Passion Penting Tapi Bukan Segalanya

Passion sangat penting dalam bisnis terutama saat badai datang. Bisnis tidak selamanya berjalan dengan mulus. Akan ada benturan, masalah, ujian. Bukan bisnis namanya kalau tidak ada badai. Orang yang berbisnis karena berawal dari passion akan mampu melewati badai tersebut.

Namun, bisakah bisnis dibangun tanpa passion? Seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa orang yang memiliki passion pasti akan mampu bertahan melewati segala rintangan dan tantangan yang dihadapi. Namun bagaimana jika seseorang tidak memiliki passion tapi ingin membangun sebuah bisnis?

Baca juga Bagaimana Menciptakan Passion

Yang jelas tidak sedikit orang yang begitu semangat dan memiliki keinginan tinggi untuk berbisnis. Namun sayangnya, passionnya hanya ada di bisnis tapi tidak di bidang bisnis yang ia geluti. Contoh, ada pengusaha muda yang punya jiwa berbisnis. Dia punya kemauan untuk berkembang di dalam bisnis. Bisnis sudah menjadi kesenangan dan kepuasan bagi pemuda ini. Salahnya, pemuda ini tidak melihat apa bisnis yang memang sesuai dengan passionnya.

Pemuda tersebut, kemudian memilih bisnis kuliner. Kuliner yang dijadikan bisnisnya itu sebenarnya bukanlah kegemaran si pemuda. Pemuda ini hanya melihat peluang kuliner yang akan digarapnya memiliki prospek yang bagus. Akhirnya, karena dia memiliki jiwa berbisnis, maka bisnis kuliner pun dia mulai.
Di awal-awal, perkiraannya memang lumayan tepat. Bisnis kulinernya berkembang positif dan mulai berekspansi melalui konsep bisnis franchise. Pepatah mengatakan dimana ada gula disitulah ada semut.

Melihat perkembangan yang bagus dari bisnis kuliner si pemuda, maka orang-orang pun berminat membuka sendiri bisnis kuliner yang sejenis. Semakin lama, semakin banyak orang yang membuka bisnis serupa. Persaingan semakin ketat.

Persaingan yang makin ketat membuat bisnis kuliner yang dijalankan si pemuda mengalami stuck. Pesaing-pesaingnya bermunculan dengan berbagai inovasi produk yang lebih disukai. Akhirnya apa yang dilakukan si pemuda tersebut? Untuk menambal cost operasional usahanya, terpaksa dia membuka bisnis lain. Inilah akibat dari tidak adanya passion si pemuda di bisnis kuliner yang ia garap.

Kalau saja si pemuda punya passion terhadap produk kuliner yang ia garap, pasti si pemuda tidak akan menyerah. Si pemuda itu memang tidak menyerah dalam berbisnis. Tapi kelihatan sekali dia stuck di bisnis kuliner produk tersebut dan beralih mendirikan bisnis di bidang yang lain. Orang yang punya passion tidak akan melakukan hal tersebut. Jika pemuda tersebut memiliki passion di produk kulinernya, dia akan berjuang mencari inovasi-inovasi baru untuk menghadapi para pesaingnya.

Orang bisa saja sukses membangun bisnis tanpa adanya passion. Tapi tentu saja dia tidak akan sekuat orang punya passion. Makanya hati-hati melawan orang memiliki passion tinggi. Dia tidak akan takut rugi, tidak akan ragu mengeluarkan modal besar, tidak akan berpikir panjang untuk mengerahkan segala kekuatan agar bisnisnya bisa langgeng.

Ada kisah lain tentang berbisnis tanpa passion. Misalkan, tanpa menyebut merek dan nama, seorang anak yang meneruskan usaha kuliner orang tuanya. Orang tuanya membangun usaha kuliner dengan passion yang tinggi. Kuliner tersebut sekarang sangat terkenal dan menghasilakn profit yang tinggi. Si anak pun diwarisi usaha kuliner ini. Tapi si anak sebenarnya tidak memiliki passion di bidang bisnis yang menjual produk kuliner.

