
Di tengah gegap gempitanya pemain usaha ayam goreng krispi yang tersebar dengan berbagai mereknya, nama Ranisa Fried Chicken hadir menyeruak dengan kekuatan rasa produknya yang lebih “ladziz” dibandingkan lainnya.
Nah, soal rasa, Sukron, Owner brand ayam krispi Ranisa Fried Chicken mengatakan memang hal tersebut menjadi kekuatan utama Ranisa. Proses riset dan pengembangan produk yang dilakukan bertahun-tahun menjadi salah satu kunci enaknya rasa ayam goreng Ranisa.
Terlebih dengan pengalaman panjang Sukron yang sempat mengenyam “pendidikan” di sejumlah perusahaan seasoning ternama di Indonesia membuatnya paham betul lika-liku, trik dan peluang di usaha ini.
“Saya sempat bekerja lama di dua perusahaan besar di Indonesia yang banyak memberikan saya kesempatan berharga untuk mengetahui seluk beluk bisnis seperti ini,” ujarnya kepada majalahfranchise.com saat ditemui di kantornya yang asri di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sebelum akhirnya kini Ranisa memiliki 300 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, Sukron mengakui bukan perkara mudah mengembangkan bisnis Ranisa.
Dijelaskan Sukron, kekuatan Ranisa dari sisi rasa karena memang Ranisa Fried Chicken diciptakan dan dibuat dari bahan dasar pilihan yang berkualitas premium. Kemudian produk-Ranisa diproses dengan peralatan modern dan higienis sehingga membuat fried chicken Ranisa matang dengan cepat dan baik, tanpa mengurangi kelezatan dan renyahnya ayam fried chicken.
“Ini yang sedari awal saya tekankan betul kepada teman-teman agar menjaga standardisasi produk yang telah ditetapkan demi menjaga kepuasaan konsumen,” urainya.
Ranisa juga tercatat telah mendapatkan sertifikasi Halal MUI yang menandakan jika produk Ranisa dipastikan aman, nyaman, sehat, berkualitas serta mematuhi standar keamanan pangan yang tinggi.
Berkembang dengan Membuka Jaringan Internasional
Jatuh bangun sudah Sukron lalui dan rasakan guna membesarkan nama Ranisa yang mulai ia rintis sejak 2015 lalu. Mulai dari beratnya masa-masa menjalankan usaha Ranisa di awal berdiri, mengembangkan skema kemitraan yang belum teruji, sampai upaya menjaga kualitas produk dan layanan aftersales kepada mitra kesayangan.
Dari semua tantangan yang ia hadapi, Sukron mengaku melaluinya dengan terus senantiasa memerhatikan betul sisi bahan-bahan produksi usaha. Bagaimana ia menjaga kualitas ayam dari RPA, termasuk pula bumbu marinasi dan breader (tepung) yang akan digunakan di olahan sebelum ayam didisplay di penjualan, sampai memastikan adanya kesesuaian SOP yang sudah disepakati oleh manajemen.
“Di awal-awal saya yang turun langsung mengurusi masalah itu semua karena tidak boleh ada yang miss dari prosesnya,” imbuhnya.
Hasilnya? Bisa dilihat sekarang. Kerja keras Sukron terbilang terbayar lunas seiring bertumbuhkembangnya jaringan-jaringan Ranisa yang dari satu titik di daerah Otista, Jakarta Timur hingga kini sudah mulai merata masuk pelan-pelan menguasai pasar nasional, utamanya wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Hebatnya lagi, khusus untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur serta sebagian wilayah di Banten, proses berkembangnya Ranisa di wilayah-wilayah tersebut, lantaran terbukanya kran pasar mitra baru yang berasal dari komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) basis Hong Kong dan Macau.
Dengan mengusung konsep BO, Ranisa membuka kesempatan bagi para calon mitra usaha untuk membuka usaha Ranisa yang sejatinya telah dimudahkan dengan ketersediaan bahan baku yang telah distandarisasi pihak pusat.
“Selain itu, konsep usaha seperti ini juga kan mudah diadopsi dan didukung dengan adanya training menyeluruh dari mulai pra sampai saat pembukaan,” seru Sukron.
Upaya baru yang dilakukan Sukron untuk mempercepat pengembangan adalah ia menggandeng pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Macau dan Taiwan sebagai opsi usaha di tanah air. Walhasil, sejak sejak diperkenalkan pada Desember tahun lalu, kini jaringan Ranisa semakin meluas dengan memiliki 40 mitra di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan masih akan terus bertambah.
“Dalam perkembangannya, kami akhirnya membuka kesempatan usaha yang lebih luas lagi bagi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan membentuk anak usaha Ranisa di masing-masing wilayah yang kemudian bertanggungjawab penuh terhadap kelangsungan usaha mitra Ranisa di sana,” beber Sukron lebar.
Ranisa saat ini masih terus membuka kesempatan kemitraan yang menarik bagi masyarakat luas. Sukron mengingatkan bahwa pilihan berbisnis fried chicken sangat banyak dan beragam, namun jika menginginkan merek yang memiliki cita rasa kuat, jawabannya adalah Ranisa Fried Chicken.
Aziz Fahmi