Yunny Boenniardy Wijoyo, Sukses Mendirikan Sekolah Kursus Bahasa Mandarin Berstandar Internasional

Wanita yang satu ini sudah tinggal di Taiwan selama 18 tahun. Namun ia melihat fakta yang memprihatinkan di Indonesia, kesulitannya murid-murid Indonesia memahami Bahasa Mandarin.

Pemilik nama lengkap Yunny Boenniardy Wijoyo ini pun berinisiatif mendirikan sekolah kursus bahasa Mandarin untuk memenuhi kebutuhan kursus Mandarin dengan standar internasional dengan model pembelajaran yang efektif. Pasalnya, ada gap yang cukup jauh antara murid dan guru dalam memahami dan mempelajari bahasa Mandarin.

“Kami melihat kesulitan murid-murid di Indonesia dalam memahami Bahasa Mandarin. Ada gap antara guru dan murid yang terlalu jauh dan tidak memiliki standar internasional, serta masih menggunakan metode lama yang kurang efektif untuk usia anak-anak. Hal ini membuat murid kesulitan untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Bahkan murid-murid merasa trauma dan anti dengan Bahasa Mandarin,” ujar Yunny Boenniardy Wijoyo.

Berbekal latar belakang pendidikan Taiwan dan tinggal di sana selama 18 tahun, Yunny mendirikan Xile Mandarin, sekolah kursus bahasa Mandarin pada tahun 2005. “Kami memiliki latar belakang pendidikan di Taiwan dan tinggal di Taiwan selama 18 tahun sehingga hal ini menjadi bekal kami untuk menjembatani bahasa dan budaya Mandarin kepada anak-anak di Indonesia,” ujarnya.

Yunny memulai bisnis sekolahnya dengan menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan umur siswa didiknya. Ia juga membangun tim R&D untuk menopang kurikulum sekolahnya. Setelah itu ia memgembangkan materi sesuai kebutuhan murid-murid. “Model kursus, kurikulum kami juga mempunyai kurikulum sendiri dengan standar internasional mandarin,” paparnya.

Dijelaskan, target usia anak murid Xile Mandarin adalah anak usia mulai 1 tahun hingga 12 tahun. “Untuk usia 1-3 tahun kami menggunakan merode Mintessori yang menyenangkan dan membuat anak-anak lebih menikmati pembelajaran Bahasa Mandarin. Usia 4-6 tahun kami menggunakan materi sendiri sesuai dengan kebutuhan di usia tersebut. Sedangkan untuk usia 7-12 tahun, Xile Mandarin menggunakan kurikulum YCT yang memiliki standar internasional China,” jelasnya
Dalam perjalanannya, Xile Mandarin berkembang baik memiliki 15 outlet yang tersebar di beberapa kota Indonesia. Menariknya, sekolah ini memiliki omzet di atas 100 juta dengan jumlah customer yang datang perbulan rata-rata di atas 100 orang. “Untuk biaya kursusnya, Xile Mandarin mematok dari biaya 500 ribu Rupiah,” ujar Yunny.

Xile Mandarin juga baru-baru ini dinobatkan sebagai brand franchise pilihan Editor Majalahfranchise.com berkat kinerja bisnisnya yang konsisten dan terus melakukan branding untuk mengukuhkan eksistensi bisnisnya.

Bagi anda yang berminat menggeluti bisnis ini bisa bergabung menjadi mitra Franchise Xile Mandarin dengan biaya franchise mulai dari Rp 45 juta sampai Rp 99 juta. “Semuanya kita bantu persiapkan termasuk pemilihan lokasi tempat kursus dan SDM Bagaimana melakukan perhitungan biaya produksi,” kata Yunny.

Ditegaskan Yunny, untuk franchise pendidikan sendiri karena bentuknya jasa, maka keuntungan itu dihitung dari jumlah murid jadi harus memiliki kuantitas murid yang banyak agar mitra franchise bisa cepat balik modal. “Rata-rata mitra franchise kami bisa balik modal usaha dalam kurun waktu 1 tahun,” terbangnya.

Sebagaimana pebisnis pada umumnya yang mengalami kendala di setiap mengawali bisnisnya. Yunny pun mengalami kendala saat memulai bisnisnya yaitu mengedukasi para orang tua tentang pentingnya menguasai bahasa Mandarin untuk anak usia dini di zaman global sekarang ini. “Di tahun-tahun awal, belum semua orang tua sadar akan pentingnya pembelajaran Bahasa Mandarin sejak dini,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, dirinya secara konsisten membangun brand Xile Mandarin sejak awal agar dikenal sebagai kursus Mandarin yang bermanfaat dan berkualitas bagi para murid.

Kendala lainnya adalah terdapatnya level kesulitan Mandarin yang berbeda di setiap sekolah membuat Yunny harus menyesuaikan beberapa kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan murid Xile Mandarin. “Kami juga membuat penyamarataan standarisasi pengajaran setiap guru,” bebernya.

Untuk modal usaha Yunny tidak mengalami hambatan. Menurutnya kesulitannya justru ada pada faktor SDM, yaitu menemukan guru yang tidak hanya memiliki kemampuan sesuai standar yang kami tetapkan tapi juga punya passion untuk mengajar anak-anak. “Cara mengatasinya adalah dengan membuat sistem perekrutan dan training guru,” ungkapnya.

Lalu apa kunci sukses Yunny mengelola bisnis franchisenya? Dikatakannya, bahwa lokasi yg bagus dan franchisee yang aktif menjalankan bisnisnya merupakan penunjang sukses bisnisnya. “Kami menggunakan software untuk memudahkan mitra franchise. Strategi marketing sudah ditetapkan secara baku dari pusat kepada cabang. Kami juga sudah punya gudang penyimpanan sendiri untuk stok buku-buku,” bebernya.

Andalkan Pengajaran Daring di Masa Pandemi
Saat pandemi melanda dunia, hampir semua lini bisnis terkena imbasnya. Begitu pun bisnis Yunny yang terkena imbasnya karena adanya pembatasan jarak. Meskipun sudah ada sistem online namun kendala tetap muncul. “Saat itu orang tua murid dan murid sendiri sulit beradaptasi dengan sistem pembelajaran online.
Ia tidak parah semangat. Dirinya terus berupaya mengadakan kelas Mandarin secara online sampai orang tua murid dan murid bisa beradptasi dengan program pembelajaran daring.

“Kami terus berupaya belajar melalui pembelajadan daring dengan membuat sistem pembelajaran via daring yang menarik. Program ini akhirnya berjalan lancar. Omzet kami pun perlahan-lahan pulih bahkan semakin meningkat dibanding sebelumnya. kami menjalankan pengajaran daring di mana customer dari seluruh indonesia bisa ikut kursus,” tambahnya.

Target Yunny di masa mendatang adalah agar Xile Mandarin dapat dibuka di kota-kota besar dan kota-kota kecil yang belum mendapat kesempatan belajar Mandarin. “Dengan demikian masyarakat Indonesia semakin mudah mengakses dan mempelajari bahasa Mandarin,” pungkas wanita yang memiliki hobi nendengarkan podcast perjalanan karir orang-orang hebat di Indonesia ini.
Zaziri