DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Dec
09
FOOD BUSINESS OPPORTUNITY EXPO 2016
View This Event
Pameran Peluang Bisnis Makanan dan Perlengkapannya Tanggal :9 - 11 Desember 2016 Tempat : Graha Manggala Siliwangi. Jln. Aceh No. 66. Bandung More Information : NEO Bandung : 022 - 82065084 /  Instagram :neoorganizer Twitter : neoorganizer Facebook : Neo organizer
Nov
25
INDONESIA FRANCHISE & SME EXPO
View This Event
SET YOUR SIGHT FOR SUCCESS Learn how to apply a great business empire from international franchising expert 25 - 27 NOVEMBER 2016 JAKARTA CONVENTION CENTER www.worldfranchisesummit.com  
Majalah Terbit
edisi Desember 2016
Merek-merek waralaba dan startup business yang terpilih dalam EdItor’s Choice memiliki 4 parameter penting yang menjadi penilaian redaksi.
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
Inilah Para Pemenang PWI 2016
Guna mengapresiasi para pelaku usaha Waralaba, Kemendag telah memberikan Penghargaan Waralaba Indonesia (PWI) 2016. Penghargaan ini ditujukan kepada lima usaha kategori Waralaba, yaitu kategori Waralaba Pratama, Waralaba Utama, Penerima Waralaba, Waralaba Global Indonesia, dan Waralaba Mancanegara. Proses seleksi PWI telah dimulai sejak 6 bulan silam, melalui tahapan sosialisasi dan pendaftaran serta penyaringan evaluasi dan verifikasi lapangan, serta penilaian dan penjurian. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembukaan pameran Indonesia Franchise & SME Expo (IFSE), 25 November 2016 silam. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini sebagai bentuk dukungan karena Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menuturkan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah WFSI menunjukan bahwa industri waralaba di dalam negeri memiliki peran yang bagus di dunia internasional. “Kami mewakili pemerintah ikut merasa bangga dan akan terus berusaha semampu kami untuk mendukung dan mendorong kemajuan industri waralaba Indonesia,” ujar Jokowi. Presiden Jokowi, juga didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Waralaba yang terdiri dari empat katagori. Yaitu : (1). Waralaba Pratama, pemenang pertama CV. Satria Jaya Food dengan merek Yagami Ramen House, pemenang kedua Bakso Alex dengan merek Bakso Alex, dan pemenang ketiga PT. Dr. Moez Indonesia dengan merek Klinikita Klinik. (2). Kategori Waralaba Utama, pemenang pertama PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) Tbk. dengan merek Indomaret, pemenang kedua PT. K-24 Indonesia dengan merek Apotek K-24, dan pemenang ketiga PT. Coffee Toffee Indonesia dengan merek Coffee Toffee. (3)  Kategori Waralaba Global Indonesia, pemenang pertama PT. Baba Rafi Indonesia dengan merek Baba Rafi, pemenang kedua PT. J.CO Donuts & Coffee dengan merek J.CO Donuts & Coffee, dan pemenang ketiga PT. Sumber Alfaria Trijaya dengan merek Alfamart. 4.Kategori Waralaba Mancanegara, pemenang pertama PT. Rekso Nasional Food dengan merek McDonald’s dan pemenang kedua PT. Roto Rooter Perkasa dengan merek Roto Rooters. (AP)
Read More
Presiden Jokowi Bangga Terhadap Kesuksesan Waralaba Lokal
Usai mengunjungi stand pameran Indonesia Franchise & SME Expo pada World Franchise Summit Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11), Presiden mengungkapkan kekagumannya terhadap sejumlah waralaba lokal yang telah sukses. Beberapa stand yang sempat ia kunjungi antara lain Es Teler 77, NTO International, Quick Chicken, dan Bakmi Naga Resto. Menurut Presiden merek franchise tersebut adalah contoh-contoh waralaba lokal yang konsisten sehingga bisa sukses di industri waralaba tanah air. Ia pun menyarankan agar waralaba yang telah eksis di Indonesia untuk memperluas ekspansi pasarnya hingga di kancah internasional. "Jangan hanya didalam negeri, tetapi menyerang ke luar negeri juga," kata Presiden Jokowi saat berbincang dengan Owner Coffee Toffee, Odi Anindito, diatas panggung sebelum membuka secara resmi pameran WFSI 2016. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung sepenuhnya industri waralaba nasional. Mengingat bisnis waralaba adalah bisnis yang memiliki sistem yang baik untuk dikembangkan. "Bisnis waralaba adalah model bisnis yang sangt baik karena semua telah tersistem dengan baik. Kami mewakili pemerintah ikut merasa bangga," kata Presiden. Dalam kunjungannya ke stand pameran, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, CEO Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar dan Jajarannya, serta pejabat eselon I dan II jajaran kementerian Perdagangan RI. (JS).
Read More
Para Delegasi WFC Kunjungi Kota Tua dan Sejumlah Tempat Bersejarah
Puluhan delegasi yang tergabung dalam World Franchise Council (WFC) mengunjungi Kota Tua Jakarta, Sabtu (26/11). Ditempat tersebut mereka diperkenalkan sejarah perjalanan kota Jakarta. Mereka juga menyempatkan diri untuk berfoto di beberapa situs bersejarah. Ditemani oleh pemandu wisata lokal, mereka sangat antusias untuk melihat sejarah cikal bakalnya ibu kota negara Indonesia tersebut. Selain kota tua, mereka juga diperkenalkan beberapa peninggalan sejarah yang berada ditengah ibu kota seperti monumen nasional, dan bundaran HI. Restoran Bebek Bengil yang tidak jauh dari area Bundaran HI menjadi tempat santap siang para anggota asosiasi waralaba dunia itu. Sebelum kembali ke hotel, mereka juga diajak untuk menikmati treatmen di Bambu Spa dan Martha Tilaar Salon Day Spa. Kunjungan kedua tempat tersebut menjadi akhir dari agenda City Tour para delegasi WFC sebelum menghadiri acara makan malam dan penyerahan Penghargaan Waralaba Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta. (JS).
Read More
Bento Steak.co, Meraup Laba Bisnis Steak dengan Kualitas Bintang Lima
Steak yang berasal dari kota Depok ini mensiasati customer dengan berbagai varian menu dan harga terjangkau. Waralaba yang banyak beroperasi di area mal ini belum banyak diketahui publik. Seperti apa peluang bisnisnya? Edisi ini tim redaksi bertandang ke mall di bilangan Jakarta Barat tepatnya di Plaza Slipi Jaya. Kami menelusuri tiap lantai mal tersebut. Tujuannya tiada lain, berburu berita untuk rubrik “Franchise Hunt”. Ketika kami berjalan di lantai 3 kami melihat brand-brand waralaba seperti Wafflelicius, Ixobox, dan Panties Pizza dan sederet merek waralaba lainnya. Namun kami melihat ada restoran steak bernama Bento Steak.co yang cukup menarik pemandangan. Dari segi desainnya modern dan elegan layaknya restoran steak pada umumnya. Sontak saja kami tertarik untuk menelusuri apakah restoran ini menawarkan peluang bisnis franchise atau tidak. Ketika kami bertanya dengan salah satu pegawai yang ada ternyata benar dugaan kami, bisnis ini ternyata difranchisekan. Kami pun tidak berpikir lama untuk melakukan sesi wawancara setelah membuat appointment dengan Setiawan, Direktur Bento Steak.co, Bapak Setiawan. Kehadiran Bento Steak.co tentu tidak hanya meramaikan keanekaragaman bisnis kuliner di mal Plaza Slipi Jaya. Kehadiran Bento Steak.co juga meramaikan industri kuliner di Indonesia. Hingga tahun 2010, Bento Steak.co sudah memiliki 9 outlet yang tersebar di ITC Depok Mall, Plaza Slipi Jaya, Graha Cijantung, Cibinong Mall, DTC Mall Sawangan, Depok Town Square, Blok M Square, Bogor Trade Mall, Pondok Gede Mall. Selain itu, Bento  Steak.co  juga sudah mampu menepis anggapan masyarakat bahwa menu steak merupakan hidangan yang harganya mahal. Hingga saat ini  Bento Steak.co masih berupaya untuk melakukan inovasi dan gencar menawarkan konsep waralaba. Hal ini dilakukan Bento Steak.co untuk selalu tetap menjaga kualitas produk dan citarasa hidangan steak. Keberhasilan Bento Steak.co saat ini terus memacu dirinya untuk menjadi tempat kuliner yang terjangkau dan mengubah mindset customer, bahwa menikmati sajian steak bisa masuk ke kalangan atas dan bawah. Selain itu, menjaga kualitas produk dan inovasi dalam varian menu juga terus ditingkatkan Bento Steak.co. Beberapa menu yang ditawarkannya antara lain chicken steak, beef steak, chicken double, sirloin steak, tenderloin steak, bento mi beef steak, chicken teriyaki rice, spaghetti, wagyu, prime tenderloin, regular tenderloin, dan lain-lain. Ada pula aneka minuman seperti coffee latte, dan black coffee, milkshakes dan latte sebagai pelengkap. “Bento Steak.co juga menyediakan area smooking room, selain itu customer yang ingin santai menikmati secangkir kopi juga bisa di resto kami”, jelas Setiawan, Direktur Bento Steak.co. Menurut dia, menu makanan Bento Steak.Co dijual mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Setiawan menjelaskan, untuk tawaran investasi di Bento Steak.co ini Rp 700 juta hingga Rp1.2 Milyar di luar sewa tempat. Untuk  Estimasi omzet yang dapat diraup franchisee, ia menargetkan mencapai Rp 175- Rp 200 juta per bulan. Dengan demikian franchisee bisa target balik modal sekitar 1 tahun. Tempat usaha yang dibutuhkan sekitar 80 m² dengan delapan pegawai. Setiawan mengklaim, keunggulan Bento Steak.Co terletak pada standardisasi saus yang lebih gurih dan citarasa steak yang nikmat namun dengan harga jual yang tetap ramah di kantong. Ia menambahkan, ada keunggulan yang tidak dimiliki oleh para kompetitor, yaitu saus steaknya yang homemade, sehingga saus yng disajikannya pun fresh. Selain itu daging steaknya menggunakan Aussie Beef asli. “Proses penyembelihan sapi dari awal hingga akhir kita kontrol, tak hanya itu bahan baku pendamping steak juga kami jaga sehingga melahirkan steak kualitas prima dengan harga terjangkau,” paparnya. Alvin Pratama
