How To Select The Right Talent in The Dynamic World

How To Select The Right Talent in The Dynamic World

Dalam dunia kewirausahaan, seleksi dan rekrutmen merupakan pekerjaan yang senantiasa ada sejalan dengan dinamika perusahaan dan dinamika karyawan. Perusahaan yang berkembang dengan melalui pertumbuhan outlet, seperti pemilik franchise (franchisor) akan selalu membutuhkan proses ini untuk mengembangkan bisnisnya. Walaupun demikian, dinamika karyawan juga sangat berperan, apalagi jika perusahaannya tidak memperhatikan aspek pengembangan karyawan. Karyawan akan terus mencari tempat baru yang dapat mengembangkan karirnya.

Harus disadari oleh pemilik wirausaha dan franchisor, sangat sedikit karyawan yang mau bergabung dalam waktu lama di perusahaan yang sama. Oleh karena itu pengelolaan atas turn over karyawan yang tinggi membutuhkan strategi seleksi karyawan yang tepat, termasuk memiliki talent yang cocok dengan values dari perusahaan tersebut dan mengupayakan secara maksimal agar tacit knowledge (pengetahun yang melekat pada individu tersebut) dapat dieksternalisasikan dan dibagikan ke orang lain maupun kepada organisasinya.

Baca juga : Human Capital

Sehingga di saat mereka pun akhirnya pergi, perusahaan tidak akan kehilangan tacit knowledge tersebut karena sudah menjadi aset perusahaan dalam bentuk prosedur, sistem, lesson-learned maupun tips-tips yang relevan bagi perusahaan.

Dalam satu sesi sharing workshop, seorang enterpreneur muda yang memiliki klinik kesehatan bagi ibu dan anak yang berkembang pesat di Jakarta dengan beberapa cabang, menceritakan bagaimana dia mengalami kesulitan besar di saat orang kepercayaannya tiba-tiba mengajukan berhenti bekerja. Si owner begitu sibuk mengembangkan usaha dan menjalin network di luar sehingga mempercayakan sepenuhnya pengelolaan operasional back office kepada karyawan ini. Dan di saat orang tersebut pamit, sungguh dia seperti orang buta yang tidak tahu bagaimana mengendalikan back office mengingat selama ini dia hanya tahu beres saja.

Owner sudah bersikap “take it for granted”, tidak sadar bahwa sebagai karyawan, dia bisa saja suatu saat pergi dan perusahaan tidak punya back up untuk menggantikannya. Owner tidak berusaha untuk duduk bersama membagikan visi perusahaan kedepan sehingga si karyawan pun tidak memiliki “rasa ikut memiliki” dan dengan ringan dia dapat saja meninggalkan perusahaan tersebut. Jika keadaannya sudah terlanjur seperti ini, tentu tidak akan mudah mendapatkan orang baru yang memiliki kinerja yang sama dengan sebelumnya.

Untuk itulah kita pasti pernah mendengar fenomena war for talent. Perusahaan yang tidak mengembangkan training and development bagi karyawan, cenderung untuk membajak dari luar. Tetapi di lain pihak, mobilitas yang tinggi membuat orang yang kita rekrut pun akan cepat pindah kerja lagi, karena dia pun akan dibajak oleh orang lain pula. Proses learning dan adaptasi tentu membutuhkan waktu. Jadi sudah saatnya perusahaan berpikir untuk mengembangkan talent management dari internal untuk menghadapi kondisi lingkungan yang sangat dinamis.

Bagaimana kita dapat merekrut talent yang unggul yang diharapkan mampu ikut terlibat sebagai strategic partner untuk mendorong perusahaannya bertumbuh secara berkelanjutan? Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rekrutmen. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pemimpin/owner/eksekutif handal umumnya tidak pandai dalam merekrut. Kalau kita amati banyak sekali perusahaan yang skala UKM yang kurang memperhatikan aspek tes kepribadian saat melakukan seleksi dan rekrutmen dari eksternal perusahaannya. Sering sekali pemilik perusahaan melakukan wawancara langsung sendiri dan mengandalkan intuisinya semata dalam memilih orang yang tepat untuk perusahaannya. Sebenarnya hal tersebut tidaklah tepat, karena sering kali kita luput memperhatikan dengan seksama karakternya selama sesi wawancara karena terpukau oleh penampilannya, ataupun tutur katanya yang manis dan terstruktur.

Ada juga salah mengambil kesimpulan atas kepribadiannya dengan hanya berdasarkan cerita yang dibangun dalam waktu 10 menit. Tentu dibutuhkan para ahli psikologi yang akan membantu memilih apakah karakter yang dimiliki cocok dengan nilai-nilai perusahaannya, juga apakah sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukannya dan lain-lain. Dengan adanya tes kepribadian yang dilakukan oleh ahlinya, maka akan memberikan sudut pandang seimbang dan adil, tidak hanya mengandalkan insting saja.

  1.  Merekrut adalah kebutuhan, bukan karena suka tidaknya dengan orang tersebut. Dalam organisasi sangatlah penting memiliki karyawan dengan berbagai gaya. Jika kita memilih hanya orang yang kita sukai, maka kita akan memilki karyawan dengan sifat karakteristik yang mirip. Padahal kita membutuhkan beberapa karakteristik yang berbeda untuk mengisi berbagai posisi di dalam organisasi agar dapat terjadi dinamika kelompok, ide dan kreativitas yang diperkaya dengan berbagai perspektif sehingga alternatif solusi terhadap masalah yang dihadapi akan lebih beragam.
  2. Tes psikologi pada saat rekrutmen yang dilakukan para ahli sebaiknya diinterpretasikan juga oleh ahlinya. Tidak cukup diterjemahkan sendiri oleh managernya. Hal ini perlu mendapatkan perhatian, karena hasil interpretasi test psikologi merupakan jembatan untuk memahami sifat, bakat, dan karakternya. Tidak hanya keahlian hard skills seperti keahlian dibidang yang akan digeluti seperti teknik, komputer, keuangan, produksi dan lain-lain, tetapi juga keahlian dalam hal soft skills, seperti pengelolaan emosi, kepercayaan diri, team work, mengelola komunikasi, leadership dan lain-lain. Banyak bakat-bakat tersembunyi yang perlu diasah lagi dalam training dan mentoring di saat sudah bergabung di dalam perusahaan, yang jika dilaksanakan dengan tepat dapat menjadi “rising star” bagi perusahaannya.

Baca juga : Siapkah SDM Kita Menjadi Human Capital?

Bagaimana dalam dunia franchise? Bagi franchisor, walaupun unit bisnisnya banyak dikelola oleh franchisee, tetapi franchisor tentu membutuhkan tim pendukung yang bersama-sama owner membesarkan bisnis franchise. Baik dalam membangun jaringan, terlibat dalam seleksi calon franchisee, membantu product development, kegiatan promosi dan yang terpenting adalah memberikan training kepada franchisee yang sudah mempercayakan dananya untuk bekerjasama dengan Anda.

Untuk itu pemilik usaha atau franchisor tetap perlu secara cermat dan smart memilih orang orang yang tepat untuk bergabung di dalam tim kerja Anda, karena kesuksesan anda juga dipengaruhi oleh mereka.

Selamat memilih talent yang tepat!

Ir Mirawati Purnama Msi