Memperpendek Kurva Belajar

Beberapa waktu lalu ada wartawan yang bertanya kepada saya, “Menurut Bapak, hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan seseorang ketika memilih konsultan waralaba?”

Saya menjawab, “Wah, salah alamat kalau anda menanyakan hal itu kepada saya. Saya konsultan waralaba dan bisa saja jawaban saya secara subyektif mengarahkan mereka kepada saya. Seharusnya anda bertanya kepada pewaralaba yang menggunakan jasa konsultan waralaba untuk membangun sistem waralabanya, dan anda perlu bertanya pula kepada mereka yang tidak menggunakan jasa konsultan waralaba.”

Peran konsultan, menurut pengakuan salah seorang pewaralaba, adalah membuat persiapan waralabanya relatif lebih cepat dan sistematis alias memperpendek kurva belajar, mengurangi trial and error. Beberapa prosedur dalam SOP (Pedoman Operasional) juga mengalami perbaikan, tambahnya.

Kurva Belajar & Waralaba

Dalam menawarkan waralaba, pewaralaba biasanya memberitahukan kepada terwaralaba bahwa dengan membeli waralaba (atau menjadi terwaralaba) ia tidak perlu melewati kurva belajar yang merepotkan, yang tak jarang bahkan mahal harganya.

Kurva belajar merupakan proses seumur hidup dalam membangun suatu bisnis. Dalam hal pencurian uang oleh pegawai, misalnya, pewaralaba tentu sudah memiliki kiat untuk meminimalkan kejadian atau kerugian. Pewaralaba mungkin telah mengalami kejadian tersebut dan modus-modus tertentu pasti sudah ditutup celahnya dalam bentuk perbaikan prosedur (SOP).

Sebagaimana kejadian vaksin palsu akhir-akhir ini, bila tidak ditindaklanjuti dengan meneliti dan memperbaiki kelemahan sistem atau prosedur pengawasan di Rumah Sakit dan di lembaga pengawas (pihak pemerintah), maka kejadian ini berpotensi untuk terulang kembali. Nah, dalam bisnis juga demikian. Bila suatu modus sudah terkuak, SOP harus segera diperbaiki.

Beberapa aspek penting yang mungkin kurang dipahami bila anda hendak memulai bisnis sendiri misalnya: bagaimana prosedur memeriksa stok barang (stok opname) yang efisien dan efektif, bagaimana sedini mungkin mengidentifikasi kecurangan kasir, bentuk-bentuk promosi apa yang efektif dan bentuk promosi mana yang tidak efektif.

Suatu kisah nyata yang pernah terjadi, sebuah apotek non-waralaba gulung tikar karena tidak menjalankan prosedur stok opname dengan detail. Pengusaha ini hanya menghitung fisik kardus-obat yang dilihatnya, padahal isinya sudah tidak ada di dalam kardus tersebut. Hal “kecil” seperti ini merupakan kurva belajar yang mahal harganya dan sering diberi label sebagai “uang kuliah” dalam menjalani dunia bisnis.

Start-up Business Consultant

Konsultan untuk memulai suatu bisnis, atau start-up business consultant, yang cukup banyak dijumpai adalah konsultan restoran. Tidak banyak yang tahu bahwa untuk memulai bisnis restoran tidak harus membeli waralaba. Sesungguhnya ada konsultan-konsultan restoran yang siap membantu anda membangun merek anda sendiri, dengan beragam pilihan konsep restoran. Tantangannya mungkin hanya membangun merek dan menjaga konsistensi kualitas produk dan layanan.

Start-up business consultant akan membantu anda mempersingkat kurva belajar. Bahkan anda bisa meminta konsultan ini tidak hanya memberikan konsultasi terkait persiapan hingga pembukaan (soft atau grand opening), tapi anda bisa melibatkan mereka hingga beberapa bulan setelah opening agar anda bisa belajar dan memantapkan pemahaman terkait operasional bisnisnya.

Melibatkan start-up business consultant bisa jadi merupakan pilihan yang baik apabila anda termasuk orang yang super kreatif, tidak mudah menundukkan diri pada sistem yang ditetapkan oleh pewaralaba, dan anda berencana untuk terjun langsung atau terlibat dalam operasional sehari-hari.

Meski sama-sama memperpendek kurva belajar, perbedaan antara konsultan restoran dan pewaralaba restoran cukup signifikan. Pewaralaba lebih hands on atau terlibat dalam pengelolaan keseharian operasional bisnisnya, dalam arti lebih fokus pada hal-hal terkait jenis restoran dan merek waralabanya, sehingga initial dan ongoing support serta nasihat yang diberikan sudah teruji untuk model bisnis yang diwaralabakan. Konsultan restoran biasanya tidak fokus seperti pewaralaba, dan jarang yang terlibat hingga on-going operation nya.

Selain konsultan restoran, start-up business consultant yang cukup sering dijumpai adalah konsultan toko retail. Mengingat waralaba toko retail modern seperti Alfamart dan Indomaret menerapkan konsep investor pasif, maka bila anda ingin memiliki dan menjalankan sendiri bisnis toko retail, maka anda dapat mencari konsultan toko retail. Tentu saja anda harus memilih konsultan yang memiliki jam terbang yang lumayan, teruji dan berpengalaman.

Sekedar catatan tambahan, bila anda pilih waralaba, jangan berpikir untuk ganti merek, kemudian jadi pesaing pewaralaba. Tindakan seperti itu tidak beretika. Bila anda berniat punya merek sendiri, gandeng saja konsultan start-up business. Pilihan di tangan anda, mau beli waralaba, atau mau undang konsultan start-up business.

Semoga uraian di atas bermanfaat.

© 2016, Utomo Njoto

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting – Indonesia.

Website: www.consultft.com

Email : utomo@consultft.com

 

 

 

Beda Lokasi, Beda Karakternya
Sebagian besar pewaralaba dan terwaralaba hanya membedakan lokasi gerainya dalam bentuk: mall dan ruko. Sebagian mungkin menambahkan food court dan gerobak. Berikut ini informasi mengenai beberapa jen
Read More
4 Ciri Franchisor “Kejar Setoran”
Ketika saya mengungkap salah satu penyebab kegagalan bisnis waralaba adalah fenomena franchisor kejar setoran, beberapa orang menanyakan bagaimana cara mengidentifikasinya. Berikut ini 4 ciri pewaral
Read More
Saatnya Exit
Heboh tutupnya sevel ternyata telah melahirkan banyak pengamat kegagalan bisnis waralaba. Padahal fenomena kegagalan bisnis waralaba merupakan hal yang biasa terjadi juga sebelumnya. Beberapa merek wa
Read More
Waralaba atau Lisensi ?
“Waralaba itu ribet. Lisensi saja,” begitulah saran para praktisi dan konsultan waralaba sejak munculnya Permendag Nomor 53 tahun 2012, yang me-revisi regulasi waralaba dalam Permendag nom
Read More