Bisnis Tidak Berjalan Baik, Bagaimana Solusinya?

Yth, Pak Pietra 
Saya punya bisnis franchise busana muslim. Sudah saya jalani 2 tahun tetapi belum menguntungkan. Saya mau tinjau kembali kontrak saya karena menurut saya sangat tidak seimbang, artinya pihak franchisor lebih diuntungkan. Mohon saya bisa diberikan jalan ke luar.

Ibu Hadra
Makassar 

Salam Bu Hadra, 
Sayang sekali usaha franchise Ibu berjalan tidak sesuai yang diharapkan ya Bu. Terkait dengan kasus Ibu, jika dianalisis sebenarnya pasti cukup banyak varian penyebab franchise Ibu tidak berjalan dengan baik dan banyak juga variasi alternatif penyelesaian yang bisa diambil. Namun demikian, dengan keterbatasan informasi yang saya miliki, saya hanya bisa menyarankan langkah-langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan sebagai berikut :  
1. Ibu bisa meminta pertemuan khusus dengan franchisor untuk menjelaskan kondisi bisnis yang ibu alami saat ini. Pada saat pertemuan, Ibu bisa membandingkan kondisi saat ini dengan proyeksi usaha yang disampaikan oleh Franchisor pada saat presentasi awal yang lalu. Perlu diingat, umumnya (ditulis di perjanjian) bahwa Franchisor tidak menjamin kesuksesan dan Ibu sebagai franchisee juga telah memahami risiko yang mungkin terjadi.
2.  Sebelum pertemuan dengan franchisor, Ibu harus memastikan bahwa dari pihak Ibu tidak ada wanprestasi atau pelanggaran yang Ibu lakukan. Hal ini untuk mencegah pertemuan ini menjadi bumerang bagi pihak Ibu. Jika ternyata masih ada wanprestasi atau pelanggaran perjanjian di pihak Ibu, Franchisor akan melihat ini sebagai kesalahan Ibu sendiri dan menjadi penyebab tidak majunya bisnis Ibu selama ini. Akibatnya pertemuan tersebut justru berisiko menjadi kontraproduktif karena akan terjadi saling menyalahkan antara kedua pihak. 
3. Teliti lagi perjanjian franchise Ibu, seharusnya dalam perjanjian tersebut pihak Franchisor mencantumkan bahwa mereka berkewajiban membantu mencarikan solusi atas kesulitan yang Ibu alami. Dengan dasar kewajiban frachisor tersebut,  Ibu bisa meminta kepada Franchisor berbagai bantuan (ide, solusi, maupun tindakan), maupun berbagai keringanan kewajiban yang mungkin dilakukan.  Franchisor yang mempunyai itikad baik akan memberikan berbagai solusi dan keringanan yang bisa diberikan untuk menyelamatkan dan memajukan bisnis Franchisee-nya.
4. Pastikan bahwa segala janji bantuan solusi, tindakan, ataupun keringanan yang diberikan oleh Franchisor dapat dicantumkan sebagai addendum di perjanjian Franchise supaya mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. 
5. Jika Franchisor menolak membantu Ibu dan akhirnya Ibu ingin mengakhiri perjanjian tersebut secara sepihak, maka saya menyarankan supaya Ibu didampingi oleh seorang penasehat hukum atau pihak yang memahami detil tentang perjanjian tersebut supaya Ibu tidak tersangkut masalah hukum di kemudian hari.  
6. Jika Ibu di kemudian hari bertemu dengan penawaran franchise atau kerjasama apapun, pastikan Ibu bisa membaca kontrak dengan lebih seksama bersama seorang penasehat hukum atau orang yang tahu betul masalah perjanjian.  Mintalah waktu 1-2 minggu untuk mempelajari suatu perjanjian dan jangan pernah mau jika diminta untuk menandatangani suatu perjanjian tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.  Pada saat mempelajari perjanjian tersebut, Anda tentu bisa melihat jika memang ternyata perjanjiannya sangat berat sebelah. Disitu Anda bisa mengajukan beberapa penawaran dan poin-poin negosiasi untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali. 
Semoga masalahnya cepat teratasi ya Bu.

