
Investasi dalam bisnis waralaba menjadi salah satu opsi menarik jika Anda ingin memulai bisnis dengan dengan dukungan dari merek yang sudah dikenal di pasar. Konsep waralaba ini telah terbukti berhasil dan menjadi pilihan bagi banyak individu yang ingin meraih kesuksesan dalam berwirausaha.
Sama dengan investasi di bidang lain yang mengandung risiko. Investasi di bisnis waralaba pun juga tidak bebas risiko. Risiko-risiko investasi di bisnis waralaba antara lain:
1. Perubahan pasar atau kondisi ekonomi yang akan mempengaruhi profitabilitas Anda
2. Berinvestasi atau membeli bisnis waralaba yang bisnisnya belum teruji.
3. Membeli bisnis waralaba tetapi franchisornya tidak komit. Tidak memberikan dukungan kepada Anda selaku franchisee.
4. Membeli bisnis waralaba yang tidak sesuai dengan passion Anda alias hanya sekedar iseng saja.
Sebab itu, jika Anda tertarik dengan waralaba maka pilih bisnis waralaba yang sesuai dengan passion Anda, pilih yang sudah terbukti provent, serta manfaatkan waralaba yang bisnisnya selalu berkembang dan tak lekang oleh waktu.
Nah terkait investasi di bisnis waralaba Indonesia itu ada dua tipe yang ditawarkan. Pertama tipe under management (investor pasif) dan kedua tipe owner operator (investor aktif).
Untuk konsep pertama yakni investor pasif, Anda selaku investor cukup hanya sediakan uang saja dan tinggal menerima laporan omzet serta profit bulanan. Operasional bisnis yang menjalankan adalah franchisor. Contoh klasik waralaba yang under management adalah Indomaret dan Alfamart.
Sementara untuk konsep kedua investor aktif adalah Anda selaku investor dan pemilik itu wajib terjun langsung atau terlibat langsung dalam operasional bisnis. Jadi dalam hal ini Anda memiliki tanggung jawab penuh dalam menjalankan bisnis waralaba, mulai dari manajemen, perekrutan karyawan, pengawasan operasional, hingga strategi pemasaran. Tentu saja semua berdasarkan panduan dari franchisor.
Masing-masing dua tipe ini baik investor pasif maupun aktif ada plus minusnya.
Kelebihan dari investor pasif adalah pertama Anda minim keterlibatan operasional. Kedua diversifikasi investasi, serta ketiga Anda memiliki potensi keuntungan.
Sedangkan kekurangan atau minusnya adalah keterbatasan kontrol, potensi kerugian investasi dan ketergantungan yang tinggi pada kinerja bisnis.
Semantara untuk investor aktif kelebihannnya adalah pertama, Anda memegang kendali penuh atas bisnis. Kedua keuntungan yang Anda dapatkan bisa lebih besar dan Anda memiliki lebih banyak pangalaman dan pembelajaran soal bisnis.
Kekurangannya Anda punya labih banyak tanggung jawab dan beban kerja, ada risiko finansial dan keterbatasan waktu.
Anda lebih pilih mana? Pastikan sesuai dengan tujuan pribadi Anda.