
Personal branding adalah aktifitas membangun persepsi positif, dan membanggakan terhadap seorang individu, baik itu orang lain, ataupun diri sendiri. Proses personal branding banyak dilakukan oleh para public figure: artis, aparat, birokrat dan politisi, yang sudah menyadari pentingnya image dalam membangun karir dan kejayaan.
Personal branding pada kebanyakan selebriti wanita, adalah melabeli dirinya sebagai wanita cantik, menarik, awet muda, berkulit putih mulus. Iyaaa .. karena lahan bekerja mereka memang sangat membutuhkan tampilan fisik sempurna (di mata target marketnya). Ada yang menarik, ternyata cukup banyak politisi (wanita), yang mem-branding dirinya seperti para selebriti, ingin dikenali sebagai sosok yang cantik, menarik, dan menggoda (?). Seorang politisi wanita sekelas gubernur, juga menjual tampilan fisik. Apakah sukses dengan branding demikian? Hmmm … Kita lihat ending-nya nanti…
Sering terjadi, sebuah konsultan (marketing atau market research), diminta melakukan aktifitas personal branding ke seseorang, dengan karakter-karakter tertentu yang sudah disiapkan. Dan konsultan diminta untuk memperkuat karakter customized request tersebut menjadi nyata. Tentu saja, tidak semua karakter yang diimpikan, bisa otomatis ditebar (pesona)-kan pada target (market) atau komunitas tertentu. Sejatinya, ada tahapan-tahapan dan syarat, agar proses personal branding mencapai hasil yang optimal.
Berikut ini, coba digambarkan tujuan, bagaimana prosesnya, dan hal-hal yang harus dihindarkan, saat membangun personal branding.
Tujuan melakukan personal branding, adalah:
1. Meningkatkan percaya diri;
2. Meningkatkan kredibilitas;
3. Melekatkan image positif yang dibutuhkan;
4. Memudahkan pendekatan kepada target;
5. Meningkatkan penerimaan target.
Proses membangun personal branding:
1. Menggali potensi dan kelebihan personal;
2. Mengumpulkan ekspektasi target terhadap tokoh tertentu;
3. Memperkuat potensi yang sesuai ekspektasi target;
4. Mengungkapkan di media/ sosial media, aktifitas terkait image yang ingin ditangkap;
5. Melakukan aktifitas yang konsisten dengan image sesuai target;
6. Melakukan evaluasi / survey ke para target.
Yang harus dihindari, saat membangun personal branding, diantaranya adalah:
1. Memaksakan membangun image yang tidak dimiliki sama sekali;
2. Ketidak konsistenan dalam sikap dan komunikasi terkait citra diri (image);
3. Memalsukan data / aktifitas terkait image yang dipilih;
4. Image yang dibangun tidak sesuai ekspektasi target;
5. Image yang dipilih memiliki konotasi negatif;
6. Terlalu menyanjung diri.
Oleh: Lisa Noviani (Praktisi Marketing Research & Pemerhati Pasar)