sangat tidak disarankan melakukan pemangkasan waktu program pelatihan.

TIPS: Bila anda hendak melakukan ekspansi dengan kecepatan tinggi, bisa dipertimbangkan untuk membuat semacam pusat pendidikan dan pelatihan. Bila McD memiliki Hamburger University, Apotek K-24 memiliki K-24 Academy.

Pembangunan Fisik Gerai

Faktor lain lagi yang menentukan kecepatan ekspansi pewaralaba adalah jangka waktu ayng dibutuhkan untuk mempersiapkan pembangunan fisik gerainya. Sekali lagi, hal ini berbeda antara satu pewaralaba dengan pewaralaba lainnya. Ada yang butuh 2 bulan, ada yang 3 bulan, adapula yang hanya hitungan minggu.

TIPS: Temukan mitra yang tepat untuk pekerjaan pembangunan fisik gerai, mitra yang tepat waktu dengan kualitas yang baik, dengan biaya yang sesuai anggaran.

Perijinan

Bagi para pebisnis di Indonesia, persoalan proses perijinan yang memakan waktu panjang juga bisa jadi kendala kecepatan ekspansi pula. Bahkan beberapa perijinan kadang menghadapi kendala upaya menghambat dari kelompok tertentu.

Suatu gerai bisnis terwaralaba bahkan ada yang memerlukan waktu lebih dari 1 tahun untuk pengurusan perijinannya. Untung terwaralaba ini menggunakan gedung ruko milik sendiri, bukan mengontrak ruko atau gedung milik orang lain. Sulit dipercaya hal ini terjadi, tapi demikianlah kenyataannya. Untung pula tidak di semua lokasi mengalami kasus seperti itu. Secara umum prosesnya “hanya” 2-3 bulan.

TIPS: Bila kita menghadapi kesulitan perijinan di lokasi tertentu, sambil tetap mem-proses perijinan yang sulit itu, alihkan fokus ekspansi ke wilayah lain yang lebih mudah proses perijinannya.

Ketersediaan produk dan bahan baku

Dari sisi operasional rutin, yang perlu dipertimbangkan adalah kapasitas dan kesinambungan pasokan produk serta bahan baku. Beberapa waktu lalu saya mendengar kabar kurang sedap mengenai satu merek jaringan toko yang menyediakan susu dan keperluan makanan bayi. Para mitra investor tidak memperoleh pasokan yang dibutuhkan sehingga harus bergerilya mencari pasokan sendiri. Hal ini terjadi karena tidak diperhitungkannya kapasitas atau kemampuan menyediakan produk dan bahan baku bisnis yang diwaralabakan.

Satu kejadian lagi adalah bisnis yang menggunakan bahan baku ikan laut. Beberapa pebisnis mengakui ada bulan-bulan tertentu pasokan ikan sulit diperoleh. Dalam kasus ini masih bnisa ditemukan pemasok di bulan-bulan sulit tersebut, namun harganya lebih tinggi karena adanya investasi chiller room raksasa.

TIPS: Hitung baik-baik kapasitas dan kesinambungan supply produk dan bahan baku bisnis anda. Sesuaikan kecepatan ekspansi anda dengan ketersediaan dan kesinambungan pasokan ini. Temukan pula para pemasok baru untuk meningkatkan kapasitas supply anda.

Semoga tulisan di atas memberi pencerahan dan tips yang praktis dalam mengelola ekspansi jaringan waralaba anda. Sukses selalu !

Utomo Njoto

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting

Website: www.consultft.com

Email : utomo@consultft.com