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda, kini bisnisnya sudah merambah ke berbagai daerah. Tengok yuk peluang bisnisnya! Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur. Mereka menawarkan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan menarik. Selain itu, maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jasa laundry. Apalagi perubahan gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih laundry dibanding mencuci sendiri. Sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan. Nah, salah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah The Clean Bar Laundry milik Dryan Khaula Cahyadi Usman. Bisnis ini sudah berstatus franchise. Namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Kesuksesan bisnis ini tak lepas dari Dryan Khaula Cahyadi Usman. Jiwa wirausahanya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah. Awalnya Dryan mencoba bisnis kuliner hingga punya 2 cabang. Tapi karena tidak memungkinkan untuk meracik bumbu sendiri akhirnya ia putar haluan menekuni bisnis jasa yang lain. Dipilihlah bisnis jasa cuci alias laundry. “Waktu buka pertama kali kami buka di ruko kecil yang hanya dengan konsep sederhana dengan kreativitas desain yang kami miliki. Lalu kami bersama tim memberanikan diri untuk membuka di mall, akhirnya hingga saat ini kita masih eksis,” katanya.   Dryan memberanikan untuk mengajukan proposal, kemudian membuka tenan, lalu mengurus perijinan mall. “satu bulan kita buka 1 minggu, kita buka masih sepi, kemudian di minggu berikutnya lumayan ramai, pasar segmen kita sudah terbentuk,” ujarnya. Pria kelahiran Solo, 13 Mei 1993 ini terinspirasi dari Jogja Shoes Care ketika mendirikan bisnis ini. Bahkan ia sempat belajar ke pemiliknya saking ingin bisa mengetahui cara mencuci sepatu yang benar. Karena sebelumnya dia sama seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, mencuci sepatu dengan dicelupkan. Ilmu ini kemudianditerapkan di Solo melalui The Clean Bar. Untuk menemukan cara dan formula yang pas, seringkali Dryan mengorbankan sepatunya sendiri. “Resikonya harus mengorbankan sepatu. Dari situ jadi tahu misal bahan suede tidak boleh pakai banyak cleaner,” terangnya. Seperti halnya anak muda sekarang,  media sosial dijadikannya media promosi yang ampuh. Dalam postingnya, Dryan tidak melulu promosi The Clean Bar tapi kebanyakan adalah  posting berbagai hal tentang sepatu. Dari target awal anak-anak muda, pangsa pasar The Clean kini sudah meluas hingga para orang tua. Dryan jugamenggandeng komunitas sepatu Sneakers Solo. Selain itu, The Clean Bar juga melayani cuci sepatu berbahan kulit hingga sepatu heels para wanita. “Selama ini pelanggan didominasi pemilik sneaker,” kata Dryan. Menurutnya, sepatu sneaker yang bagian bawahnya dari karet bisa berubah warna menjadi kuning bila disimpan tanpa menggunakan zip-lock atau silica gel. “Kami melayani perawatan unyellowing juga melayani reglue bagi sepatu yang baru dibeli. Layanan leather treatment untuk mengilapkan kulit juga bisa,” terangnya. Soal urusan harga Dryan mematok harga Rp20-25 ribu untuk gerai yang berada di wilayah solo, sedangkan Rp 35 ribu-65 ribu untuk gerai di Bekasi.  Hingga saat ini The Clean Bar sudah memiliki 10 mitra yang tersebar di Citraland Semarang, Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Jogja City Mall, Pakuwon Trade Center Surabaya, Grand Galaxy Park Bekasi, Solo Square, Solo Paragon, Mall Sidoarjo. Di singgung mengenai jumlah investasi franchise, Dryan mengatakan paket pertama Rp75 juta dan paket kedua Rp 80 juta. Mitra akan mendapatkan booth, pendampingan , Tv LCD, dan perlengkapan peralatan jasa. Dalam sebulan omzet per bulan mampu meraup puluhan juta. Hal ini tentu saja membuat calon investor tergiur dengan pendapatan yang signifikan. “Bicara omzet jika di lihat di gerai Ambarukmo Plaza Jogja saja sebulan bisa meraup 30 juta per bulan, di tiap gerai lainnya pun kurang lebih sama untuk pendapatan omzet tiap bulannya,” akunya. Alvin Pratama  
Read More
Hey Banana, Tawaran Bisnis Menarik dari Olahan Pisang Sunpride
Hey Banana menyajikan  camilan berbahan baku pisang. Sajian makanan ini disajikan dengan berbagai pilihan topping dan baluran krim coklat. Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Kudapan ini populer dengan sebutan frozen banana. Melihat potensi tersebut, Brian Sumito asal Jakarta mencoba menjajal peruntungan lewat merek usaha Hey Banana pada tahun lalu. Menu cemilan  dari Jakarta. Sajian yang ditawarkan ini merupakan camilan bahan baku pisang yang di freezer. Cemilan ini dapat dinikmati semua kalangan umur dan memiliki rasa yang nikmat. Berbagai toping yang disediakan tempat ini yakni nutela, oreo, green tea, sprinkel, coco pops, fruit pebbles, strawberry, kacang almond, red velvet, pandan dan lain sebagainya. Sajian cemilan ini bisa dinikmati mulai dari harga Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Dalam sajian cemilan ini menggunakan bahan dasar olahan pisang berjenis Sunpride. Pisang Sunpride ini dikenal sebagai pisang yang memiliki rasa manis serta tekstur yang lembut serta halus. Selain sajian cemilan, Hey Banana juga menyediakan minuman Milkshake yang terbuat juga dari bahan pisang. Bagi pecinta pisang tentu sangat menggemari pilihan yang ada di Hey Banana. Minuman Milkshake ini bisa dinikmati konsumen seharga Rp 15 ribu. Brian, Owner Hey Banana menjelaskan, minuman Milkshake ini selain pisang diberikan juga campuran bahan lainnya seperti susu, coklat dan Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Hey Banana kini sudah memiliki lima gerai milik mitra dan akan menambah tiga gerai dalam dua bulan ke depan. Lima gerai mitra tersebar di Bandung, Makasar, Samarinda dan Batam “Rencana pusat akan membuka gerai resmi bulan depan di Tangerang," ujarnya. Hey Banana menawarkan empat paket investasi, yaitu paket Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta dan Rp 25 juta. Pada paket pertama, sistem usaha berupa pesan antar tanpa gerai atau booth. Sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta membuka usaha dengan booth dari bazar ke bazar, kampus atau pujasera. Dan paket Rp 25 juta untuk mitra yang membuka booth di mal. Seluruh paket akan mendapatkan kelengkapan peralatan, media promosi dan bahan baku sebanyak 300 porsi-400 porsi. Khusus untuk paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta disediakan portable booth. Sedangkan paket Rp 25 juta disediakan booth permanen. Brian menerapkan biaya royalti sebesar Rp 500.000 per bulan untuk jangka waktu enam bulan pertama. Selanjutnya, mitra cukup mengambil bahan baku dan kemasan dari pusat. Brian menghitung, rata-rata omzet per bulan untuk paket Rp 25 juta sebesar Rp 30 juta–Rp 45 juta, sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta sebesar Rp 22 juta–30 juta. “Untuk paket Rp 5 juta belum ada yang bergabung, jadi kami belum bisa membuat kisaran omzetnya,” ujar Brian. Yang jelas, target balik modal sekitar setengah tahun. Alvin Pratama
Read More
Meltin You, Mencubit Laba dari Bisnis Kue Cubit Premium
Kue mungil bertabur topping meses cokelat ini bisa dikatakan makanan klasik yang menawarkan banyak varian rasa. Tidak banyak yang tahu jika bisnis ini rupanya menawarkan peluang franchise. Indonesia kaya akan berbagai macam jajanan kue tradisional yang enak dan lezat. Nah, belakangan banyak kue tradisional yang dimodifikasi bentuk maupun rasanya, sehingga pamornya kembali terangkat. Kue cubit kini juga mencoba meramaikan industri kuliner. Meltin You mencoba peruntungan bisnis kue cubit di bisnis franchise. Berdiri sejak Februari 2015 silam, Meltin ingin menawarkan  sebuah inovasi menjadikan kue cubit mnjadi makanan berkelas premium yang menyasar kelas premium ini. Hal itulah yang membuat Tera Nurul Harfiah begitu semangat dan optimis dengan bisnis yang didirikannya ini. “Kami adalah franchise kue cubit pertama dengan konsep premix yang kemudian ditiru oleh beberapa kompetitor kami. Pasar franchise kue cubit sendiri cukup besar apa lagi yang di luar jabodetabek. Kendala pengiriman adonan adalah salah satu alasan kami membuat formula Pre-MIX,”jelas Tera Owner Kue Cubit Meltin You. Dikatakan Tera,  filosofi produk Meltin You adalah kue cubit yang dimasak setengah matang dan masih lumer (melt) oleh karena itu merek kue cubit ini menjadi “Melt in you”, atau Meleleh di dalam-mu. “Kami juga memilih loyang berukuran kecil bertujuan agar kue cubit yang dimakan bias dalam satu suapan, dibalik dan tidak berantakan,” katanya. Tera mengatakan, Meltin You didirian tidak untuk dimitrakan, melainkan untuk bisnis pribadi saja. Akan tetapi, begitu Meltin You berpromosi melalui Instagram, rupanya Meltin You mendapatkan respon yang baik dari para calon investornya. “Waktu melakukan promo Kue Cubit Meltin You follower mencapai 8 ribu di bulan pertama, banyak permintaan hingga banyak yang bertanya apakah bisnis ini difranchisekan,” kata Tera. Keunggulan Meltin You sendiri menyediakan banyak bonus untuk mitra di awal pembukaan dengan 16 premix dan beberapa bonus lainnya. Dari segi sistemnya pun sangat simple, tanpa ada royaltie  fee per bulan atau per tahunnya. Kini, Tera mempromosikan kue cubitnnya via Instagram, Path, BBM, pameran. Selain itu, tentu dari mulut ke mulut sehingga menjadikannya kue cubitnya semakin dikenal.         Saat ini, Meltin You memiliki 2 cabang sendiri di Margonda Depok, Kuningan City Mall. Sedangkan franchisee tersebar di 44 kota di Indonesia seperti Serang, Tasik, Purwakarta, Subang, Semarang, Malang, Sidoarjo, Tarakan (Kaltim), Barabai (Kalsel), Palu (Sulteng), Makassar (Sulsesl), Tebing Tinggi (Sumut), Pangkal Pinang (Bangka Belitung). Alvin Pratama  
Read More
Hi Fries, Suguhkan Sensasi Menikmati Kentang dengan Aneka Saus
