Ferry Reviandy, Sukses Berbisnis Kue di Tengah Kondisi Sulit

Pandemi tidak selamanya membawa musibah. Ada yang mendapatkan berkah dibalik peristiwa pandemi. Salah satunya adalah Ferry Reviandy. Pria ini justru memulai bisnis ketika Pandemi Covid19 tengah kencang-kencangnya melanda Indonesia. Di tahun 2020, bersama sang istri ia mendirikan bisnis pastri yang bernama Jeji Chewy Puff.

Kini Jeji Chewy Puff sudah memiliki 11 di outlet yang tersebar di Cikarang, Tangerang, Bandung, hingga Kalimantan di Tarakan. Omzet bisnisnya pun menggiurkan. Dalam satu bulan rata-rata outletnya mampu menghasilkan omzet 100 juta dengan profit 60 %.

Cerita bisnis pria yang akrab disapa Ferry ini bermula ketika sang istri tengah asik membuat pastri pada 2020. Maklum kala itu masa pandemi dimana masyarakat harus menjaga jarak dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. “Nah ketika buat pastri istri saya membuat kesalahan. Bentuknya aneh namun rasanya kok enak karena di luar crispy tapi dalamnya juicy. Jadi produk kami lahir dari accident sebetulnya,” tutur Ferry.

Maka pastri tersebut diberi nama Jeji Chewy Puff. Dari situ ia juga membuat berbagai varian dan toping  serta ingredient lainnya, sehingga lahir lah 13 varian produk. “Kita membuat trial and error itu selama 2 bulan,” ungkap pria yang memulai bisnisnya dengan modal Rp 25 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku ini.
Setelah cukup yakin dengan kualitas produknya, Ferry mempromosikan Jeji Chewy Puff lewat WhatsApp. “Kebetulan produk kita yang dipajang di status WA diliat kenalan saya yang seorang Selegram. Ia memesan produk kami lewat WA. Rupanya Selegram tersebut sangat menyukai produk kami, ia pun membuat testimoni di akun medsosnya hingga menjadi viral,”  kata Ferry.

Dari situlah, kata dia, banyak customer yang memesan produknya lewat WhatsApp. “Mereka pesan pre order dan mau menunggu 2-3 minggu. Padahal para customer tersebut jauh-jauh tempat tinggalnya ada dari daerah Alam Sutra BSD, Cibubur dan ada yang dari Bekasi. Omzet dari customer by WA saja bisa mencapai 1 juta perharinya,” ujar ayah dari Kimberly ini.

Ferry pun bersama istri semakin bersemangat untuk mengembangkan Jeji Chewy Puff. Begitu pandemi mereda, pada 2021 akhir ia membuka outlet pertama Jeji Chewy Puff di bilangan Kedoya, Jakarta Barat. Di tahun pertama banyak yang minta menjadi mitra bisnis franchisenya. Maka pada 2022 ia membuka peluang kemitraan dan memiliki 5 cabang mitra bisnis Jeji Chewy Puff. “Padahal kami belum beriklan ke manapun,” katanya.

Jeji Chewy Puff menawarkan berbagai produk menarik dengan harga terjangkau. Ada paket Box 9 Chewy yang merupakan signature terbaik dengan harga Rp 80 ribu. Ada Box 6 Chewy dengan harga Rp 60 ribu, ada pula paket Bok 3 Chewy dengan harga Rp 30 ribu.

Varian produk best seller Jeji Chewy Puff antara lain Cheese Dream yaitu Vanilla dengan toping full cheese. Juga ada Choko Ball yaitu lapisan cokelat dengan toping coklat ball. Dan tentunya ada Choko Praline yaitu premium coklat yang dikombinasikan dengan coklat dan Praline.

Bagi anda yang berminat dengan peluang bisnis yang unik dan terbukti profitable ini, Jeji Chewy Puff menawarkan peluang bisnis kemitraan pertama, kemitraan berbasis online dengan investasi Rp 50 juta. Investasi tersebut diperuntukkan untuk membeli peralatan,bahan baku, pelatihan dan cara menjual. “Saat ini untuk mitra online sudah ada 2 dan omzetnya rata-rata 30 juta perbulan,” ujarnya pria yang juga seorang konsultan manajemen ini.

Kedua, paket kemitraan buka outlet dengan investasi Rp 80 juta di luar biaya sewa. Luas outletnya setidaknya ukuran 8-9 meter persegi. Dengan jumlah peralatan yang lebih besar para mitra ini rata-rata meraih omzet 100 juta rupiah perbulannya. “Tahun ini kita mulai menawarkan peluang kemitraan Master Kota dan Provinsi. Investasinya Rp 200 juta. Jadi calon mitra di suatu kota atau provinsi bila ingin menjadi mitra bisnis kami harus melalui master kota atau provinsi,” bebernya.

Para mitra bisnis hanya dikenakan biaya management fee setiap bulannya yang jumlahnya hanya Rp 1,5 juta – Rp 2 juta. “Mitra kami mendapatkan full support mulai dari QC dan produk, stok penyimpanan, proses produksi, visit secara berkala untuk kita review berbagai proses bisnisnya,” kata suami dari Kwan Teby ini.

Diakuinya, hambatan dalam mengelola bisnisnya adalah suplai produk yang terkadang tidak lancar dari suplayer. Untuk mengatasinya Ferry harus menemukan sourching ekstra dengan melapisi suplayer lainnya. “Tapi kelebihan bisnis kita adalah punya SOP yang sangat mudah dijalankan oleh ibu-ibu yang berusia 50 tahun sekalipun. Mitra bisnis kita di usia itu bisa mengikuti cara kerja bisnis kita,” ungkap pria kelahiran Surakarta tahun 1979 ini.

Sarjana Teknik Industri lulusan Universitas Trisakti yang pernah bekerja di empat perusahaan ini memiliki prinsip hidup jangan berhenti berinovasi dan menyerah begitu saja. “Buatlah inovasi dalam bisnis, terus lah tekuni  usaha jangan mudah menyerah,” pungkas pehobi olahraga sepeda dan renang.

Zaziri