Kolaborasi Apik Dokter dan Musisi Lahirkan Terobosan Baru di Bisnis Minuman Kekinian

Ide bisnis bisa datang dari arah mana saja. Ia bisa muncul saat hidup sedang bersemangat mengeluarkan potensi terbaik, dan bisa saja muncul saat kehidupan sedang sumpek. Seperti yang dialami kedua pria ini. Mereka bertemu dalam suasana hidup yang tidak menggembirakan. Waktu itu di tahun 2017, kedua pria ini sedang ingin mencari penghasilan tambahan. 

Ia seorang mahasiswa fakultas kedokteran. Satunya lagi seorang musisi yang tengah menyalurkan hobi lewat musik. Keduanya tengah mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Waktu itu viral usaha es kepal. Kami mencoba peruntungan menjual es kepal di daerah Bekasi dengan modal 200 ribu dengan sebuah meja. Hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun sayangnya es kepal hanya bisnis musiman. Tidak sampai setahun sudah meredup,” kata pria yang bernama Muhammad Alfian ini.

Lantaran sudah kadung enak menikmati dunia usaha, ia bersama rekannya yang bernama Arjuna pun kembali mendirikan bisnis minuman lagi di awal tahun 2019. Kali ini Alfian mendirikan minuman coklat, roti dan snack corner di bilangan Danau Pelita Harapan, Bekasi, menggunakan sebuah meja dan banner sebagai alat promosi. Usaha yang diberi nama Lapa Coco Drink. “Waktu itu kita buka sampai jam 4 sore sudah terjual 200 cup,” ungkapnya.

Untuk memasarkan produk bisnisnya, Alfian memberdayakan medsos sebagai media promosinya. “Saya menggunakan Instagram untuk memasarkan produk kami. Di samping banyak yang membeli produk kami, ada pula yang ingin menjadi mitra bisnis franchise. Kami pun mempelajari konsep bisnis franchise untuk menawarkan peluang  franchise kepada calon mitra bisnis,” ujarnya.

Kendati demikian, ia melihat peluang bisnis lain yang tengah naik daun waktu itu yaitu peluang usaha Thai Tea. Ia bersama rekannya membuat konsep bisnis Thai Tea dengan paket kemitraan sebesar Rp 3 juta. “Saya hanya berdua mengerjakan konsepnya. Saya yang bertugas memproduksi dan packaging, Arjuna yang membuat marketing,” jelasnya.

Begitu diluncurkan di pertengahan tahun 2019, bisnis Thai Teanya booming. Ia sampai membuka 1000 cabang. Alfian pun merekrut karyawan dari orang terdekat untuk mensupport bisnisnya. “Saat ini masih berjalan, cabangnya sekitar 6000 dari Aceh hingga Papua. “Waktu itu pandemi covid19 datang, bisnis kita malah naik 4 kali lipat. Karena kita memaksimalkan penjualan online, kita edukasi mitra bisnis kita menggunakan aplikasi online untuk jualan,” ujarnya.

Setelahnya, ia banyak meluncurkan bisnis minuman dan snack. Sebut saja merek Cuple yang menjual bubble diluncurkan pada 2020 kini memiliki 500 cabang. Kemudian Lapa Tous, dan pada 2022 ia juga melaunching bisnis Tea Two bekerja sama dengan artis vokalis Tika dan  Tiwi. “Tea Two kita ikut pameran pada 2022 Oktober, memiliki 150 cabang,” bebernya.  Tidak puas dengan Tika & Tiwi, Alfian kembali berkolaborasi dengan artis Rio Febrian meluncurkan bisnis kopi bernama Ngopi Right, kini cabangnya sudah ada 100 cabang.

Setelah itu, dibawah payung bisnis PT Cipta Ruang Usaha ia membuka bisnis untuk investor passive dengan merek Smooky, makan dan minum. Ia membuka pula bisnis minuman inovatif bernama Neon. “Jadi bisnis minuman unik, yang baru ada lampu-lampu. Kemudian kita juga meluncurkan bisnis Sooper Jet, minuman dari jet yang cukup unik, juga minuman dari selang seperti noodle kami dapat inspirasi dari Food Floger dari Taiwan,” ungkap Alfian.