Camilan berbasis kentang goreng ini melakukan inovasi dengan menyuguhkan kentang goreng dengan berbagai saus. Mengusung desain vintage, Hi Fries hadir di tengah maraknya kuliner saat ini. Seperti apa tawaran bisnisnya? Edisi bulan ini tim redaksi bertandang ke Mal Ambassador yang terletak di Jalan. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan. Tentu bukan sekedar jalan-jalan, melainkan mencari bisnis franchise hunting terbaru.  Ketika mengunjungi  Lantai 4 Blok E 10, kami melihat booth yang didominasi warna merah. Ternyata booth ini menjual kentang goreng, dan ketika kami menanyai salah satu pegawai yang bertugas di sana, usaha ini rupanya menawarkan peluang waralaba. Maka kami pun segera meliput pelung bisnisnya. Kentang goreng memang selalu menjadi menu side-dish yang menjadi favorit setiap orang. Orang-orang biasa menyantap kentang goreng di restoran cepat saji yang biasanya hadir satu paket bersama dengan ayam goreng ataupun burger. Namun bagaimana jika kentang goreng dibuat menjadi menu utama yang hadir dengan berbagai macam saus yang menggugah selera? Inilah yang disajikan Hi Fries. Berawal dari melihat sebuah booth kentang goreng unik di Singapura, Best Fries Forever. Darryl Daryanto, kemudian mengajak sahabatnya, yaitu Jess Prabawa Hudaya , Evan dan Teguh Simen untuk membawa konsep kentang goreng tersebut ke Indonesia. “Jadi kita temenan berempat. Pertama kali Evan datang ke kita terus bilang, ‘Kita buka kayak gini yuk’. Jadi dia liat kentang goreng di Singapure, namanya Best Fries Forever, BFF. Dia bilang, ‘Ini konsepnya lucu ya’. Setelah itu kita ketemu Jess, dia memang chef-nya. Kita ngobrol dan Jess bilang, ‘Kasih waktu gue seminggu untuk pikirin dan buat sausnya’. Setelah itu, jadi deh lima saus andalan pertama kita,” tutur Darryl Driyanto Han, Owner Hi Fries. Setelah melalui beberapa tahap diskusi yang cukup panjang, keempat sahabat ini akhirnya meluncurkan Hi Fries. Hi Fries adalah konsep baru sajian kentang goreng di dalam cup dengan berbagai varian saus, seperti Busy Cheesy, Smokey Dokey, Moshi Nori, Hello Bolo, dan Garlic Panic. Hi Fries untuk pertama kali pada bulan November 2014 dengan mengikuti sebuah bazar yang diselenggarakan di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta. Cerita menarik datang saat bazar tersebut. Pasalnya, menurut Darryl, sejak bazaar dibuka pukul 08.00 WIB dan hingga pukul 15.00 WIB, booth Hi Fries benar-benar sepi pengunjung. Tidak ada satupun pembeli yang datang. “Pertama kita buka ikutan bazar, awalnya lucu. Buka jam delapan pagi sampai jam tiga sore nggak ada yang beli, cuma satu orang yang beli. Booth yang lain sudah banyak yang beli, kita masih kosong. Tapi saya tetap buka dan menawarkan ke pengunjung. Akhirnya jam tiga sore itu ada yang beli, satu orang pertama tuh. Nah, setelah orang itu pergi, tiba-tiba jam empat langsung ramai banget yang datang. Pada saat itu, kita bawa 100 porsi dan akhirnya semua sold di jam enam sore. Dari situ, hari-hari selanjutnya ramai dan sold out terus. Jadi akhirnya kita ‘hajar’ ikutan bazar terus,” papar pria kelahiran Makassar, 30 Juni 1989. Darryl lebih lanjut menjelaskan kelima saus andalan mereka juga seolah memberikan pengalaman baru bagi orang-orang yang mencicipi Hi Fries. Seperti Garlic Panic yang merupakan saus putih berbahan dasar bawang putih ini awalnya sempat menjadi favorit pelanggan yang datang. Seiring berjalannya waktu pelanggan juga kerap mencoba saus lain, seperti Busy Cheesy, yakni saus berwarna oranye berbahan dasar keju cheddar yang memiliki cita rasa gurih dan pedas. Selain itu ada pula Moshi Nori, saus berwarna hijau muda dengan taburan rumput laut kering; Hello Bolo, saus bolognese dengan daging cincang dan keju parut; dan Smokey Dokey yang merupakan saus barbeque. Selain menyajikan berbagai macam saus lezat dengan nama unik tersebut, Hi Fries juga menyediakan beragam saus seasonal lainnya. Anda juga diperbolehkan untuk mencampur dua saus favorit Anda dalam satu cup kentang goreng yang dipesan dan dengan harga yang tetap sama, yakni Rp 25.000 saja. Menurut Darryl, saus mix yang kerap dipesan oleh pelanggan saat ini adalah Busy Cheesy dan Moshi Nori. “Kita ada delapan saus seasonal lainnya. So far, Cheese sama Nori sih paling juara. Kalau mix pasti pada pesen itu. Untuk harga tetap sama,” ujarnya. Di singgung mengenai investasi franchise, Darryl menjelaskan untuk bergabung di bisnisnya ini ada 2 tawaran paket investasi. Pertama paket Rp 135  juta, calon franchisee akn mendapatkan semua sistem dan peralatan, serta bahan baku. Sedangkan paket kedua Rp 200 juta, yang membedakan adalah konsep desain booth yang digunakan. Darryl pun menjanjikan untuk BEP (Break Event Point) untuk paket investasi senuilai Rp 135 juta calon francisee akan balik modal dalam kurun waktu 10 bulan dengan catatan per bulan omzet Rp 70 juta, sedangkan paket Rp 200 juta BEP selama 14 bulan.  Alvin Pratama
Read More
Dessert Town, Spesialis Kue Sponge dan Tart Yang Minim Pesaing
Rubrik Franchise Hunt kali ini mengangkat Dessert Town. Selain belum banyak dikenal orang, Dessert Town juga memiliki produk yang cukup unik. dan belum banyak pemainnya di bisnis franchise. Dessert Town didirikan oleh Jap Mei Siu pada 2012. Berawal dari hobi sejak usia 16 tahun dan sempat mengikuti kursus membuat cakes di beberapa kota di Indonesia, Mei Siu berhasil mendirikan usaha Dessert Town, bisnis makanan penutup hidangan (dessert) seperti kue sponge dan tart di Jakarta. Bisnis cake yang dijalaninya memang belum terlalu besar untuk saat itu. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang dilakukannya membuahkan hasil dari banyaknya pesanan kue untuk pernikahan, ulang tahun, dan acara-acara lainnya. “Usaha saya dulu berjalan dari promosi mulut ke mulut dan akhirnya sampai sekarang bisa membuka usaha dengan waralaba dari Makau dengan nama gerai Dessert Town,” jelas Mei Siu. Dessert Town memang belum terlalu besar namun untuk jenis rasa cake cukup bervariasi, mulai dari banana, east side, treasure chest, black forest, My sunshine, Caramel dream, Chocolate rain, Coconut crisp, Pinkish delight, American cheese cake, French cheese cake, Italian cheese cake, Japanese cheese, Italian whole cheese cake, New in town whole cake, dan lain-lain. Dari beberapa jenis cake dan rasa yang tersedia di Dessert Town, menurut Mei Siu, French cheese cake merupakan cakes special dari Dessert Town. “Pada umumnya cheese cake ini komposisinya padat, dengan komponen berupa keju di dalamnya dan menggunakan cheddar cheese yang dibungkus dengan coco powder dan akan terasa sedikit asinnya,” jelas Mei Siu. “Cheese cake di Dessert Town tidak menggunakan bahan flavor, dan memakai 85% cream cheese, kuning telur, dan susu sehingga jika diiris dari atas ke bawah komponen cake akan tetap menyatu tidak terputus,” papar Mei Siu. Untuk jenis cake unggulan lainnya seperti My Sunshine terdiri dari mango mousse dan juga chiffon cake dengan mango glaze di atasnya. Selain itu bagi yang menyukai rasa mint ada East Side dengan white chocolate, mousse cake, dan tiny sprinkles of dark chocolate. Mei Siu mengklaim, keunggulan kue produksinya tanpa menggunakan bahan pengawet. “Adonan kami tak pakai margarin. Jadi, lebih sehat dan kue bisa bertahan lima hari sejak dibuat,” katanya. Mei Siu mulai menawarkan kemitraan pada Oktober 2015. Saat ini, Dessert Town baru memiliki satu cake shop di Central Park, Jakarta Barat. Bagi mitra yang berminat bergabung, Mei menawarkan paket investasi Rp 300 juta. Mitra akan dapat fasilitas penggunaan lisensi merek, bahan baku awal, standard operational procedure (SOP), project management, dan pelatihan karyawan. Namun, nilai investasi itu belum termasuk sewa tempat dan peralatan. Mei bilang, untuk peralatan seperti etalase showcase dan freezer, mitra harus membeli sendiri dengan rekomendasi pusat. Mitra juga harus menyediakan tempat untuk gerai cake shop minimal 6 meter persegi (m²). Selain itu, mitra juga harus menyediakan karyawan minimal dua orang. Menurut Mei Siu, kerjasama ini berlaku selamanya. Karena itu, mitra tidak dibebankan biaya franchise fee. Cuma, mitra dipungut biaya royalty fee per bulan 5% dari omzet. Dessert Town menyediakan sponge cake dan kue tart. Untuk sponge cake ada 14 varian rasa, antara lain french cheese cake, italian cheese cake, purple fantasy, pinkish delight, dan chocolate rain. Yang paling laris american cheese cake, japanese cheese, dan marble cheese cake. Harganya Rp 19.000-Rp 29.500 per slice. Aneka kue tart ulang tahun dibanderol Rp 350.000-Rp 500.000 per loyang.  Menurut Mei, setiap hari, gerai Dessert Town rata-rata bisa menjual sekitar 15 20 slice kue dan lebih dari 50 loyang kue tart. Kata Mei, omzet penjualan Dessert Town bisa mencapai Rp 150 juta per bulan dengan laba bersih hingga 40%. "Mitra bisa balik modal kurang dari dua tahun," tutup Mei Siu. Alvin Pratama
Read More
KN Food, Supplier Bahan Baku Fast Food Yang Sudah Berpengalaman
Supplier asal Klender Jakarta Timur ini sudah 10 tahun melayani para UKM dan Waralaba dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. Beberapa UKM dan pemilik waralaba pun menjadi customernya. Berdiri sejak 2006, KN Food perusahaan yang bergerak di bidang supplier bahan baku makanan cepat saji telah memiliki pelanggan di bidang UKM dan Waralaba yang bergerak di bidang kuliner seperti Burger, Kebab, Pizza. S
Read More
KN Food, Supplier Bahan Baku Fast Food Yang Sudah Berpengalaman