Kira-kira apakah si anak akan sesukses orang tuanya? Sampai saat ini, usaha kuliner tersebut memang masih dibilang sukses. Perkembangannya positif. Ternyata meski tanpa passion si anak mampu meneruskan dan membangun usaha kuliner tersebut. Apa yang membuat si anak berhasil?

Jawabannya karena kuliner tersebut mampu menghasilkan profit yang besar. Jadi profit inilah yang memunculkan hasrat dari si anak hingga dia rela berjuang meneruskan usaha orang tuanya.

Jadi orang yang tidak memiliki passion pun ternyata bisa sukses. Salah satu syaratnya adalah adanya alasan yang memunculkan hasrat untuk membangun bisnis tersebut.

Yang lain ada juga yang sukses tanpa passion karena timing yang tepat. Dia membuka bisnis di saat kondisi yang menguntungkan. Bisnisnya sedang trend, sedang dibutuhkan orang banyak, dan mungkin pesaingnya pun masih sedikit. Timing yang pas bisa karena adanya faktor keberuntungan. Katakanlah, seorang yang berduit tapi bingung mau membuka bisnis apa. Kemudian dia “buang” duitnya untuk membuka bisnis dan ternyata bisnisnya sukses.

Selain faktor keberuntungan, ada juga yang memang karena sudah menganalisa pasar. Dia sudah tahu peluang apa yang sedang prospek di pasaran. Nah, peluang itulah yang dia ambil dan ternyata analisa pasarnya memang benar. Bisnisnya pun berhasil. Faktor lainnya, tentu saja, mungkin karena memang diijinkan oeh Tuhan untuk berhasil.

Tapi sekali lagi, meski orang bisa sukses berbisnis tanpa ada passion, ketika Anda ingin terjun di bisnis maka sebaiknya di bidang yang sesuai dengan passion Anda.

Coba lihatlah ke belakang, lihat histori, apa yang Anda senangi. Jika senang makan-makan, cobalah buka bisnis makanaan. Jika senang cuci mobil, bukanlah bisnis cuci mobil. Jika suka mainan, dirikan perusahaan mainan.

Jika Anda sudah menemukan passion jangan beralih ke bidang yang lain. Figth saja terus, lakukan inovasi, kerahkan semua energi. Yakinlah bisnis yang dijalani dengan passion pasti akan sukses dan langgeng. Jika Anda yakin bisa pasti bisa, jika Anda mengatakan tidak bisa pasti tidak bisa. Yakinlah Anda pasti bisa!

Tapi jika Anda misal sedang menggeluti bisnis yang bukan passionnya, sebaiknya merekrut orang yang punya passion di bidang tersebut. Misalkan, ada pengusaha bakmi yang tidak punya background di dunia per-bakmi-an. Itu artinya pengusaha tersebut tidak passion di bisnis bakmi. Maka, dia harus rekrut orang yang senang dengan bakmi. Tujuannya agar orang tersebut bisa melakuka inovasi terhadap produk bakmi yang dijual. Jika tidak, maka bisnis pasti akan stuck dan itu berbahaya.

Apalagi bisnis yang dijalankan dengan konsep franchise. Tentu jika perusahaan stuck akan berpengaruh negatif kepada nasib para franchisee.

Bisnis franchise, sejatinya adalah bisnis kemanusiaan. Artinya, bisnis franchise yang dibangun tidak hanya untuk kepentingan franchisor. Tapi juga ada tanggung jawab terhadap nasib para franchisee. Apalagi kalau franchisee memiliki karyawan yang banyak. Buruknya perkembangan franchise akan berdampak terhadap kondisi franchisee.

Sebab itu, bisnis franchise sebaiknya dibangun oleh orang yang memiliki passion di bidang bisnis yang akan dikembangkan dengan sistem franchise.