“Lower Hanging Fruits”

“Lower Hanging Fruits”

Lower hanging fruits berarti buah yang letaknya rendah, mudah dijangkau. Dalam waralaba istilah ini ditujukan untuk mengingatkan para pewaralaba, terutama yang masih baru, dan yang konsep bisnisnya sensitif dengan kualitas layanan alias kinerja pegawainya, agar mengarahkan sasaran atau target pengembangan ke investor dan wilayah yang “lebih mudah”.

“Lebih mudah” di sini memiliki makna yang sangat luas.

Lebih mudah dalam menjual waralabanya

Menjual waralaba relatif lebih mudah kepada para pelanggan, sanak keluarga, dan sahabat karib. Bila anda yakin konsep bisnis dan model waralaba anda saling menguntungkan, saya yakin para pelanggan anda adalah calon investor yang paling potensial. Selain itu tentu saja sanak keluarga dan sahabat karib anda.

“Mudah” di sini tidak berarti anda mengabaikan kejelasan konsep bisnis dan model waralaba anda. Ketidakpedulian pada kejelasan mengenai kedua hal tersebut akan mengakibatkan masalah besar terutama bila kemudian jaringan waralaba anda kurang berhasil. Bila anda memiliki kejelasan dalam dua hal penting itu, komunikasikan dengan jelas pula kepada calon investor.

Saya sering menggunakan contoh nyata yang pernah terjadi, yaitu suatu lembaga pendidikan di Jakarta yang pewaralabanya tidak pernah mencapai target penjualan yang dipublikasikan kepada para calon investornya.

Ketika para terwaralaba tidak ada yang berhasil mencapai target tersebut, maka mereka menanyakan lokasi gerai pewaralaba yang telah mencapai target tersebut. Akhirnya para terwaralaba itu menuntut pewaralaba, karena memberikan angka fiktif yang tidak pernah bisa dicapai. Meski kisah ini berhasil diselesaikan di luar pengadilan, namun sempat menjadi berita di media massa dan merek waralaba tersebut sudah tidak terdengar lagi sekarang.

Lebih mudah memaafkan

Bagaimanapun juga menjadi pewaralaba yang masih baru berarti anda akan melewati learning curve alias kurva belajar. Ini berarti anda harus menghindari kehadiran terwaralaba yang super kritis, super menuntut, dan super pemarah.

Dalam menyeleksi calon terwaralaba, anda harus cukup bijak untuk tidak terlalu agresif mengejar jumlah gerai dan jumlah terwaralaba yang banyak sebelum anda mulai menguasai seluk beluk bisnis anda dan pengelolaan jaringan waralaba anda. Para calon investor yang sangat demanding (menuntut) sebaiknya dihindari, terutama di tahun-tahun awal pewaralabaan bisnis anda.

Lebih mudah dalam pengawasan kualitas

Meski hal ini tergantung jenis bisnis anda, pengawasan dan standarisasi kualitas sangat penting karena anda meminjamkan merek anda kepada pihak lain. Gerai retail mungkin relatif tidak terlalu sensitif dibandingkan dengan restoran.

Pada umumnya lokasi geografis berperan penting di sini. Lokasi yang jauh akan menyulitkan anda untuk melakukan pengawasan. Biaya transportasi akomodasi yang tinggi merupakan kendala utama.

Lebih mudah sukses

Meski saya letakkan di bagian akhir, aspek ini sangat penting. Keberhasilan gerai pertama atau beberapa gerai di awal pewaralabaan anda sangat menentukan kepercayaan calon investor lainnya. Bila anda terburu-buru dan dengan mudah menyetujui lokasi yang tidak potensial, kemudian gagal alias tutup, maka kepercayaan calon investor yang lain akan relatif sulit anda peroleh.

Masih ingat tulisan saya mengenai “copy paste” ? Pilih lokasi yang memiliki kriteria sangat mirip dengan lokasi-lokasi anda yang telah terbukti sukses. Bila biasanya yang sukses itu di sekitar sekolah, maka prioritaskan yang dekat sekolah dulu. Jangan buru-buru buka di tengah pemukiman.

First impressions count … Kesan pertama sangat menentukan …

Utomo Njoto

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting

Website: www.consultft.com

Email : utomo@consultft.com