Supplier asal Klender Jakarta Timur ini sudah 10 tahun melayani para UKM dan Waralaba dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. Beberapa UKM dan pemilik waralaba pun menjadi customernya. Berdiri sejak 2006, KN Food perusahaan yang bergerak di bidang supplier bahan baku makanan cepat saji telah memiliki pelanggan di bidang UKM dan Waralaba yang bergerak di bidang kuliner seperti Burger, Kebab, Pizza. Selain bahan baku fast food di KN Food sendiri juga mensupali bahan baku minuman seperti  minuman powder perasa powder Bubble Drink untuk keperluan pembuatan aneka minuman Bubble Drink. Selain menjual produk-produk tersebut KN Food juga menyediakan beragam peralatan pendukung seperti kompor. Tak hanya itu, di KN Food bagi para pemula yang ingin berbisnis di KN Food ini bisa didapatkan dengan mudah. Seperti paket usaha dibidang fast food misalnya Kebab, Burger, dan Pizza. KN Food juga melayani pemesanan dan pengiriman keluar kota di Indonesia. “Di KN Food sendiri sudah banyak para pelaku bisnis baik itu UKM, Franchisor yang sudah menjadi mitra bisnis kami, dari awal berdiri hingga saat ini,kami menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, bahkan kami pun bisa dibandingkan dengan kompetitor yang lain,” ujar Nur Handayani, Owner KN Food. Awalnya, KN Food ini hanyalah sekedar mensuplai bahan baku seperti Burger, Pizza, dan daging kebab. Nur mengatakan dalam menjalankan bisnisnya ini ia hanya berbekal promosi lewat media internet dan media brosur. Kendati demikian bisnisnya pun tak sepi pelanggan. Bahkan ia berkata bahwa para pelaku bisnis yang me-mitrakan bisnisnya juga menjadi langganan di KN Food. “Tidak hanya gerobakan saja yang sudah ambil di KN Food, sekelas Kebab Baba Rafi juga dulu pernah ambil di kita,” kenangnya dengan bangga. Adapun harga produk yang ditawarkan di KN Food seperti Pizza & Keju, Kebab & Canai, Burger & Hotdog, Saus & Mayonaise, Fried Chicken, Bumbu Tabur, French Fries, Cappucino dan Bubble. Sedangkan untuk minuman KN Food menyediakan Bubuk Cappucino Cincau, Bubble Tea, Bubble Milk Shake, Bubble Fruit Juice, Bubble Ice coffee, Bubble Ice Chocolate. Soal harga Nur mematok dari kisaran Rp 11 ribu hingga Rp 99 ribu. Nur menambahkan, keunggulan KN Food dari kompetitor lainnya adalah produk yang berkualitas tinggi serta harga yang di tawarkan pun tergolong terjangkau dengan varian komplit. Saat ini KN Food sudah memiliki ratusan mitra dan reseller  yang tersebar di Jabodetabek bahkan hingga sampai Papua. Ia mengatakan, untuk besaran market share di KN Food 50%-50%. Perbandingan ini seimbang dengan pengambilan pelaku UKM maupun Waralaba. Ia akan tetap mempertahankan untuk kualitas produk dan harga. Baginya saat ini adalah terus berupaya menyasar para UKM dan Waralaba. Hingga saat ini KN Food juga bekerja sama dengan pihak restoran ternama di Jakarta. “Intinya kami supply bahan baku untuk fast food baik itu gerobakan maupun di restoran sekalipun. Tak hanya itu saja bagi para pemula yang ingin berbisnis pun kami sediakan seperti booth dan perlengkapan,” pungkasnya. Alvin Pratama    
Read More
Semakin Berkembang, Kopi Suku Amungme Dilirik Franchise Ternama
Kopi yang ditanam petani dari Suku Amungme, Kabupaten Mimika, Papua, semakin berkembang dan terkenal. Bahkan karena rasanya yang nikmat, kopi Amungme dilirik oleh franchise kopi kenamaan. Suku Amungme yang tinggal di pegunungan dekat tambang Tembagapura merupakan salah satu suku utama binaan PT Freeport Indonesia. Satu suku utama lainnya adalah Suku Kamoro. Bisnis kopi Amungme sendiri dimulai sekitar tahun 1998 atas dukungan Freeport melalui program Highland Agriculture Development (HAD) dengan membuka perkebunan kopi di dataran tinggi. Awalnya bibit kopi dibawa dari sekitar Nabire atau Paniai dan terus dikembangkan. "Sekarang perkebunan ada di tiga desa di daerah pegunungan dekat pertambangan, di dataran tinggi. Desa Tsinga, Hoya, dan Arwanop tapi Arwanop tidak terlalu produktif," ungkap staf HAD Harony Sedik Kopi Amungme berjenis Arabica dan memiliki kandungan kafein cukup kuat. Setelah cukup berkembang, HAD yang merupakan program CSR Freeport di bawah Sosial Local Development Departement mereka lalu memfasilitasi pembentukan koperasi bagi para petani kopi dengan merk Amungme Gold tersebut. "Sebelum ada koperasi, kami yang urus dari HAD, langsung pihak Freeport. Dengan koperasi sudah ada karyawan. Koperasi berdiri sendri, bahkan kerjasama dengan koperasi lain. Kami sudah ada kerja sama dengan Koperasi dari Wamena dan Paniai," ucap Harony. Kedepan, Koperasi Amungme Gold Coffe juga berharap bisa bekerja sama dengan petani kopi lain. Seperti petani kopi Robusta yang ditanam di Distrik Agimuga, Timika, daerah yang ada di pesisir di Kabupaten Mimika. Dengan harapan agar koperasi juga dapat memberdayakan petani kopi lain selain dari Suku Amungme. Kesohoran Kopi Amungme kerap membuat pihak koperasi kehabisan stok. Apalagi untuk mendapatkan biji kopi dari daerah pegunungan itu terkendala pada masalah transportasi. Sebab untuk mengangkut biji kopi dari perkebunan petani, kata Harony, pihak koperasi perlu terbang dengan menyewa helikopter. "Kapasitas 1 ton itu kami tidak sampai 2 bulan sudah habis. Makin hari makin banyak peminat. 1 Ton 1 bulan, bahkan kadang nggak sampai. Kami sendiri kewalahan, langsung habis. Peminat dari Timika, dari luar juga," tuturnya. "Ambilnya pakai chopper. Makanya agak sedikit mahal, tapi memang enak. Sewa chopper 3.000 USD satu jam. Bisa ke tiga desa lalu kembali ke Timika. Ambilnya setiap bulan sekali langsung tiga kampung. Sebulan sekali monitoring sekalian ambil," imbuhnya. Biji kopi diambil dari petani dalam kondisi belum dikupas seharga Rp 35 ribu/kg. Satu kali monitoring, pihak koperasi membeli 25 kg biji kopi yang belum dikupas dari satu petani. Satu kampung sekitar 500 kg. Sehingga untuk satu kali pengangkutan, koperasi bisa membawa kurang lebih 1,5 ton. Terkadang koperasi yang mulai berdiri pada tahun 2013 itu mengambil biji kopi jenis Arabica dari Wamena atau Paniai namun dalam kondisi yang sudah dikupas dengan harga Rp 90 ribu/kg. Hal tersebut untuk memenuhi permintaan pembeli yang makin terus meningkat. "Kalau dari Wamena dan Paniai, sudah green bean. Kualitas sama, tapi dari 3 desa Amungme lebih fresh. Karena memang diambilnya pakai chopper maka lebih banyak cari yang Amungme," kata dia. Saat ini ada 24 petani dari tiga desa Amungme yang menjadi binaan koperasi dengan total perkebunan 3 hektar. Beberapa petani ada yang diberdayakan menjadi karyawan koperasi untuk monitoring, pembina petani, dan juga untuk melakukan pengolahan di pabrik. Untuk yang terakhir, petani mendapat fasilitas mess di daerah kota Timika. "Petani sekaligus pengurus koperasi kami gaji Rp 10 juta per bulan.Tapi kalau petani pure, kami hanya beli biji kopinya. Bibit dari kami. Di sini (pabrik) mulai dari pengupasan, pengeringan, fermentasi, roasting, granding, dan packaging," jelas Harony. Melihat besarnya modal produksi, sebenarnya koperasi tidak mendapat untung dari bisnis kopi Amungme. Hingga saat ini bisnis kopi bagi warga Suku Amungme sebagai pemilik hak ulayat daerah tambang masih mendapat bantuan CSR Freeport. Kopi Amungme dikemas untuk ukuran 250 gram dan harganya dibanderol Rp 50 ribu dari koperasi. Ada beberapa tipe yang dijual. Kopi yang telah dihaluskan seperti kopi tubruk, kopi yang sedikit masih kasar, dan ada juga biji kopi matang. "Kalau mau beli tergantung mereka. Kalau bule biasanya maunya yang bean, kalau masyarakat kita maunya yang halus. Ada yang minta dikirim lewat paket," sebut dia. Meski koperasi menjual dengan harga Rp 50 ribu per kemasan, namun harga di pasaran bisa lebih tinggi. Seperti toko di dalam Bandara Mozes Kilangin yang menjual Kopi Amungme dengan harga Rp 100 ribu per kemasan. Awalnya kopi Amungme hanya dijual terbatas bagi kalangan ekspatriat di kawasan Tembagapura. Saat ini penjualan sudah umum bahkan terus dipromosikan dan menjadi salah satu jenis yang dicari para penikmat atau pecinta kopi. "Bule setelah mereka kerja sini baru tahu, lalu kalau kembali ke negaranya mereka bawa. Kebanyakan karyawan ekspat awalnya yang beli. Sekarang warga banyak cari. Kalau ada event, kayak kemarin di Turki, Bupati bawa untuk promosi," terang Harony. Memiliki cita rasa yang khas dan nikmat, Kopi Amungme mulai diperhitungkan untuk masuk ke dunia usaha besar. Apalagi dengan aromanya yang kuat, Amungme Gold tak bisa dipandang sebelah mata. Waralaba kopi dengan lingkup usaha internasional, dikatakan Harony, bahkan ingin menggunakan jenis Kopi Amungme untuk produk mereka. "Starbucks mau ngadain kerja sama tapi kami stok masih terbatas. Jadi belum bisa. Ini saja sekarang kami tidak ada stok. Harus ambil biji kopi dulu pakai chopper untuk kami produksi lagi," pungkasnya. Alvin Pratama
Read More
Penghasil Krimer Terbaik dari Mojokerto
Jika selama ini kita mengenal krimer sebagai bahan campuran kopi, atau jenis makanan lainnya seperti es krim, pudding, atau roti, mungkin kita tidak akan terpikir asal muasal krimer itu. Bagi yang tidak familiar dengan dunia makanan dan minuman khususnya yang tidak bersentuhan langsung, bisa saja menganggap bahwa krimer yang banyak beredar di pasar Indonesia saat ini adalah produk impor. Tetapi rupanya tidak,  di Indonesia, telah ada produsen krimer berkelas internasional. Namanya adalah PT Lautan Naturan Krimerindo (LNK), sebuah perusahaan berskala internasional yang berasal dari kota kecil di timur pulau Jawa yaitu Kabupaten Mojokerto, tepatnya di desa Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo. LNK adalah sebuah perusahaan khusus dalam produk creamer non-diary. yang hanya menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik ketika memproduksi krimernya. Hal itu untuk memastikan kualitas terbaik dari produknya hingga ke tangan konsumen. Perusahaan ini memiliki komitmen yang kuat soal pemenuhan kebutuhan konsumen di pasaran. Iapun kini menjadi salah satu pemasok krimer untuk industri yang bergerak di berbagai bidang seperti sereal, kopi, roti, puding, es krim, dan lain-lain. Lautan Natural Krimerindo terus aktif mengembangkan produk-produknya untuk memenuhi kepuasan konsumen baik di pasar Indonesia maupun diberbagai belahan dunia. Produk yang diproduksi oleh perusahaan ini juga tahan disimpan dalam kemasan hingga 18 bulan jika tidak dibuka, dibawah suhu dingin dan kering, serta jauh dari sinar matahari langsung. (JS).    
