Pameran Franchise IFRA Hari Ini Digelar, Targetkan 58.000 pengunjung dan Transaksi Rp 1,5 Triliun

Hari ini pameran franchise IFRA Business Expo 2024 resmi dibuka. Expo franchise ini akan berlangsung dari 16-18 Agustus 2024 di JCC Senayan Jakarta. Bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Dyandra Promosindo selaku penyelenggaraan The 22nd IFRA Business Expo 2024 ini menargetkan lebih dari puluhan ribu pengunjung dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan calon pensiunan.

Pameran ini diharapkan dapat membantu usaha kecil menengah (UKM) tumbuh dan berkembang melalui digitalisasi UMKM, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan industri waralaba di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ini diharapkan dapat mendorong UMKM menguasai pasar Indonesia.

“Dengan mengadakan pameran ini diharapkan dapat mengenalkan pola franchise yaitu menggiatkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan waralaba lokal,” ucapnya.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa IFRA adalah komitmen Dyandra Promosindo untuk mendorong pertumbuhan industri waralaba di Indonesia.

Pameran ini diharapkan menjadi ajang networking antara pengusaha dan calon pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Kami harap pameran ini bisa menghasilkan lebih dari Rp 1,5 triliun dan kami berharap IFRA 2024 menjadi platform terpercaya dan dapat menjadi katalisator pertumbuhan industri waralaba di Indonesia,” tuturnya dalam pembukaan IFRA 2024, JCC, Senayan, Jakarta.

IFRA menjadi platform utama untuk mencari bisnis bagi para pelaku usaha. Acara ini menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi konsep bisnis yang inovatif, menjalin kerjasama dengan pelaku industri, serta memperluas jaringan bisnis baik di pasar domestik maupun pasar internasional.

“IFRA tahun ini menargetkan lebih dari 58.000 pengunjung, serta menampilkan 70 program bisnis inovatif yang melibatkan 225 perusahaan yang mewakili 325 merek,” jelas Daswar.

Anang Sukandar menambahkan bahwa pemerintah Indonesia mendorong agar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menguasai pasar melalui ekosistem maupun digitalisasi.

“UMKM kita coba didorong untuk menjadi usaha unggulan yang ke arah usaha franchise. Pemerintah sendiri juga mendorong untuk menciptakan tenaga kerja. Pameran ini menunjukkan pola waralaba itu seperti ini, kedua ingin mendorong pertumbuhan waralaba lokal pasar domestik. Indonesia cukup besar jangan lupa saat covid domestic consumption kita sangat besar,” bebernya.

Dengan domestic consumption yang besad akan menciptakan domestic demand dan membuat orang ingin berinvestasi.

“Jadi ini yang harus kita pertahankan, saya mengimbau para UMKM supaya lebih serius jangan asal-asalan apalagi kalau dibikin franchise,” sambung Anang.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Moga Simatupang, mengapresiasi upaya AFI yang secara konsisten dan berkelanjutan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional, khususnya sektor waralaba.

“Saya sangat mengharapkan agar kolaborasi nyata antar pemerintah dan dunia usaha ini dapat terus berlangsung. Semoga kegiatan ini menjadi wadah dan sarana yang baik untuk promosi bagi berbagai konsep bisnis dan menjadi langkah awal bangkitnya kembali bisnis waralaba menuju masa depan yang lebih baik,” kata Moga. (ZR)