Tips Mempercepat BEP

Setiap pelaku usaha pasti menginginkan dapat meraih keuntungan dengan cepat. Karena sejatinya, itulah tujuan bisnis. Sejalan dengan itu, salah satu performa bisnis franchise yang selalu ditanyakan para franchisee sebelum membeli hak waralaba, biasanya menyangkut berapa lama bisnis tersebut bisa mencapai BEP (break event point). Poin ini sangat wajar dipertanyakan, karena setiap pebisnis memiliki motivasi yang sama, yakni meraih untung. Apalagi di bisnis franchise, sebisa mungkin harus terukur kapan meraih BEP.

Setiap pelaku usaha pasti menginginkan dapat meraih keuntungan dengan cepat. Karena sejatinya, itulah tujuan bisnis. Sejalan dengan itu, salah satu performa bisnis franchise yang selalu ditanyakan para franchisee sebelum membeli hak waralaba, biasanya menyangkut berapa lama bisnis tersebut bisa mencapai BEP (break event point). Poin ini sangat wajar dipertanyakan, karena setiap pebisnis memiliki motivasi yang sama, yakni meraih untung. Apalagi di bisnis franchise, sebisa mungkin harus terukur kapan meraih BEP.

Semua bisnis maupun semua outlet franchise sangat mungkin bisa meraih BEP secara cepat. Tetapi, ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus diperhatikan. Menurut motivator bisnis Tung Desem Waringin (TDW), ada dua tahapan yang perlu diperhatikan pengusaha franchise jika ingin meraih BEP selekas mungkin.

Tahap pertama

Tahap ini terjadi ketika Anda hendak memilih sebuah usaha franchise sebagai pilihan investasi. Pada tahap ini, calon franchisee harus mengamati beberapa hal. Pertama, kelayakan bisnis yang akan dipilihnya untuk terus tumbuh. Terkait hal ini, franchisee harus jeli melihat model atau induk bisnisnya. Jangan hanya percaya pada pernyataan franchisor bahwa bisnis tersebut sangat menjanjikan. Tidak jarang para pelaku usaha langsung memfranchisekan usahanya padahal belum meraih BEP. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin franchisee bisa menjalankan bisnis secara menguntungkan sedangkan franchisornya saja tidak mampu membuktikannya.

Sama juga seperti franchisee, BEP franchisor harus diperoleh dari kinerja produknya, bukan dari penjualan hak waralaba. Jika BEP franchisor diraih dari hasil menjual hak waralaba, maka itu tidak membuktikan bisnisnya menjanjikan. Karena itu, salah satu kriteria usaha layak franchise adalah, bisnis tersebut sudah berjalan sekitar 4 – 5 tahun sebelum difranchisekan. Kriteria ini penting guna membuktikan bisnis yang ditawarkan sudah BEP dan sustain sehingga berguna untuk mengestimasi waktu BEP yang bisa diraih para franchisor.

Mengapa usia sebuah usaha menjadi penting? Karena bisnis yang dirancang tidak selalu meraih keberhasilan. Kemungkinan sebuah bisnis mengalami ketidakberhasilan di tahun pertama sangat besar. Dari 100 bisnis yang muncul, 80% mengalami kegagalan di tahun pertama. Sisanya pun (20%) tidak 100% akan berhasil. Dari sisa 20% itu, 80%-nya akan mati juga di tahun keempat. Sehingga di tahun kelima, yang bisa sustain hanya 4%. Disinilah pentingnya para franchisee memperhatikan masa bertahannya sebuah bisnis.

Kedua, lakukan pengamatan terhadap outlet franchisor sehari penuh. Cara ini berguna untuk melihat bagaimana mereka (franchisor) menjual produknya, juga untuk mengukur seberapa laku produk yang dimiliki franchisor. Franchisee harus benar-benar waspada. Jangan sampai melihat kinerja penjualan produk hanya di atas kertas saja. Perhatikan juga trend bisnis atau produk tersebut selama tiga tahun terakhir.

Ketiga, perhatikan juga sistem marketingnya. Grafik usaha franchise yang bagus dan teruji adalah, tinggi dan ramai ketika memulai, lalu setelah itu stabil. Stabil karena bisnis tersebut sudah memiliki sistem yang mumpuni untuk langsung menggedor pasar ketika pembukaan outletnya.

Tahap kedua

Tahap kedua yaitu setelah Anda terlanjur membeli franchise. Anda sebagai franchisee bisa melakukan upaya untuk mempercepat BEP pada tahap ini. Ada beberapa cara yang disarankan TDW. Pertama, marketing revolution. Langkah pertama ini bertujuan agar bisnis franchise yang Anda tekuni ramai diminati konsumen. Dalam melakukan marketing revolution ini pelaku usaha harus fokus pada tiga hal yang disederhanakan menjadi USP, yakni:

  1. Unlimited advanted (nilai tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah, parkir gratis serta hal lain yang bisa membuat konsumen penasaran.
  1. Sensational offer. Yakni tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen untuk melakukan aksi pembelian. Sensational offer ini menurut TDW ada tiga, yakni hadiah, diskon dan limit. Limit mengundang rush.Dengan begitu, BEP bisa dengan cepat diraih.
  1. Powerful promise. Misalnya dengan memberikan garansi yang luar biasa. Kedua, berikan penawaran yang konsumen tidak bisa menolaknya. Ketiga, copywriting yang harus mengena dengan target market. Keempat, gunakan 12 jurus yang cukup ampuh dan sangat mengena terhadap market, yaitu, press release publicity, reference, endorsement, utamakan penawaran iklan dengan barter, direct sales, direct agent, direct mail, house benefesary (ada induknya), telemarketing, joint venture, canvassing (pameran), dan seminar.

Cara untuk mempercepat BEP tersebut tidak sulit. Pelaku usaha harus memiliki kemampuan berjualan yang mengacu pada konsep marketing revolution. Kuncinya, terletak pada marketing, kontrol dan SDM. Tiga hal ini menjadi satu kesatuan. Untuk mengukur SDM, bisa dilihat dari produktifitasnya yang terkait langsung dengan penghasilannya. Hal ini bisa diterapkan dalam kategori bisnis manapun tanpa kecuali. Namun, jika produknya tidak mendukung, sistem marketingnya tidak jalan dan salesnya tidak punya passion, akan menjadi kendala meraih BEP secara cepat.