Read More
JustFiber & Solka-Floc Memperkaya Kreasi Makanan Olahan & Menjawab Tuntutan Pola Hidup Sehat
International Fiber Europer (IFE) merupakan perusahaan Belgia yang memproduksi berbagai jenis fiber dan powdered cellulose untuk berbagai keperluan industri makanan dan minuman, farmasi, pakan ternak, industri plastik, karet, industri bahan bangunan dan lain-lain. Apa keunggulan produknya? Meskipun baru didirikan pada tahun 2000, IFE merupakan hasil merger antara Intenational Filler Corporation dan Fiber Sales & Development Corporation. International Filler Corporation sendiri didirikan pada tahun 1920. Dengan demikian secara faktual IFE telah memiliki pengalaman lebih dari 90 tahun dalam produksi dan pemasaran produk-produk fiber / powdered cellulose. fiber / powdered cellulose digunakan sebagai ingredient dalam beragam jenis makanan dan minuman olahan, antara lain pada produk-produk daging olahan, pasta, bakery, produk dietary, keju, seasoning, dan pet food.  JustFIber dan Solka-Floc merupakan dua merek fiber dan powdered cellulose produksi IFE yang telah banyak digunakan sebagai ingredient dalam produk-produk makanan dan minuman olahan disejumlah negara di dunia. Kedua produk tersebut tersedia dalam berbagai ukuran panjang serat (fiber length / particle size) dengan range antara 15 – 300 mikron. Panjang serat yang berbeda akan memberikan efek fungsional yang berbeda pula pada saat ditambahkan ke dalam produk-produk makanan olahan. Secara umum dapat dikatakan bahwa  powdered cellulose dengan particle size yang kecil akan memperbaiki tekstur, mouthfeel dan kekentalan pada produk-produk sejenis saus dan salad dressing. Sedangkan powdered cellulose dengan particle size yang besar dapat berfungsi sebagai komponen yang memperkuat struktur dan memperbaiki tekstur pada produk-produk sejnis roti dan kue. Dari sisi kesehatan, powdered cellulose termasuk dalam kategori serat pangan (dietary fiber) yang telah lama diketahui memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan manusia. Terutama dalam hubungannya dengan pencegahan berbagai jenis penyakit seperti konstipasi /  sembelit, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes dan kanker usus besar. Produk-produk daging olahan seperti sosis, bakso, patty / burger dan naget sering diasosiasikan sebagai makanan miskin serat dan tidak sehat. Oleh karena itu, penambahan JustFiber dan Solka-Floc sebagai serat pangan dapat meningkatkan nilai jual dari produk-produk tersebut. Dgan cara mencantumkan tulisan diperkaya dengan serat pangan atau pernyataan sejenis dalam label kemasannya. JustFiber dan Solka-Floc dapat dihasilkan dari berbagai jenis tanaman, antara lain gandum, bambu, kapas, pea, oat dan kentang. Dengan dosis pemakaian antara 0,5 – 5% (umumnya digunakan pada dosis 1-3%) dari total massa adonan daging. Keduanya memiliki kemampuan mengesankan untuk mengikat cairan yang terdapat dalam makanan. Untuk cairan berupa air, keduanya dapat mengikat sampai 10 kali dari bobotnya sendiri, sedangkan untuk cairan berupa minyak dapat mengikat sampai 8 kali dari bobotnya sendiri. Selain fungsi fisiologi atau kesehatan bagi konsumen, penambahan JustFiber dan Solka-Floc pada produk makanan olahan pada umumnya dan produk daging olahan pada khususnya juga memberikan keuntungan fungsional terhadap produk akhir yang dihasilkan seperti meningkatkan water binding capacity, meningkatkan stabilitas penyimpanan, memperbaiki tekstur produk akhir, memberikan emulsifying effect, meningkatkan stabilitas terhadap suhu selama pengolahan, dan memperbaiki mouthfeel produk akhir. Walaupun produk tersebut dibuat oleh perusahaan Belgia, JustFiber dan Solka-Floc telah masuk pasar Indonesia melalui perusahaan lokal yaitu Markaindo Selaras. Sebuah perusahaan yang telah berpengalaman sejak 1982 dibidang pengadaan bahan baku untuk industri makanan. Berkantor pusat di Kawasan Industri Sentul Bogor, perusahaan ini juga dipercaya oleh sejumlah produsen kelas dunia dalam kaitannya dengan pemenuhan pengadaan bahan baku industri makanan di Indonesia. Julhan Sifadi  
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts merupakan pemain lama di industri properti dunia, ia telah ada sejak 1888. Di negara asalnya, di New Zealand, nama besar Harcourts cukup diperhitungkan para pesaing.  Ia tercatat sebagai salah satu broker properti yang sukses melebarkan sayapnya kesejumlah negara. Yaitu, Australia, Canada, China, Fiji, Hongkong, New Zealand, Afrika Selatan, UEA, Amerika Serikat, dan Indonesia. Di Indonesia, bisnis ini masuk secara waralaba sejak 2008 di bawah nama besar Panin Group. Dengan sistem waralaba yang dianut, Harcourts telah memiliki 36 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yakni, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Palembang, Bekasi, dan Cibubur. Dalam menawarkan berbagai layanan real estate, seperti penjualan perumahan, komersial, dan rural properti serta layanan manajemen properti, Harcourts menempatkan hubungan saling percaya dan menghormati dengan semua kliennya. Filosofi inilah yang menjadi kesuksesan Harcourts baik di luar maupun dalam negeri. CEO Harcourts Indonesia, Nandar Gunawan, menjelaskan, selain memberi jaminan kekuatan merek, training yang baik, teknologi yang canggih, dan networking yang luas, secara lokal Harcourts berada di Grup Panin  sehingga telah memiliki banyak strategi partner. “Selain itu, Harcourts juga memiliki lini bisnis lain yang bisa mensupport kinerja Harcourts  itu sendiri misalnya asuransi, dan sekuritas,” kata Nandar Gunawan. Sebagai bisnis yang bergelut di broker properti yang memungkinkan setiap SDM (Sumber Daya Manusia) berhadapan langsung dengan pelanggan, maka kualitas SDM itu sendiri menjadi sangat penting. Olehnya itu, Harcourts memiliki pusat pendidikan sendiri untuk persoalan ini. “Kita memiliki Harcourts academy sendiri untuk membantu orang-orang yang bergabung dengan kita agar lebih sukses dan mereka bisa melayani klien dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan profesional,” papar Nandar. Terkait dengan pusat pelatihan SDM tersebut, Harcourts telah menerima penghargaan sebagai The Best Training and Education beberapa bulan lalu. Harcourts lanjut Nandar tidak hanya menerima pelatihan mendalam profesional untuk industri, tetapi juga memiliki komitmen untuk membangun hubungan pribadi yang bermakna dan asli dengan klien. Sebab menurutnya, sukses membeli dan menjual real estate hanyalah soal pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Volume besar arahan dan bisnis yang berulang dihasilkan adalah bukti bahwa ini bekerja untuk kepuasan semua orang,” papar Nandar. Bisnis ini memang fokus ke sistem dan kultur yang baik, serta keunggulan teknologi yang mumpuni untuk mendukung operasionalnya. Harcourts juga telah dianugerai Apple karena memmiliki Apps terbaik di dunia. Di Indonesia Harcourts berkembang dengan jalur waralaba dengan  royalti 9% perbulan dari gross komisi.   Julhan Sifadi    
Read More
Hoooters, Restaurant Mengusung Konsep “Pelayan Seksi”
Baru baru ini, media sosial Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta dan Bali, dalam waktu dekat. Hooters telah mengonfirmasikan kehadirannya di Indonesia. Tidak hanya itu, Hooters Indonesia juga sudah punya laman Facebook sendiri. Sejak 22 September 2016, laman Facebook Hooters Indonesia sudah di-like 3.857 akun dan dibicarakan oleh 2.535 akun. Wajar saja jika sejumlah warga Indonesia sangat berminat menjajal restoran tersebut. Pasalnya, Hooters terkenal berkat para pelayan seksi yang disebut Hooters Girl. Menilik sejarahnya, Hooters di negara asalnya, Amerika Serikat, bukanlah nama baru. Restoran tersebut didirikan pertama kali pada 1 April 1983 oleh konsorsium pengusaha asal Clearwater, yakni Lynn D. Stewart, Gil DiGiannantonio, Ed Droste, Billy Ranieri, Ken Wimmer dan Dennis Johnson. Ada alasan tersendiri mengapa Hooters didirikan pada tanggal yang terkenal dengan lelucon ‘April Mop’ itu. Melansir laman resmi Hooters, disebutkan bahwa keenam pendiri merasa prospek restoran itu akan suram. Pemikiran mereka, jikapun gagal, mereka punya alasan dengan mengatakan Hooters hanyalah lelucon. Restoran pertama Hooters berlokasi di bekas klub malam yang mereka beli dengan harga murah. Terlebih lagi, pada waktu itu, lokasi tersebut dikenal sebagai ‘kuburan bisnis’ karena banyaknya usaha yang gagal sebelumnya. Setahun berjalan, pada 1984, pengusaha Hugh Connerty, membeli lisensi Hooters dari keenam pendiri awalnya. Setelah itu, Hooters terus berpindah kepemilikan hingga akhirnya pengusaha Robert H. Brooks dan kelompok investor di Atlanta, mengakuisisi restoran yang tengah berkembang itu pada 2002. Pada waktu itu, Hooters mulai melebarkan sayap. Tiga restoran yang berlokasi di Tampa Bay, Chicago dan Manhattan, New York, dikelola oleh Brooks dan dikontrol secara langsung oleh perusahaan induk di Clearwater. Sementara sisanya dijadikan waralaba yang dikelola oleh Hooters of America. Di bawah asuhan Brooks, Hooters menjadi brand internasional. Terus bertumbuh hingga kini punya 160 restoran di Amerika, dan 430 waralaba di seluruh dunia. Informasi selengkapnya bisa Anda simak liputannya di Majalah Franchise versi cetak edisi November 2016. Alvin Pratama                            
Read More
Aunt Milk Tea, Pemimpin Pasar Waralaba Minuman asal China siap Masuk Indonesia
