Hamdan, Mengambil Inspirasi Bisnis dari Customer

Terinspirasi customernya, pria yang satu ini punya cara jitu mengelola bisnis ayam. Kini mitra bisnis kini mencapai 1.200 mitra. Bagaimana kisahnya?

Inspirasi bisnis bisa datang dari mana saja. Ada yang datang dari melihat peluang bisnis yang tengah trend, ada pula yang datang karena intuisi. Ada juga dari traveling ke suatu daerah atau negara. Namun tidak sedikit inspirasi datang dari lingkungan terdekat termasuk pelanggan. Pelanggan atau customer bagi beberapa orang mungkin dianggap hanya sebagai relasi bisnis semata.

Namun tidak bagi pria yang satu ini. Hamdan justru mengambil inspirasi bisnis dari customer. Bermula pada tahun 2014. Ia memutuskan diri berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan di perusahaan seasoning. Di perusahaan tersebut dirinya melihat customer-customer yang sukses berbisnis kuliner ayam.

“Dari situ timbul banyak inspirasi, ditambah dengan bekal pengalaman yang relasi dengan bagian research development di perusahaan, saya punya bekal pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha ayam,” tuturnya.

Hamdan pun memantapkan diri membuka usaha ayam goreng dengan nama KAF Fried Chicken pada 2014, dari sebuah gerobak bekas kepunyaan sahabatnya. Ia tidak menyangka bisnis ayamnya berkembang pesat. “Progressnya positif terus bertumbuh, saat ini kurang lebih 1.200 outlet tersebar di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, NTB. KAF Group memiliki 12 Depo. Kisaran bisnis kami beromzet 7 miliar perbulan,” ujarnya.

“Saya melihat bahwa selain kesehatan dan pendidikan yang menguasai hajat hidup masyarakat Indonesia adalah makanan. Daya beli masyarakat terhadap daging sapi prosentasenya rendah dibandingkan dengan daging ayam, sehingga layak dijadikan model usaha yang tetap terus dicari oleh Masyarakat,”   bebernya menjelaskan alasan berbisnis ayam.

Terbukti kata dia, saat pandemi berlangsung bisnisnya justru bertumbuh sangat signifikan mencapai 300%. “Kini KAF Group memiliki 13 Depo (3 Depo Sulawesi,1 Depo NTT, 1 Depo NTB, 1 Depo Kaltim, 1 DepoJatim, 3 Depo Jateng, 2 Depo Jabar). Kami selalu bersyukur pada saat pandemi berlangsung justru usaha kami berkembang pesat,” tandasnya.

Dituturkan Hamdan, bahwa dirinya memulai KAF Fried Chicken dengan outlet sederhana dan modalnya pinjaman dari sahabat. Adapun  bahan baku dari pabrik bisa dibayar dengan system tempo. “Jadi pertama kali memulai usaha ini belum terpikir untuk mewaralabakannya. Parameter usaha gerobakan ini akan tepat bila kita juga melakukan analisa pasarnya, lokasinya, trafficnya, kompetitornya,” terangnya.

“Kami menyiapkan estimasi costing terhadap usaha ini dari mulai harga bahan baku, sewa tempat, tenaga kerja semua aspek ada di dalam costing termasuk target keuntungan dan berapa lama bail modalnya. Keuntungan yang diharapkan di range 25 –35% denganestimasi kembali modal di bulan ke 4. Gambaran pola usaha kami adalah dari Principal ke Depo (PT) ke Stokis ke Mitra KAF Fried Chicken,” jelasnya menambahkan.

