Ngikan, Menjual Ikan dengan Konsep Fast Food

Foto : https://m.facebook.com/NgikanYukKrw/photos/a.245630510189597

Resto yang mengusung menu ikan sudah tidak asing di Indonesia. Apalagi negara kita termasuk salah satu negara bahari yang kaya akan ikan. Karena itu tidak heran jika banyak pemain kuliner yang mengusung ikan sebagai sajian utamanya. Mulai ikan bakar, ikan goreng, pepes ikan, ikan pindang, pecel, dan berbagai olahan lainnya.

Kendati demikian, tidak banyak pemain kuliner ikan yang berani tampil dengan konsep lain. Hanya beberapa saja yang mencuat. Salah satunya adalah Ngikan. Bisnis yang didirikan Hendy Setiono ini berani tampil beda, menjual kuliner ikan dengan konsep fast food.

Terobosan tersebut rupanya diterima pasar. Meski didirikan beberapa tahun lalu, cabang bisnis Ngikan sudah menjalar ke berbagai daerah. Ngikan memiliki 170 outlet di seluruh pulau Jawa, Sumatra (Medan, Jambi, Pekanbaru, dan Lampung), Kalimantan di Banjarmasin, dan Lombok.

Ngikan pun mendapatan mendapatkan apresiasi dari berbagai lembaga, baik dari pemerintah Indonesia maupun swasta. Antara lain, Ngikan meraih penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, penghargaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk kategori Restoran, penghargaan dari Asosiasi Franchise Indonesia untuk Celebpreneur yang diwakilkan oleh Niko Al Hakim, atau Okin, di IFBC Expo 2020.

Ngikan juga terpilih sebagai The Best to Invest 2020, berdasarkan survei Majalah Franchise Indonesia dan Asoiasi Franchise Indonesia. Yang terbaru Terbaru Ngikan juga meraih penghargaan dalam ajang Top Franchise & BO Indonesia Most Popular Brand In Digital Media 2021.

Hendy Setiono, CEO Ngikan mengatakan, keberhasilan Ngikan menggarap pasar kuliner super ketat persaingannya ini tak lepas dari berani tampil beda. “Dengan berani memulai tren fast-food berbahan dasar ikan. Lalu juga dengan konsep dan branding yang modern, muda, dan kekinian. Dan juga strategi marketing yang tepat menjadi kunci keberhailan kita,” ujarnya.

Ngikan sendiri menawarkan produk yang seluruhnya adalah perpaduan ikan fillet renyah dan saus khas Nusantara, yang disajikan dengan Nasi Liwet gurih. “Ada saus acar kuning, saus oseng mercon, saus sambal matah, dan saus woku. Harganya cukup terjangkau, hanya dengan Rp 19.000 saja sudah bisa menikmati sepaket menu Ngikan + nasi Liwet,” kata Hendy.

Hendy menuturkan, potensi binis Ngikan sangat besar, karena belum banyak bisnis serupa. “Mungkin ada yang serupa, tapi keunggulan kami di bahan dasar ikan jadi, cukup beda dari yang lain. Selain itu dengan banyaknya outlet yang sudah kami miliki, semakin memperbesar juga peluang kami,” bebernya.

Karena itu, kata dia, persaingan untuk saat ini belum terlalu ketat, karena untuk bidang fast-food berbahan ikan masih cenderung baru di Indonesia.

Untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya, Ngikan akan terus menjaga loyalitas pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang baik serta mempertahankan/meningkatkan kualitas produk. Lalu dengan terus berinovasi sehingga dapat menarik investor-investor baru yang potensial di komudian hari.

Seberapa menguntungkan bisnis ini investor? “Sangat menguntungkan, dan juga minim resiko. Keuntungan yang didapat mungkin juga tidak hanya berupa omzet atau financial, tetapi juga pengalaman, karena seperti yang kita tahu Baba rafi Group sudah sangat berpengalaman dalam mengelola bisnis franchise F&B,” jawab Hendy.

Saat ini, menurut Hendy, omzet Ngikan rata-rata per hari setiap outlet sekitar 3-6 juta rupiah. Bagi yang ingin berinvestasi silahkan menyiapkan modal hanya Rp 300 juta rupiah. (ZR)