Indonesia siap-siap kedatangan salah satu pemimpin pasar waralaba minuman asal China. Seperti apa sepak terjangnya? Tidak lama lagi Indonesia akan kehadiran salah satu waralaba asal China dengan merek Aunt Milk Tea. Ia adalah pemimpin pasar untuk waralaba jenis minuman di China dengan ribuan oultetnya yang tersebar di berbagai kota. Betty You, Exporting Sales Direktor, dalam wawancara khusus di Jakarta, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mencari mitra potensial di Indonesia. “Tetapi sebelum kita masuk dengan cara franchise, kita hendak membuka pusat distribusi produk dulu,” kata Betty. Ia menjelaskan, pembukaan pusat distribusi itu akan melibatkan mitra lokal sehingga akan memudahkan distribusi produk ke outlet-outlet waralaba. “Memang tidak mudah untuk masuk dalam satu negara tanpa itu (tanpa pusat distribusi), sehingga kami memutuskan untuk mencari mitra lokal yang fokus pada produk retail terlebih dahulu,” ucap Betty. Di negara asalnya, Aunt Milk Tea, merupakan oultet yang menyajikan berbagai hidangan berbahan dasar susu segar dengan banyak varian toping. Ia membawa diri sebagai outlet dengan sajian minuman sehat. Beberapa produknya antara lain, Brulee Milk Tea, Fresh Taro Milk Tea, Mango Coconut Sago, Fresh Gree Tea, Mil Tea With Sticky Rice, dan lain-lain. “Kami memadukan kesegaran buah dan variang toping dalam setiap sajian minuman kita,” papar Betty. Secara keseluruhan, produk yang disajikan kurang lebih 30 jenis dengan kategori 11 jenis milk tea, 6 jenis fresh fruits tea, 3 jenis fresh taro, 5 jenis macchiato, 4 jenis fresh milk, 4 pilihan smoothies, dan 5 jenis coconut milk. Dengan berbagai jenis minuman tersebut, segmen pasar yang dibidik adalah berbagai usia. “Karena produk kita minuman segar dan sehat, semua akan menyukainya,” ucap Betty. Di China, mayoritas tipe outletnya adalah mini kafe dengan beberapa meja, tetapi tipe tersebut bisa disesuaikan dengan luas lokasi dan keinginan para calon investor atau calon franchisee. Namun jika mengacu pada outlet yang telah beroperasi di negara asalnya, Aunt Milk Tea, ada yang beroperasi dengan 2 meja, 4, 6 meja, bahkan lebih dari 6 meja. Sementara untuk lokasinya sendiri, Aunt Milk Tea, memprioritaskan di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan atau mal, atau tempat-tempat hiburan. Setiap outletnya didesain dengan standar Aunt Milk Tea, yakni memadukan warna-warna cerah seperti kuning, cream, dan cokelat. Lalu bagaimana dengan persaingan di Indonesia untuk jenis minuman seperti ini? “Kita optimis memiliki keunggulan dari bahan baku, maupun konsep bisnis karena kita sudah memiliki pengalaman yang cukup dan minuman kita kita bisa pastikan akan cocok dengan selera masyarakat Indonesia,” kata Betty. Julhan Sifadi    
Read More
Ssikkek Korean BBQ, Restoran Korea Berkonsep Buffet
Waralaba restoran yang satu ini berbeda dengan maskan Korea lain. Ssikkek Korean BBQ menawarkan konsep buffet dalam menyajikan menunya. Sebagaimana familiar di benak masyarakat Indonesia pada umumnya yang mencintai masakan-masakan Korea, bahwa masakan Korea terbilang mahal. Mungkin inilah yang melatarbelakangi  Ssikkek Korean. Dengan konsep buffet yang ditawarkan ke pelanggan, Ssikkek  berusaha menawarkan harga yang cukup terjangkau tanpa mengurangi kualitas kelezatan makanannya. Bagi yang hendak mencicipi masakan Korea yang lezat, tapi relatif murah, bisa mencoba berkunjung ke Ssikkek Korean BBQ. Tidak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia juga rupanya restoran ini telah ada. Ssikkek telah hadir di tanah air sejak pertengahan 2013 dibilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sanalah outlet pertama Ssikkek Korean BBQ berdiri hingga saat ini. Sementara gerai keduanya berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yang juga masih Jakarta Utara. Konsep buffet atau prasmanan yang diusung restoran ini membuat pelanggan yang datang bisa sesuka hati menikmati menu yang beraneka ragam. Mulai dari jenis kimchi, sushi ala Korea, hingga berbagai pilihan Korean BBQ. “Kebanyakan yang datang adalah anak muda. Namun cukup beragam juga konsumen kami. Ssikkek menawarkan konsep baru BBQ Korea dengan harga terjangkau,” ungkap Florentsya, Owner Ssikkek.   Di tempat tersebut, terdapat berbagai menu pilihan daging untuk panggangan, di antaranya rusuk pendek daging sapi, bulgogi, dan daging pork belly atau biasa disebut samgyupsal. Menu lain yang ditawarkan adalah jjigae, yakni semacam sup ala Korea, bancahan, atau lauk ala Korea, serta hidangan lainnya, seperti japchae, kimbap, dan tokpokki. Menu yang disebut paling akhir adalah semacam kue yang terbuat dari beras dan termasuk street food terkenal di negara asalnya. “Kami juga memperkenalkan menu hotpot Korea, yaitu budae jjigae yang nikmat disantap ketika disajikan panas beruap. Pelanggan juga bisa memilih sendiri bahan-bahan yang ada di dalamnya sesuai keinginan,” tambah Florentsya. Ssikkek Korean BBQ juga menyajikan sembilan jenis daging tambahan yang melengkapi hidangan tertentu, seperti myolci (nasi goreng dengan teri), nasi goreng kimchi, dan kembang kol goreng. Diketahui, Ssikkek merupakan restoran waralaba asal Singapura yang awalnya dimiliki oleh Kim, orang Korea yang melakukan perjalanan jauh ke Singapura. Tepatnya ke Tanjong Pagar, Singapura. Ssikkek memiliki arti “para tamu yang datang ke dalam suatu rumah makan”. Julhan Sifadi
Read More
5asec Dry Clean, Waralaba Laundry Premium Asal Prancis Yang Sukses di Indonesia
Setelah sukses mengembangkan bisnisnya di negeri asalnya, 5aSec Dry Clean rupanya serius untuk berkompetisi di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan membuka sejumlah gerainya yang berada di Batam, Palembang, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Manado, dan Makassar. 5aSec Dry Clean membuka cabang pertamanya di tahun 1968 di Prancis, berdasarkan konsep yang benar-benar inovatif  untuk memberikan pembersihan dan layanan binatu kering. Tidak hanya kualitas yang baik dan harga rasional, tetapi juga pengiriman cepat. Sejak itu, laundry ini telah mengalami perkembangan pesat dan sukses sebagai akibat dari tawaran komersial tepat waktu diluncurkan. Beroperasi hari ini di 30 negara di seluruh dunia kelompok ini mulai ekspansi di Prancis dengan membuka toko di seluruh negeri sebelum berhasil membobol pasar internasional, baik secara langsung maupun melalui master waralaba. Lewat PT Grita Artha Kreamindo, 5asec Dry Clean mulai beroperasi di Indonesia pada 1993.  “toujours la pour moi " yang berarti "selalu ada untuk saya" bukan hanya slogan. 5aSec Dry Clean Indonesia berkembang pesat dan saat ini telah hadir di kota-kota besar di Indonesia. Tidak seperti laundry lainnya di Indonesia, di setiap gerai  5aSec Dry Clean  dilengkapi dengan mesin standar internasional dan konsep gerai yang bernilai seni yang khas. Hal ini tentu saja mengikuti standarisasi gerai yang ada di Perancis. Tak hanya itu di laundry ini sangat mampu dalam hal tim profesional untuk memastikan hasil yang berkualitas tinggi . Setiap gerai juga dilengkapi dengan mesin cuci dan perlengkapan laundry lainnya. Cara ini ditempuh untuk memudahkan quality control tiap gerai. Pelanggan bisa melakukan laundry cepat, misalnya satu jam. Dan, bila terjadi kehilangan pakaian, langsung bisa dicari di gerai tersebut. Beberbeda dengan tempat cucian lain yang di-pool di tempat tertentu. Kalau ada baju yang kurang susah mencarinya. Di 5aSec, setiap gerai hanya menerima maksimal 2.000 potong pakaian. Harga per potong pakaian Rp 30-65 ribu. 5aSec Dry Clean Indonesia bisa dikatakan pionir dalam perawatan tekstil berdasarkan pengetahuan dan keahlian dalam merawat pakaian dan linen. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan berkualitas cepat dan tinggi ke nomor tumbuh dari klien. Di Indonesia sendiri 5asec Dry Clean dimiliki oleh keluarga Joes Noerdin. Gerai 5asec pertama kali hadir di kawasan elite Pondok Indah (1990-an awal). Kini, 5asec  dikelola oleh Masayu Shaskia Noerdin, Direktur Pengelola PT Grita Artha Kreamindo. Saat bergabung di 5asec tahun 2008, Shaskia tak langsung duduk di kursi empuk dan tinggal memberi komando. Dia harus magang dulu jadi tukang cuci dan setrika di gerai 5asec Pondok Indah. “Selama tiga bulan saya di posisi paling bawah, agar lebih paham dunia laundry,” kata wanita kelahiran 2 November 1986 ini. Setelah lulus menjadi “karyawan”,  Shaskia masuk ke divisi pemasaran, lantas ke divisi keuangan, hingga akhirnya menjadi komandan 5asec setelah lebih dari satu tahun bergabung. Alvin Pratama
Read More
Jetts Fitness, Pelopor Fitnes Asal Australia Bersiap Masuk Indonesia