Soal bahan baku, kata dia lagi, diperolehnya dari kerjasama dengan industri sehingga prosesnya terstandarisasi, aspek legalnya terpenuhi semua sebagai jaminan bahwa bisnis KAF Fried Chicken memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk menopang bisnisnya, Hamdan menyiapkan alat penunjang usaha yang di-support oleh bengkel internal dan kerjasama dengan bengkel eksternal sebagai bentuk sinergi. “Tentunya kami memiliki tempat pelatihan buat para mitra baru maupun mitra lama yang ingin belajar dan juga sebagai pelatihan terhadap menu-menu baru yang tercipta yang harus diajarkan kepada para mitra,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti KAF Fried Chicken tidak punya kendala. Lazimnya usaha pada umumnya, dalam rentang waktu 2014 hingga kini ada beberapa kendala yang dihadapi KAF Fried Chicken mulai dari pelanggaran kerjasama, penyalahgunaan wewenang, keuangan, korupsi, orang, legalitas mitra yang belum selesai. “Dimana semuanya dihadapi dengan strategi dan juga sampai kepada tindakan pemutusan hubungan kerja,” tegas Hamdan.

Selain itu, sambungnya, kendala lainnya adalah mencari partner usaha yang bisa sevisi dan membangun team yang bisa memahami dan menjalankan visi misi.

Ketika ditanyakan terkait faktor modal, Hamdan mengatakan, pola mengembangkan usaha ini jelas permodalan, namun pola usaha yang dijalankan selama ini adalah mengembangkan dengan permodalan sendiri dari keuntungan yang disisihkan.

“Kita atur produksinya berdasarkan depo-depo yang sudah ada, dibantu dengan system yang kami miliki sebagai jaminan supply chain kami kepada para mitra KAF. Sejauh ini untuk tenaga kerja tidak menjadi suatu hambatan, prinsipnya kami menjadikan tenaga kerja adalah sebagai partner yang sinergi dalam memajukan perusahaan,” jelas Hamdan.

Pada mulanya, jelas dia, KAF Fried Chicken membuat perusahaan sebagai payung hukum atas usaha yang dijalankan serta menggunakan sarana komunitas sebagai cara untuk mewaralabakan usaha KAF, media sosial dan jaringan pertemanan.

“Awalnya banyak yang meragukan bahwa usaha fried chicken ini bisa sukses, namun kualitas produk, harga produk, kecepatan balik modal, jaminan ketersediaan bahan baku ini yang akhirnya menjadi pembeda dengan produk sejenis,” sambungnya.

Untuk memperkuat bisnisnya, Hamdan berupaya menjadi bagian dari solusi usaha para mitra bisnis. “Kami menempatkan QC eksternal untuk mengunjungi usaha para mitra memastikan semua SOP berjalan dengan tepat, memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi,” ucapnya.

Disamping itu, kata dia lagi, KAF Fried kerap mengadakan pertemuan tahunan dengan para mitra sebagai bentuk menjaga relation terhadap garda terdepan usaha KAF. “Kami menggunakan PoS dalam kegiatan administrasi untuk memastikan semua bagian terdokumentasi dan tertransaksi dengan baik dan tepat,” bebernya.

Dijelaskan, KAF Fried Chicken juga di memiliki system  sebagai tahapan proses transaksi mitra belanja ke stokis dan stokis membuat forecast stok bahan baku dan depo menerima forecast stokis dengan selanjutnya sesuai jadwal mengantarkan ke stokis.

“Semua bahan baku hanya untuk para pemilik kemitraan yang sudah teregistrasi depo, dilarang keasbahan baku dijual ke pihak selain perusahaan. Kami memiliki gudang dan coolstorage sebagai tempat penyimpanan dan pengaturan bahan baku supply kepada para mitra,” sambungnya.

Bagi yang minat menjadi mitra bisnisnya KAF Fried Chicken menawarkan investasi dengan model gerobak sebesa Rp 15.000.000. Adapun untuk model booth stainless steel 25.000.000. Sementara mini resto 100.000.000. Saat ini kami sedang menscaleup bisnis kami ke resto

Mengawali tahun 2024, KAF Fried Chicken membuka 10 Resto KAF di  Makassar. “Yang menjadi tantangan kita saat ini adalah terbatasnya Rumah Potong Ayam skala industri di luar Jawa,” pungkas pria yang hobinya mancing dan traveling ini.

Zaziri