Membangun Brand dengan Hati

Pepatah yang mengatakan apa yang keluar dari hati maka akan sampai ke hati, ternyata memang bukan sekedar pepatah klise. Hal ini sudah terbukti di segala lini kehidupan.

Seorang ibu yang membesarkan anaknya dengan hati akan berhasil membuat si anak tumbuh menjadi generasi yang hebat dan berbakti pada orang tua. Seorang guru yang mendidik murid-muridnya dengan hati, akan berhasil mencetak manusia-manusia yang tidak hanya cerdas tapi juga berbudi luhur. Nasehat yang disampaikan juga akan memberikan efek yang kuat jika keluar dari hati.

Di dalam dunia bisnis, hati juga menjadi hal yang penting. Sayangnya, banyak yang sering mengabaikan hati. Pebisnis hanya sibuk berkutat pada angka dan omzet. Mereka kadang lupa,  ada peran customer atau pelanggan yang jadi kunci utama dari raihan angka dan omzet. Semakin banyak customer yang puas, mereka tidak akan mudah berpindah hati atau berpaling. Sebab itu seorang pebisnis harus ber “hati” dalam menjalankan bisnisnya.

Pun ketika membangun brand. Karena brand itu bukan sekedar nama yang hanya berfungsi sebagai identitas. Tapi brand yang kita publikasikan merupakan bagian dari pemilik brand tersebut.

Ibarat anak, brand adalah anak yang lahir dan tumbuh dari orang tua atau pemilik brand tersebut. Bagaimana membesarkan anak jika tidak dengan sentuhan hati? Maka anak itu akan sedikit memiliki kekuatan pengaruh.

Brand yang dipajang di billboard, banner, atau pun berbagai media publikasi harus memancarkan kekuatan hati pemiliknya. Akan terlihat berbeda dari segi rasa terhadap brand yang dibangun dengan hati dengan brand yang hanya berfungsi sebagai identitas produk atau perusahaan. Orang atau pelanggan yang melihat brand dengan pancaran kekuatan hati akan memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat.

Brand yang dibangun dengan hati akan ada totalitas disitu. Tidak ada kata menyerah meskipun mengorbankan banyak hal. Ada kekuatan dari Tuhan yang membuat semuanya dijalankan dengan sepenuh jiwa raga. Jadi brand itu menjadi seperti halnya anak kandung. Mulai dilahirkan dan dibesarkan dengan ketulusan dan kecintaan.

Jika brand dibesarkan dengan ketulusan dan  dan kecintaan, maka ujungnya customer juga akan cinta.