Pelopor fitness dari Australia ini telah melakukan ekspansi internasional ke berbagai negara Asia. Salah satunya Indonesia. Seperti diketahui fitnes asal negeri Kanguru ini didirikan pada tahun 2007. Hingga saat ini jumlah cabang Jetts Fitness lebih dari 270 gym di seluruh Australia, Selandia Baru, Thailand dan Belanda. Jetts Fitness adalah salah satu ‘home-grown’ fitness franchise yang paling sukses di Australia. Jetts Fitness menawarkan member (keanggotaan) dengan biaya rendah dan pilihan keanggotaan bernilai tinggi di mana anggota dapat berolahraga di Jetts Fitness. Dengan tidak ada penguncian dalam kontrak, dan akses 24 jam, dan tidak ada biaya tersembunyi tambahan, Jetts fitness menjadi pilihan konsumen dalam kesehatan dan kebugaran. Ini telah didukung oleh penghargaan Canstar nya untuk ‘pilihan konsumen di pusat kebugaran’ di Australia dan New Zealand pada tahun 2012 dan 2013. Pendiri sekaligus Managing Director Jetts Fitness, Brendon Levenson mengatakan, Thailand mengalami pertumbuhan permintaan untuk layanan fitness karena meningkatnya kelas menengah, yang mempunyai permintaan lebih tinggi untuk klub fitness yang berkualitas yang dibangun dengan kenyamanan dan fleksibilitas. Ekspansi internasional waralaba Jetts Fitness dimulai dengan membangun gerainya di Eropa dimulai dengan Belanda. Glenn Yee, Direktur Jets Asia mengatakan, pembukaan gym di Bangkok adalah waktu yang sangat menarik untuk Jetts dengan diikuti oleh negara-negara Asia yang lain. Brendon memutuskan Thailand menjadi negara pertama yang dimasuki Jetts Fitness setelah 18 bulan riset dan melakukan analisis pasar di Asia. Faktor-faktor yang mendukung termasuk fakta, bahwa Thailand adalah pusat bisnis utama untuk Asia Tenggara dan ditetapkan untuk menjadi hub logistik ASEAN. “Di atas itu ada lebih dari 10 juta orang hanya di pusat Bangkok saja, dan kami mengidentifikasi kurangnya fasilitas fitness yang menawarkan kesepakatan yang adil untuk anggota,” katanya. Pasar Asia, khususnya Thailand, katanya, masih banyak dalam masa pertumbuhan, tetapi tumbuh cepat. Industri fitness yang ada memberikan biaya yang tinggi dan memberikan kontrak 12 atau bahkan 18 bulan kepada membernya. “Kami hanya tidak percaya model seperti itu adalah yang terbaik bagi anggotanya, dan sebaliknya kami bertujuan untuk menyediakan lebih banyak orang dengan kebebasan ketika datang bergabung dengan gym kami,” ujarnya. Brendon mengatakan, fokus Australia pada hidup sehat dan gaya hidup aktif membuat kita pada standar internasional yang tinggi. “Kami melihat bahwa konsumen di pasar lain benar-benar terinspirasi dengan konsep ini, dan merangkul filsafat Jetts Fitness,” ungkapnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2007 di Australia, Jetts Fitness memiliki pertumbuhan yang tinggi secara konsisten, diberi julukan BRW #1 Fastest Growing Franchise dan mendapat sejumlah penghargaan termasuk Canstar Blue Customer Satisfaction Award untuk dua tahun berjalan. Jetts Fitness sekarang mencari mitra bisnis yang berkualitas di Indonesia untuk membantu memperluas bisnis. Glenn Yee mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat besar yang memiliki ikatan yang kuat ke Australia. Brendon percaya bahwa kurangnya kompetisi, dengan arti saat ini masyarakat Indonesia membayar biaya keanggotaan yang lebih tinggi dengan menerima pelayanan standar. “Kami ingin masuk ke Indonesia sehingga anggota dapat menerima kesepakatan yang adil,” tandasnya. Alvin Pratama
Read More
Sukses di 6 Negara, kini Masuk Indonesia
Sukses di 6 negara, Hot & Roll kini masuk Indonesia dan siap bersaing dengan waralaba-waralaba yang ada saat ini. Seperti apa peluang bisnisnya? Industri waralaba tanah air kembali kehadiran tamu asal negeri Jiran dengan merek Hot & Roll. Bisnis ini telah beroperasi sejak 8 tahun lalu di negeri asalnya Malaysia. Didirikan pada 2008 oleh Mr. John Madsen sebagai Chairman Hot & Roll Holdings Sdn. Bhd., mantan CEO dari Karlsberg Brewery malaysia, Munchy Food Industries Sdn. Bhd. Sekarang menjabat sebagai Direktur Kawan Food Berhard, produsen terbesar di Malaysia berbasis makanan roti beku dengan tujuan ekspor ke seluruh dunia. Sebelum menginjakkan kakinya di Indonesia, Hot & Roll, telah sukses di tujuh negara antara lain, Malaysia, Singapura, Australia, Dubai, Kamboja, Myanmar, hingga Amerika Serikat. Hot & Roll di Malaysia sendiri sudah lebih dari 100 outlet dan terus berkembang ke seluruh dunia. Dibawa oleh Wiwiet Widyastuti sebagai master franchise Indonesia, Hot & Roll kini mulai menawarkan konsep kemitraan dengan empat tipe kafe dan booth. Investasi yang ditawarkan mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 700 juta. “Investasi mulai Rp 200 juta sampai Rp 700 juta. Rp 200 juta sampai Rp 500 juta untuk tipe booth dan Rp 700 juta untuk tipe kafe,” kata Wiwiet. Franchise fee yang dibebankan kepada mitra  yaitu Rp 100 juta untuk lima tahun, namun untuk start up ini dimulai dengan Rp 50 juta untuk lima tahun dan royalti 5 persen saja. Sistem operasional bisnis Hot & Roll dilengkapi dengan epos system tercanggih saat ini sehingga semua transaksi keuangan dan bahan baku terdeteksi oleh pemilik secara akurat dan transparan meski dari jarak jauh. Sebagai pebisnis yang memiliki kepiawaian di bidang kuliner, Wiwiet memahami bahwa sebelum menawarkan franchise kepada mitra ia harus terlebih dahulu membuktikan bisnisnya itu sukses atau tidak. Demikian pula terhadap Hot & Roll. “Sebelum kita tawarkan kepada calon mitra saya buka dulu 3 outlet untuk membuktikan bahwa ini cukup bagus sehingga saya berani menawarkan sistem franchise kepada orang lain,” ujar Wiwiet. Sejak masuk tahun 2015, Hot  Roll di Indonesia telah berkembang di empat kota yaitu Depok, Jakarta, Tangerang, hingga Batam, Kepulauan Riau. Di Depok, Hot & Roll hadir di Mal Cinere lantai 3, dan Jakarta ada di Mal Ambassador lantai 4 Food Distric. Sementara di Tangerang, hadir di Supermal Karawaci area Time Zone lantai LG. “Di Batam kita ada di Mal BSC lantai 3, Batam, Kepulauan Riau,” papar Wiwiet. Bisnis ini memiliki kualitas produk yang cukup baik, produknya sangat krispi atau garing. Empuk dilidah dan racikan bumbu pada tepungnya begitu khas. Bahkan dimasukkan kulkaspun produknya masih krispi dan tetap enak. “Proses penyajiannya juga sangat praktis,” tambah Wiwiet. Hot & Roll memiliki banyak varian menu seperti Pizza Beef, Chicken & Cheese, Chicken Sausage, Soft Paratha, Crispy Crepe, Crunchy Peanut, Banana Chocolate, BBQ Chicken, Chicken Floss, Satay Chicken, Chicken Rendang, Crispi Ice Cream, dan lain-lain. Disetiap oultetnya, Hot & Roll juga menawarkan berbagai minuman pendamping menu makanannya antara lain Nestle, NU Green Tea hingga coffee berkualitas dari biji kopi Arabica pilihan dengan kisaran harga mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu untuk minuman, dan RP 11 ribu hingga Rp 25 ribu untuk makanan. Di negeri asalnya Malaysia, Hot & Roll menjadi salah satu waralaba terbaik. “Di Malaysia bisnis ini menjadi Big Five the Best Franchise dan telah ada sejak 7 hingga 8 tahun lalu,” kata Wiwiet. Melihat berbagai keunggulan Hot & Roll, Wiwiet optimis dengan targetnya di tahun ini untuk mengembangkan hingga 100 outlet di berbagai kota di Indonesia. Julhan Sifadi  
Read More
Saisyokuchanoma COO Bersiap Masuk ke Indonesia
Saisyokuchanoma COO yang berkantor pusat di Perfektur Shizuoka, kota Mishima di Jepang berencana untuk ekspansi ke Jakarta lewat Franchise maupun Business Opportunity (BO). Konsep dari COO yaitu menghidangkan sajian dengan menggunakan berbagai jenis bahan makanan untuk dapat dinikmati bersama-sama. Nama “Saisyokuchanoma” merupakan gambaran dari konsep restoran ini. Dengan interior restoran yang modern dan meja counter yang rendah, restoran ini memiliki desain yang unik sehingga para tamu dapat bersantai tetapi tetap memiliki privasi. Sajian dihidangakan dengan menggunakan bahan-bahan natural yang baik bagi kesehatan dan juga bahan-bahan musiman untuk menghasilkan kreasi yang unik. Meskipun harga makanan lebih mahal sekitar 20% bila dibandingan dengan harga restoran pada umumnya, namun para tamu yang datang dijamin dapat menikmati kehangatan yang ditawarkan oleh Saisyokuchanoma COO dengan konsepnya yang unik sehingga banyak tamu yang datang kembali. Saat ini ZEN corporation, perusahaan yang mengoperasikan Saisyokuchanoma COO di kota Mishima, Numazu, dan Gotenba, juga mengelola 4 gerai La Coo, restoran yang menghidangkan sajian yang di-arrange ala Barat. Terkait dengan ekspansi ke Indonesia, ZEN Corporation telah membuka juice bar di AEON MALL BSD CITY pada bulan Mei tahun lalu. Alasannya, ZEN Corporation ingin mengembangkan bisnis yang sudah ada di Jepang melihat semakin banyaknya jumlah ekspatriat dari Jepang seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan dan pabrik Jepang di Jakarta maupun di luar Jakarta. Direktur ZEN Corporation, Bapak Endo mengharapkan agar orang-orang Jepang dan juga penduduk Indonesia yang tertarik dengan kreasi makanan Jepang modern dapat menikmati sajian dan konsep yang ditawarkan oleh Saisyokuchanoma COO. Sajian yang ditawarkan Saisyokuchanoma COO terdiri dari appetizer, menu sayur, sajian panggang, sajian goreng dan shichirin (anglo dari tanah liat). Appetizer yang disajikan adalah hidangan pembuka yang biasanya dinikmati dengan minuman beralkohol di Jepang, seperti cream cheese yang direndam dengan miso yang baik bagi kesehatan dan salad yang dicampur dengan chips yang terbuat dari sayuran dan kreasi menu unik lainnya. Adapun menu sayur yaitu menu yang dihidangkan dengan menggunakan sayur-sayuran segar. Terdapat pula menu sayuran yang dipadu dengan roast beef, seafood dan bahan makanan segar lainnya. Selain itu, Saisyokuchanoma COO juga menawarkan menu yang paling unik, yaitu Shicirin atau lebih dikenal dengan anglo tanah liat. Shichirin adalah salah satu jenis barbecue dengan menggunakan anglo. Selain diggunakan untuk memanggang udang, sayuran dan bahan makanan lainnya, anglo ini juga digunakan untuk memanggang daging sapi yang sudah diproses menjadi lunak yang merupakan salah satu menu unik di Saisyokuchanoma COO. Untuk ekspansi ke Jakarta, ZEN corporation berencana untuk membangun total 10 gerai pada daerah-daerah di