Tawarkan Produk Minuman Unggulan dengan Harga Terjangkau

MYNUM Tawarkan Produk Minuman yang Unggulan dengan Harga Terjangkau

Peluang bisnis yang satu ini memiliki kekuatan pada kualitas produk dengan harga jual yang terjangkau, dan menyasar semua kalangan. Kekuatan tersebut menjadikan brand MYNUM kuat di market dan produk. Para mitra bisnis pun meraih profit yang besar dan BEP yang singkat.  

MYNUM pun berpotensi menjadi pemain  besar di bisnis F&B karena terus berkembang dan menghasilkan income yang tinggi. Merek ini sudah memiliki loyal customer-nya sendiri. Terlebih lagi produk yang disajikan juga diterima oleh masyarakat di berbagai kalangan dan dianggap mampu bersaing dengan brand competitor lain.

Terbukti di tengah Pandemi dimana banyak brand yang tutup, MYNUM tetap survive bahkan mengembangkan dengan menambah cabang outlet. Sampai bulan September MYNUM memiliki 34 Outlet di wilayah Jadetabek. Hebatnya lagi, rata-rata omset disemua outletnya mencapai Rp 110 juta hingga 150 juta per bulan.

Sejak awal berdiri, peluang bisnis MYNUM cukup menguntungkan bagi mitranya, karna mampu menghasilkan omset dan bagi hasil yang besar dan dianggap layak menjadi peruntungan bisnis yang baik dalam jangka waktu yang lama.

Dengan melihat keberhasilan dan penerimaan produk MYNUM di masyarakat, serta banyaknya permintaan masyarakat untuk bergabung menjadi kemitraan MYNUM, maka MYNUM menawarkan peluang bisni Kmitraan MYNUM pada Januari 2021.

Handiko Dri Yananto, Owner MYNUM mengatakan, tujuan dari kemitraan ini untuk mempermudah konsumen membeli produk MYNUM. Seiring dengan dengan membuka cabang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia, banyak pula permintaan peluang bisnis kemitraan MYNUM.

Maka peluang bisnis kemitrran MYNUM mulai ditawarkan sejak Januari 2021. “Saat ini kami sudah memiliki mitra 12 Outlet dengan system Operasional Base yaitu pengelolaan dilakukan oleh pihak MYNUM,” terang Handiko.

MYNUM sendiri berdiri pada bulan Maret 2019 di bawah naungan PT. Nyonya Besar Lestari. Gerai pertamanya berada di Mencong, beralamat di Jl.H.Mencong Nomor 82, RT 001/RW 010, Sudimara Timur. Kec.Ciledug, Kota Tangerang.

Meski demikian, MYNUM sejatinya bukan pemain baru di bisnis F&B. Sejak 2013, Handiko sudah mendapat kepercayaan untuk mengelola bisnis food and beverages (FNB). “Kami memulai usaha di bidang produksi serbuk minuman sejak tahun 2013 dan telah memiliki jaringan keagenan hingga seluruh Indonesia,” katanya.

Baru pada 2019 membentuk Brand MYNUM dengan produk bubble tea. “Keunggulan Brand MYNUM terletak pada kualitas rasa produk dan harga bahan baku yang relatif murah, karena beberapa bahan baku kami produksi sendiri. Untuk varian menu yang beragam menjadikan produk MYNUM memberikan pilihan rasa dan toppingan yang bervariasi,” jelasnya.

Dikatakan Handiko, MYNUM dikelola secara professional oleh SDM yang berpengalaman dan memiliki kemampuan di bidangnya. Terbukti sejak didirikan hingga saat ini sudah memiliki 34 Outlet yang tersebar di Jadetabek dan akan mengembangkan ke kota-kota besar seluruh Indonesia.

Selain itu, kata dia, MYNUM memiliki kekuatan pada produk dan harga yang sangat terjangkau di setiap kalangan. Dengan kualitas rasa produk dan harga yang sangat terjangkau menjadikan brand MYNUM kuat market dan produk. “Terbukti di tengah Pandemi dimana banyak Brand yang tutup, namun MYNUM tetap survive bahkan mengembangkan dengan menambah cabang outlet,” tandasnya.

Kedepan, MYNUM memiliki Visi Menjadi Penggerak Roda Ekonomi Nasional Di Bidang Bisnis Makanan & Minuman dan Menjadi Perusahaan Terdepan Di Indonesia Dalam Bisnis   Kemitraan Dibidang Minuman & Makanan. “Target tahun ini yaitu MYNUM bias membuka Cabang lebih dari 50 Outlet,” Handiko.  

PT. NBL sangat optimis di tengah-tengah persaingan pasar dengan usaha sejenis akan bisa bersaing, dengan memiliki management dan SOP yang standart, pelayanan yang baik serta produk dengan varian rasa dan topping terbaik. “Hal ini menjadi pembeda bahwa MYNUM memiliki prospek bisnis yang sangat baik untuk jangka panjang,” ungkap Handiko.

Untuk itu, kata dia, PT. NBL terus melakukan berbagai Inovasi produk yang dilakukukan berdasarkan riset terlebih dahulu secara mendetail. Inovasi dilakukan oleh tim R & D dan dibantu dengan tim marketing yang berperan sebagai pencari informasi mengenai produk yang sedang trending. “Riset produk dan riset pasar dilakukan secara keseluruhan agar produk baru yang di tawarkan dapat sukses diterima oleh konsumen,” ucapnya.

Saat ini, MYNUM dipasarkan melalui social media seperti instagram, selain itu juga dilakukan pengiklanan di berbagai media pada moment tertentu (Promo, Endorse, Grand Opening New Outlet, dll).

“Produk baik yang dimiliki MYNUM juga menjadi ketertarikan sendiri bagi konsumen, maka terdapat banyak konsumen yang mengenal MYNUM tanpa melihat dari iklan manapun. Penjualan melalui Online (Grabfood, Gofood, Shopeefood dll) menjadi media pemasaran produk MYNUM,” jelas Handoko.

Bagi yang tertarik dengan peluang bisnisnya, MYNUM menawarkan biaya Investasi Kemitraan sebesar Rp 130.000.000. Rinciannya Rp 50.000.000 Biaya License Fee selama 5 tahun. Adapun Rp 80.000.000 Biaya Equipment MYNUM di outlet. “Exclude biaya Renovasi dan Sewa lokasi. Estimasi BEP 12 s.d 18 Bulan,” pungkasnya. (ZR)