Nah, terkini Alfian meluncurkan peluang bisnis bernama Pertamilk dan Shelltea Menurutnya, kedua peluang bisnis ini tengah viral. Diluncurkan pada 2023, Pertamilk saat ini memiliki 173 cabang, sedangkan Shelltea memiliki 100 cabang. Kedua cabang bisnis tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Untuk Pertamilk kita akan membuka 3 cabang, adapun Shelltea kita segera membuka 100 cabang lagi,” jelasnya.

Alfian mempersiapka bisnis Pertamilk dan Shelltea dengan baik. Untuk menjaga higienitas bisnisnya ia melibatkan Labkesda Surakarta. “Dari sana diadakan pengujian untuk alat-alat bisnis kita karena, hasilnya selang kita dan perangkat lainnya aman dari bakteri, jadi steril sehingga aman untuk konsumsi. Kita juga kerja sama dengan badan POM untuk food grade kita,” tutur pria yang tengah menempuh Sarjana Kedokteran di Universitas UI ini.

Untuk mempromosikan bisnisnya ia memberdayakan berbagai mulai medsos seperti Tiktok membuat konten tentang higienitas minumannya, mengundang stasiun TV. “Pertamilk juga masuk dalam Channel Youtube Rans Entertainment yang direview oleh Rafi Ahmad, Nagita dan juga Gempi. Kita juga direview oleh Ruben Onsu waktu anaknya ulang tahun, dan juga Youtuber Jessica Zein. Dari sana Pertamikl semakin viral,” jelas Alfian.

Untuk memperkuat bisnisnya, pria kelahiran Bontang Kalimantan Timur tahun 1988 ini mendirikan gudang di Solo dan Colomadu. Ia mempekerjakan sekitar 30 karyawan. “Dalam waktu dekat kita akan membuka cabang Pertamik di Malaysia. Sekitar tanggal 27 Desember kita akan membuka cabang di Penang dan Malaka. Kita disupport kerajaan Malaysia, nantinya akan buka beberapa cabang di sana,” bebernya.

Rencana kedepan, kata dia, Pertamik dan Shelltea akan dikombain menjadi stasiun semacam SPBU. “Nantinya kita juga akan ada inovasi menu seperti perta meal, mie, mix, perta hot, sehingga menjadi semacam drink station. Renacananya akan didirikan di daerah Klaten dan Tebet Jakarta. Tentunya juga kita akan mengenalkan konsep ini di pameran franchise,” jelasnya yang kini juga tengah gencar mengikuti berbagai pameran franchise.

Bagi yang berminat menjadi mitra bisnisnya, Pertamilk dan Shelltea menawarkan peluang bisnis dengan investasi mulai Rp 10 juta hingga Rp 25 juta. “Konsep kita Pom Minim dan ini merupakan terobosan baru di industri minuman kekinian. Rencananya SPBU Pertamina juga akan mengajak kerja sama, mereka tertarik membuka di SPBUnya,” jelas Alfian.

Mitra bisnis diasumsikan mencapai BEP dalam waktu 2-3 bulan dengan perkiraan 50 cup perharinya. “Per cup kita dijual seharga 15 ribu omzet kita rata-rata 1,5 juta perharinya. Ada mitra bisnis kita yang mencapai BEP dalam waktu seminggu karena ikut event di Kelapa Gading Jakarta, omzetnya 12 jutaan dari event itu saja yang diikuti beberapa hari,” jelas pria yang masih lajang ini.

Ia memberikan tips bagi yang ingin menggeluti bisnis. Menurutnya, jangan mencoba hal-hal baru, sehingga ide bisnis tidak hanya di wacana tapi juga dipraktekan. Kedua, memiliki mental siap beresiko dan gagal. “Selain itu harus menguasai branding dan digital. Dua hal penting itu harus dikuasai. Kalau perlu ikut kelas online untuk mengasah kemampuan bisnis dan branding,” pungkas pria yang juga ikut The Entrepreneur Society, komunitas usaha di bawah Klemens Consultant ini.

Zaziri