mana banyak ekspatriat dari Jepang dan Korea tinggal, terutama di kawasan industri, perkantoran dan hotel. Karena ZEN Corporation telah memiliki usaha di Indonesia, maka apabila ada mitra bisnis yang tertarik untuk membeli franchise Saisyokuchanoma COO, ZEN Corporation percaya bahwa mereka dapat memberikan support yang cukup hingga gerai mulai beroperasi. Tabel berikut merupakan investasi awal dan laporan laba rugi Saisyokuchanoma COO di Jepang untuk digunakan sebagai referensi terkait rencana ekspansi ke Indonesia. Tabel 1 Investasi awal yang dibutuhkan di Jepang (tidak termasuk deposit) Biaya Jumlah (juta rupiah) Konstruksi interior dan eksterior 1404 Biaya operasional lainnya 351 Total 1755 Tabel 2 Laporan laba rugi berdasararkan hasil laporan di Jepang  Subjek Jumlah (juta rupiah) ?Rasio  Penjualan 468 100.0%  Biaya 140 30.0%  Biaya administratif 234 50.0%  Laba usaha sebelum penyusutan 94 9.4% (Dihitung dengan royalti sebesar 5%) Angka penjualan per bulan sebesar Rp 468 juta rupiah (gerai seluas 86 m2 dengan jumlah meja sekitar 48 meja), laba usaha sebelum penyusutan setelah dipotong 5% royalti diperkirakan sebesar Rp 94 juta rupiah. ROI diperkirakan sebear Rp17.550.00.000,- dengan jangka waktu pengembalian modal selama kurang lebih 1,7 tahun. Apabila dibandingkan dengan biaya tenaga kerja di Jepang, biaya tenaga kerja di Indonesia lebih rendah sekitar 10% dan laba usaha sebelum penyusutan per bulannya diekspektasikan sekitar Rp 140.800.000. Walaupun sekiranya jumlah investasi awal di Indonesia sama dengan jumlah investasi awal di Jepang pun, ZEN Corporation percaya bahwa jangka waktu pengembalian modal di Indonesia akan lebih cepat sekitar 1.1 tahun. ZEN Corporation berencana untuk memfokuskan rencana ekspansinya ke kota Jakarta dan sekitarnya dan berencana untuk membuka 10 gerai dalam jangka waktu 5 tahun. Untuk gerai pertama, ZEN Corporation berencana menggunakan sistem sharing initial fee dan royalty fee dengan mitra bisnis di Indonesia dan menyerahkan pengembangan restoran kepada mitra bisnis di Indonesia (Dihitung dengan kurs 1 yen = Rp117). Zaziri
Read More
Berburu Laba dari Permainan Ala Detektif
Permainan memecahkan escape room biasanya ditemui pada dunia maya, berbeda dengan Escape Hunt yang memecahkan escape room di dunia nyata. Seperti apa peluang bisnis franchise dari Thailand ini?   Bayangkan diri Anda dan rekan terkunci dalam sebuah ruangan. Untuk bisa keluar ruangan itu, Anda harus memecahkan teka-teki yang diberikan. Beberapa petunjuk diberikan untuk membantu. Anda dan rekan pun harus menyisir ruangan tersebut hingga menemukan kunci keluar. Waktu kalian terbatas, jadi berpikir cepat sangat dibutuhkan di sini. Menegangkan bukan? Itulah sekelumit gambaran dari permainan di escape room. Kalau selama ini, situasi menegangkan dengan tema escape room biasanya ditemukan pada permainan di dunia maya. Nah, sekarang Anda bisa merasakan sendiri ketegangan dan keseruan permainan ini secara nyata. Permainan ini merupakan petualangan fisik. Intinya Anda bersama minimal seorang rekan dikunci dalam ruangan dan harus menemukan jalan keluar dalam waktu terbatas, yakni satu jam saja. Bisa dikatakan Anda juga berperan jadi detektif dalam permainan ini lantaran Anda harus memecahkan kasus terlebih dulu sebelum menemukan kunci keluar. Di luar negeri, permainan escape room ini bukan hal baru. Banyak pemain malah menawarkan waralaba. Tak heran bila di tiap negara terdapat permainan semacam ini. Namun di Indonesia, permainan ini baru masuk pada 2014. Beberapa usaha permainan Escape Room berasal dari luar negeri yang masuk lewat jalur franchise. Namun, pemain lokal juga sudah berani menciptakan permainan serupa. Bahkan ada juga yang menawarkan peluang franchise. Salah satunya adalah The Escape Hunt Experince yang mempelopori permainan escape room ini di Indonesia. Escape Hunt pertama kali berdiri di Bangkok, Thailand, pada Juli 2013. Adalah Wito Krisnahadi yang membawa permainan ini ke Indonesia. Pria akrab sapaan Wito ini bercerita, ketika berkunjung ke Bangkok bersama keluarga pada 2013, ia sempat mencicipi pengalaman jadi detektif di Escape Hunt. Pengalaman itu begitu berkesan bagi Wito dan keluarganya. Merasa penasaran dengan Escape Hunt tak lama ia menghubungi pemilik franchise. “Bagi saya, permainan ini merupakan sesuatu yang baru dan belum pernah ada di Indonesia. Makanya saya tertarik merintis usaha ini,” ujar pemegang Master Franchise Escape Hunt Indonesia. Butuh waktu sekitar lima bulan bagi Wito untuk mendirikan Escape Hunt. Setelah mendapat cetak biru konsep permainan ini dari pihak pusat (franchisor), ia harus menyiapkan lokasi usaha, rekrutmen karyawan, mengumpulkan perabot yang dibutuhkan, hingga konstruksi bangunan. Untuk mencari bangunan yang standar pusat, ia harus mencari furniture yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pihak pusat. Belum lagi proses konstruksinya. “Sempat ada kesalahan karena kontraktor awalnya bingung mengapa saya butuh bangunan yang khusus. Maklum, mereka belum pernah bikin,” ungkap pria berusia 42 tahun ini. Selain franchise fee, katanya, pembangunan tempat usaha ini memakan biaya yang cukup tinggi. Bila ditotal, Wito merogoh kocek hampir Rp 2 miliar hingga Escape Hunt bisa beroperasi. Bahkan ia harus merekrut delapan orang karyawan yang tugasnya merangkap sebagai tenaga administrasi dan game master. Tugas game master ialah menyambut, mendampingi, dan membantu pengunjung memecahkan kasus hingga keluar dari ruangan. Escape Hunt berada di ruko seluas 200 meter persegi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Sebenarnya sejak April 2014, pengunjung sudah bisa menikmati permainan ini. Namun Wito baru membuka Escape Hunt sebulan kemudian. Pada bulan pertama, untuk menarik pengunjung, Wito gencar berpromosi. Dia memberi potongan biaya hingga 50% bagi pengunjung. “Awalnya saya mengajak orang-orang yang saya kenal dahulu. Selanjutnya, pemasaran word of mouth yang berjalan,” kata dia. Akan tetapi, Wito juga mengungkapkan, timnya kerap menggaet konsumen melalui jejaring media sosial, terutama Instagram. Wito tadinya menargetkan para ekspatriat atau turis sebagai pasar Escape Hunt Jakarta. Pasalnya, dulu permainan ini tak begitu akrab untuk orang Indonesia. Itu juga sebabnya ia memilih kawasan Kemang untuk jadi lokasi usaha. Namun, lama-kelamaan warga lokal pun tertarik pada permainan ini. Escape Hunt buka setiap hari sejak pukul 9.30 pagi hingga 9.30 malam. Sebelum bermain, pengunjung harus memesan dulu. Meski permainan dalam ruangan berlangsung selama sejam, total waktu yang dihabiskan tiap grup mencapai 1,5 jam. Setelah memecahkan kasus dan meloloskan diri dari ruangan, peserta dijamu pesta teh sederhana, lalu berfoto. “Kami menyediakan perlengkapan untuk pengunjung yang mau mendokumentasikan pengalaman di Escape Hunt,” katanya. Di seluruh dunia, setidaknya ada 23 gerai Escape Hunt yang berlokasi di Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, Inggris, Australia, Portugal, Spanyol, Paris, Jerman, dan Meksiko. Di Indonesia telah terdapat tiga gerai Escape Hunt. Selain di Jakarta, permainan ala detektif ini sudah hadir di Surabaya dan Bali. Wito menjelaskan, di tiap gerai, permainan atau kasus yang ditawarkan berbeda-beda. Bila pernah main di Escape Hunt Jakarta, Anda akan menemukan kasus yang berbeda di gerai lain. Ia punya wewenang untuk memilih kota lain jika ingin membuka gerai Escape Hunt baru. “Misalnya, ada yang mau buka di kota lain, harus menghubungi saya dulu. Bila saya mau buka di situ maka orang lain tak boleh buka Escape Hunt juga,” jelasnya. Escape Hunt menyediakan enam ruangan dan tiga jenis kasus yang bisa dimainkan. “Sekarang, pengunjung bisa memilih dari lima kasus yang ada. Bila berhasil menyelesaikan satu kasus, masih ada pilihan kasus lain yang bisa dicoba. Rencananya, tiap tahun akan ada penambahan kasus baru,” kata Wito. Menurut Wito, permainan di Escape Hunt didesain untuk bisa dinikmati berbagai usia mulai 5 tahun hingga oma opa. Permainan ini diikuti setidaknya dua orang dalam satu grup. Escape Hunt mengenakan biaya permainan Rp 600.000 per grup yang terdiri dari dua orang. Semakin banyak orang yang tergabung dalam grup, biaya semakin murah. Grup berisi tiga orang harus membayar tarif Rp 825.000, empat orang Rp 960.000 dan lima orang Rp 1,5 juta. “Maksimal lima orang per grup,” ujarnya. Dijelaskan Wito, peluang untuk usaha ini cukup bagus. Apalagi ketika masa akhir pekan atau liburan, jumlah pengunjung bisa bertambah 15%. Namun, angin persaingan pada usaha ini semakin kencang. Pemain baru bermunculan hampir tiap bulan untuk memanfaatkan momen tren permainan escape room. Munculnya pemain baru, diakui Wito, memengaruhi jumlah pengunjung. “Pengunjung dari luar kota, misalnya Bandung, berkurang karena di kota itu juga sudah ada permainan serupa,” kata Wito. Meski tak menyebutkan angka pasti, Wito mengungkapkan, setiap hari selalu ada pengunjung Escape Hunt. Agar pengunjung tak berpindah ke permainan lain, Escape Hunt fokus pada layanan pengunjung. “Permainan mungkin hampir sama, tapi kami mengusahakan agar pengunjung punya pengalaman yang nyaman dan berkesan selepas bermain di sini,” tegasnya. Andaikan dalam sehari ada empat grup pengunjung yang masing-masing terdiri dari dua orang, maka usaha seperti ini bisa mendapat pemasukan Rp 72 juta saban bulan. Menggiurkan bukan? Alvin Pratama
Read More