Pietra Sarosa, MSM
SAROSA Consulting Group
Contact_sarosa@yahoo.com

Yth, Pak Pietra

Saya punya bisnis franchise busana muslim. Sudah saya jalani 2 tahun tetapi belum menguntungkan. Saya mau tinjau kembali kontrak saya karena menurut saya sangat tidak seimbang, artinya pihak franchisor lebih diuntungkan. Mohon saya bisa diberikan jalan ke luar.

Ibu Hadra

Makassar

Salam Bu Hadra,

Sayang sekali usaha franchise Ibu berjalan tidak sesuai yang diharapkan ya Bu. Terkait dengan kasus Ibu, jika dianalisis sebenarnya pasti cukup banyak varian penyebab franchise Ibu tidak berjalan dengan baik dan banyak juga variasi alternatif penyelesaian yang bisa diambil. Namun demikian, dengan keterbatasan informasi yang saya miliki, saya hanya bisa menyarankan langkah-langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan sebagai berikut : 

1. Ibu bisa meminta pertemuan khusus dengan franchisor untuk menjelaskan kondisi bisnis yang ibu alami saat ini. Pada saat pertemuan, Ibu bisa membandingkan kondisi saat ini dengan proyeksi usaha yang disampaikan oleh Franchisor pada saat presentasi awal yang lalu. Perlu diingat, umumnya (ditulis di perjanjian) bahwa Franchisor tidak menjamin kesuksesan dan Ibu sebagai franchisee juga telah memahami risiko yang mungkin terjadi.

2.  Sebelum pertemuan dengan franchisor, Ibu harus memastikan bahwa dari pihak Ibu tidak ada wanprestasi atau pelanggaran yang Ibu lakukan. Hal ini untuk mencegah pertemuan ini menjadi bumerang bagi pihak Ibu. Jika ternyata masih ada wanprestasi atau pelanggaran perjanjian di pihak Ibu, Franchisor akan melihat ini sebagai kesalahan Ibu sendiri dan menjadi penyebab tidak majunya bisnis Ibu selama ini. Akibatnya pertemuan tersebut justru berisiko menjadi kontraproduktif karena akan terjadi saling menyalahkan antara kedua pihak.

3. Teliti lagi perjanjian franchise Ibu, seharusnya dalam perjanjian tersebut pihak Franchisor mencantumkan bahwa mereka berkewajiban membantu mencarikan solusi atas kesulitan yang Ibu alami. Dengan dasar kewajiban frachisor tersebut,  Ibu bisa meminta kepada Franchisor berbagai bantuan (ide, solusi, maupun tindakan), maupun berbagai keringanan kewajiban yang mungkin dilakukan.  Franchisor yang mempunyai itikad baik akan memberikan berbagai solusi dan keringanan yang bisa diberikan untuk menyelamatkan dan memajukan bisnis Franchisee-nya.

4. Pastikan bahwa segala janji bantuan solusi, tindakan, ataupun keringanan yang diberikan oleh Franchisor dapat dicantumkan sebagai addendum di perjanjian Franchise supaya mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

5. Jika Franchisor menolak membantu Ibu dan akhirnya Ibu ingin mengakhiri perjanjian tersebut secara sepihak, maka saya menyarankan supaya Ibu didampingi oleh seorang penasehat hukum atau pihak yang memahami detil tentang perjanjian tersebut supaya Ibu tidak tersangkut masalah hukum di kemudian hari. 

6. Jika Ibu di kemudian hari bertemu dengan penawaran franchise atau kerjasama apapun, pastikan Ibu bisa membaca kontrak dengan lebih seksama bersama seorang penasehat hukum atau orang yang tahu betul masalah perjanjian.  Mintalah waktu 1-2 minggu untuk mempelajari suatu perjanjian dan jangan pernah mau jika diminta untuk menandatangani suatu perjanjian tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.  Pada saat mempelajari perjanjian tersebut, Anda tentu bisa melihat jika memang ternyata perjanjiannya sangat berat sebelah. Disitu Anda bisa mengajukan beberapa penawaran dan poin-poin negosiasi untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali.

Semoga masalahnya cepat teratasi ya Bu.

Pietra Sarosa, MSM

SAROSA Consulting Group

Contact_sarosa@yahoo.com