MENILAI FRANCHISE

Sistem franchising merupakan salah satu cara untuk mengembangkan usaha. Ada konsekwensi yang harus dilakukan oleh franchisor jika memilih system franchise dalam mengembangkan gerai mereka, yaitu harus transparan.

Sistem franchising bukan sebuah pilihan dari keterbatasan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. Sistem ini merupakan sebuah komitmen franchisor untuk memajukan bisnisnya. System ini bukan untuk mengatasi solusi masalah keuangan dalam mengembangkan jaringan.Sistem ini dipilih oleh pelakunya sebagai bagian dan strategi dalam mengembangkan bisnis.

Ada pandangan yang keliru bahwa dengan system franchising, maka franchisor tidak membutuhkan dana untuk membangun jaringannya di berbagai tempat, karena seluruh dana investasi ditanggung franchisee. Itu pandangan yang sangat keliru.

Sistem itu dipilih oleh karena pertimbangan yang sangat strategis dimana mintra franchisor dalam hal ini disebut franchisee merupakan orang yang tepat untuk mengembangkan bisnis dilokasi yang ditentukan. Franchisee merupakan orang yang mengenal lingkungan dan kultur dimana jaringan itu dikembangkan. Karena itu, franchisee pun bukan sembarang orang yang punya uang, tetapi orang yang punya komitmen untuk menjalankan bisnisnya dan juga mengenal daerahnya.

Kini,bagaimana mengenal bisnis franchise? Secara teori, bisnis franchise bisa dikenali dengan beberapa persyaratan yang dimilikinya. Yaitu sebagai bisnis atau konsep usaha yang telah berhasil dan memiliki pengalaman paling tidak selama lima tahun.

Selain itu, bisnis franchise juga harus memiliki keunikan yang menjadi keunggulan sebagai added value yang harus melekat pada bisnis itu. Keunikan atau keunggulan bisa dihadirkan dari sisi produk maupun dari sisi lainnya yang diciptakan sebagai hasil kreasi marketing untuk menarik pelanggan.

Keunikan atau keunggulan ini menjadi sangat penting karena bisnis modern tidak akan pernah lepas dari strategi marketing yang salah satunya harus diciptakan diferensiasi.

Dalam ilmu marketing, ada empat unsur yang harus dimiliki yang disederhanakan menjadi 4P agar sebuah merek atau sebuah bisnis bisa diterima oleh pelanggannya. Pertama, harus ada product. Kedua price atau penentuaan harga jual. Ketiga, promotion. Dan terakhir adalah placemen atau distribusi.

Setelah dirumuskan konsep 4P, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan pasar yang dituju dengan merumuskan Segmen pasar, Target pasar dan positioning. Dalam istilah marketing dikenal dengan STP (segmentation, targeting and positioning).

Segmentation merupakan penetapan pasar yang akan dibidik, misalnya kelas menengah atas, atau kelas bawah atau lainnta. Sedangkan targeting merupakan bagian dari segmen yang dituju, yaitu pasar yang lebih spesifik yang akan dituju atau ditargetkan oleh merek atau bisnis. Misalnya, targetnya adalah keluarga, remaja atau lainnya. Sedangkan positioning merupakan rumusan dari sebuah merek atau bisnis secara keseluruhan yang ingin dipersepsikan oleh target konsumen mereka. Disinilah dirumuhkan diferensiasi atau keunikan.

Keunikan dan keunggulkan yang dimaksud dalam persyaratan franchise merupakan bagian dari positioning. Tanpa merumuskan positioning atau keunggukan atau keunikan, maka daya Tarik sebuah merek atau bisnis akan lemah dan tidak memiliki pembeda dari merek lain untuk menjadi daya Tarik bagi konsumen.

Pada hakekatnya, bisnis franchise harus menetapkan berbagai strategi marketing dasar untuk bisa menjadi entitas bisnis franchise yang unggul, tidak hanya tentang diferensiasi. Mengingat bisnis franchise merupakan konsep bisnis modern, sudah pasti marketing menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari konsep bagaimana bisnis ini dipasarkan.

Kembali pada soal pengenalan pada bisnis franchise, selain sudah terbukti dan punya keunikan, bisnis franchise juga harus memiliki sistem operasi yang baku dan teruji. Sistem ini menjadi SOP bagi para franchisee mereka. Dengan adanya system operasional yang baku ini, bisnis franchise bisa dijalankiann oleh mereka yang tidak punya pengalaman bisnis sebelumnya.Pada prakteknya, para franchisor memulainya dengan pelatihan agar franchisee mereka bisa memahami secara utuh sistem operasional bisnis yang akan mereka jalankan.

Dan terakhir, dalam mengenal bisnis franchise adalah melihat ada atau tidaknya program marketing yang dimiliki atau dijalankan selama bisnis itu berjalan.Program marketing sangat penting bagi bisnis franchise untuk menarik minat konsumen yang dituju untuk melakukan pembelian. Program marketing juga dimaksudkan untuk mengatasi persaingandan meningkatkan serta menjaga image dari merek franchise.Karena seungguhnya dalam bisnis franchise pada akhirnya adalah bersaing untuk menjaga konsumen dan merebut hati konsumen, dengan asumsi semua operasional dijalankan dengan standar operasi yang berlaku.

Tentu saja, ada hal yang lebih mudah untuk memastikan bahwa bisnis itu adalah franchise dengan melihat daftar yang dikeluarkan oleh departemen perdagangan. Bisnis franchise terdaftar di departemen perdagangan sebagai bisnis franchise.

Namun demikian, calon franchisee yang berminat pada bisnis franchise mengharuskan untuk mengenali reputasi franchisornya dalam bisnis. Reputasi bisa dilihat dari laporan keuangan dan juga dari pengalaman franchisee sebelumnya.

Bagi franchisee, sistem franchising menjadikan mereka sebagai pelaku usaha yang setara dengan franchisor. Namun, para franchisee tidak memiliki kebebasan penuh dalam menjalankan bisnisnya. Para franchisee terikat oleh sistem yang dibangun oleh franchisor dan terikat untuk mengikuti sistem itu.

Franchisor membangun bisnis franchisenya dan menjalankannya dalam waktu yang cukup panjang sehingga mereka memiliki pengalaman dengan kiat-kiat bisnis untuk mengembangkan dan mengatasi masalah yang dihadapi. Karena itu, franchisee tidak dibenarkan berjalan sendiri dan melakukan improvisasi tanpa sepengetahuan franchisornya yang sduah punya pengalaman panjang. Misalnya, franchisee tidak bisa merubah semaunya sistem atau misalnya menu karena punya pertimbangan sendiri.