PENTINGKAH KOLABORASI?

Kita tahu bahwa saat ini dunia bergerak sangat dinamis.  Perubahan di sekitar kita sering membuat kita menjadi gagap saat berusaha mengikutinya. Kita yang masih dengan pola cara berpikir lama harus melakukan dekontruksi terhadap apa yang kita pikirkan dan kita lakukan. Mari kita lihat dengan hal sederhana, seperti pola kita beraktivitas sehari hari.  

Sebagai wanita bekerja, kita saat ini tidak perlu cemas untuk menyediakan waktu ke supermarket atau pasar untuk memasak, karena saat ini sudah ada layanan situs belanja on line untuk memesan sayuran dan kebutuhan masak yang dapat diantar sebelum kita pulang bekerja.

Sehingga saat pulang, kita tinggal butuh waktu sebentar saja untuk memasak makanan sehat. Kalaupun tidak sempat memotong sayuran dan bingung mengulek bumbu dapurnya, kita tinggal memilih menu secara online bumbu dapur yang sudah siap digunakan, serta sayuran yang sudah dipotong dengan rapinya.

Tidak bisa memasak? Jangan khawatir, mereka memiliki informasi resep – resep yang memudahkan kita berikut dengan tips-tipsnya. Tidak hanya itu, kita juga dapat memilih jenis daging bagian mana yang ingin dipilih sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak di dapur. Ini tentu menjadi hal yang membahagiakan  working mothers yang tentunya mengutamakan waktu kebersamaan bersama keluarga yang lebih banyak di saat dia berada di rumah.

Ini hanya salah satu dari sekian kemudahan yang ditawarkan. Sebelumnya kita juga dibanjiri dengan penawaran makanan yang siap santap dari berbagai jasa pengiriman online, asalkan dana tersedia rasanya kita tidak perlu keluar rumah secara khusus untuk membeli makanan yang kita inginkan.

Masih banyak contoh contoh lain, yang pada intinya mendekatkan diri kepada konsumen, membaca secara jeli target customer yang dibidik dan mengetahui secara pasti apa yang customer inginkan. Intinya dengan ada gadget ditangan, beserta internet yang berjalan dengan cepat dan lancar, rasanya semua masalah terpecahkan. Itulah yang dirasakan oleh keluarga muda dan remaja Y –generation  yang lahir dari tahun 1980 hingga tahun 2000, yang sering disebut generasi millennia atau Net –generation.

Apa maknanya bagi human capital dalam penulisan artikel kali ini?   Menurut Prof Renald Khasali Guru Besar Ilmu Manajemen UI , ada 3 S-perubahan mendasar yaitu : Sudden Shift, Speed dan Surprise. Perubahan  yang secara tiba- tiba, mengejutkan dan secara cepat membuat kita terkaget – kaget melihatnya.

Kita masih ingat betapa dahsyatnya belanja online Zalora, situs belanja yang sangat digemari anak muda. Selain mendapatkan barang yang baru, dengan harga murah juga tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama mendatangi satu toko ke toko lainnya. Hal ini sudah dapat dirasakan dampaknya dengan turunnya industri ritel konvensional 3-4% sedangkan Zalora mengalami kenaikan hingga 240% di tahun ini.

Bagaimana dengan dunia franchise? Dunia Franchise juga tidak akan luput dari imbasnya perubahan. Dengan dunia yang semakin bergerak dinamis, maka kecepatan dan perhatian akan perubahan menuntut adanya fokus perhatian terhadap core business process.

Dampaknya tentu perlunya kolaborasi dengan pihak lain untuk non core business process. Disitulah peran dan visi semua pengusaha, termasuk franchise owner untukperlu memilah mana saja yang dianggap core, mana saja yang noncore business process.

Kolaborasi menjadi kata kunci. Kolaborasi adalah kerja sama diantara dua perusahaan atau lebih untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kolaborasi menyelesaikan visi bersama, kolaborasi juga melibatkan human capital di dalamnya untuk saling bekerjasama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program program untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam manufaktur, bisnis proses yang dapat dikerjakan oleh pihak ketiga akan membuat bisnis proses internal menjadi lebih simple, sehingga energi dan pikiran manajemen akan lebih tercurah terhadap hal hal yang menjadi core business process maupun pengembangan perusahaan.

Selain itu, kolaborasi tidak perlu ditakutkan, juga bukan ancaman, sudah bukan zamannya lagi bekerja sendirian.  Mengerjakan semua tahap business process sendiri yang semakin kompleks dan besar, alih-alih menguntungkan, malah akan terjadi pemborosan, dan belum tentu menjadi semakin efisien. Apalagi jika sang franchisor semakin berkembang dan  franchisee semakin bertambah banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.

Ada sebagian franchisor yang masih belum mempercayai pihak ketiga, yang menawarkan services yang justru sebenarnya memudahkan business process mereka. Hal ini  dapat dimaklumi karena pemahaman core dan non core business process yang belum dipetakan dengan baik. Kedepannya kolaborasi ini akan semakin erat, mengingat dunia saat ini membutuhkan kecepatan dan kepekaan dalam menciptakan inovasi.

Hanya perusahaan yang terus menerus memikirkan inovasi bagi perusahaannya yang akan jadi pemenang dan sia menghadapi perubahan-perubahan yang sangat cepat dan mendadak. Kolaborasi menciptakan efisiensi dan output yang bisa saja lebih bagus dari sebelumnya, asalkan adanya trust diantara kedua belah pihak. Faktor manusia, dalam hal ini menentukan munculnya hubungan saling mempercayai dan saling membutuhkan, yang akan mendampak terhadap keberhasilan kolaborasi itu sendiri.

Ir Mirawati Purnama Msi