Kopi Kenangan Ekspansi Ke Luar Negeri

Kopi Kenangan Ekspansi Ke Luar Negeri

Coffee shop tidak lagi didonimasi merek asing sebagaimana beberapa tahun yang lampau. Belakangan ini pemain lokal ikut ramai mengisi persaingan coffee shop di Indonesia. Bahkan beberapa pemain lokal memiliki konsep dan produk yang unik dan tidak kalah baiknya dengan pemain asing. Merek juga banyak yang sudah punya cabang bisnis, beberapa sudah ekspansi ke luar negeri.

Nah, salah satu pemain coffee shop lokal yang tengah agresif mengembangkan cabang bisnisnya adalah Kopi Kenangan. Hampir di setipa sudut daerah kita menemukan gerai coffee shop yang satu ini. Diam-diam merek ini rupanya sudah ekspansi ke luar negeri.

Merek yang berdiri sejak 2017 ini mendirikan gerai pertamanya pada Oktober 2022 lalu di Suria KLCC, Malaysia. Di sana, merek ini di-branding menjadi Kenangan Coffee, sebagai nama merek internasional yang digunakan di luar Indonesia.

James Prananto, Chief Business Development dan co-founder Kopi Kenangan menjelaskan alasan pemilihan nama tersebut. “Kami ingin memfokuskan pada kata kunci ‘kenangan’, dengan harapan kami dapat memperlakukan setiap konsumen yang datang ke gerai sebagai teman dan setiap cangkir kopi yang kami buat dengan cinta dapat meninggalkan kenangan yang baik untuk para konsumen,” ujarnya dalam rilis media.

Malaysia menjadi langkah awal brand kopi lokal untuk mencapai misi menjadi merek kopi yang paling dicintai konsumen di Asia Tenggara. Dipilihnya negeri ini lantaran kecintaan orang Malaysia terhadap makanan, perkembangan budaya kopi yang stabil. “Terutama untuk model bisnis grab-and-go, dan banyak kesamaan yang dimiliki orang Malaysia dengan orang Indonesia dalam hal cita rasa dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru,” ujar Edward Tirtanata, CEO dan co-founder Kopi Kenangan.

Ia menyebut sektor F&B di Malaysia menjanjikan karena saat ini negara itu sedang bertransformasi dalam menerapkan ekonomi digital. Hal itu sejalan dengan konsep bisnis Kopi Kenangan. Selanjutnya, mereka akan terus menerapkan model bisnis kopi ‘ambil dan pergi’ untuk pasar di luar negeri.

“Tujuan kami membangun Kopi Kenangan adalah untuk mengenalkan kopi Indonesia yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang. Kami sangat senang bisa berbagi cita rasa kopi Indonesia dengan orang Malaysia,” ucap Edward.

Sebagai kopi pertama yang menyandang unicorn memang cukup cepat pertumbuhan bisnisnta. Jumlah cabangnya kini hampir 900 gerai yang tersebar di di 64 kota.

Saat ini, kata Edward, Kopi Kenangan belum mengembangkan bisnis franchisenya. Ia memilin mengembangkan bisnisnya secara mandiri, Menurutnya membua cabang sendiri dan franchise ada plus minusnya masing-masing.  “Selain omzet, Edward mengartikan kalau pendapatan yang bisa didapat juga akan berkurang. Misalnya, dengan franchise, pendapatan yang didapat hanya sekitar 5 persen. Sementara, dengan pengembangan mandiri, pendapatan secara 100 persen akan dikantongi pemilik merek,” katanya.

Meski begitu, dia mengatakan pemilihan model franchise bukan sebuah kesalahan. Ada segi operasional yang dipandang bisa dimudahkan.”Otomatis lebih mudah gitu, kan franchise-nya (pembeli waralaba) operasinya juga lebih gampang karena otomatis kan lokasinya itu biasanya franchise-nya gitu, jadi otomatis gak ada rental atau apa, langsung sehat (keuangannya),” ujarnya. (ZR)