Sambal Lalap, Kedai Ayam Tradisional yang Tengah Digandrungi Kaula Muda

Satu lagi merek besutan Wong Solo Group yang tengah happening dan digandrungi kaula muda. Enak, harga terjangkau dan nagihin.

Wong Solo Group memang tak pernah sepi mengeluarkan gebrakan di dunia kuliner. Setelah berhasil menggembrak pasar kuliner dengan merek Ayam Penyet Surabaya dan Ayam KQ5, Wong Wolo Group juga kembali menggebrak bisnis kuliner dengan meluncurkan merek Sambal Lalap.

Tidak berbeda jauh dengan para pendahulunya, Sambal Lalap juga menyajikan aneka menu ayam dengan berbagai variannya. Namun kedai ini lebih bernunsa fresh dengan warna biru, hijau dan merah. Maklum saja segmen yang dibidik adalah kaula muda yang belakangan ini sangat gandrung dengan kuliner tradisional.

Maka harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Mulai dari paket murah meriah Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Menariknya, harga Rp 15.000 sudah termasuk es teh manis yang memang dikenal nikmat the racikan Wong Solo Group. Sangat ramah dikantong bukan untuk kalangan millennial?

Salah satu selebgram yang suka makan di Sambal Lalap adalah Taqy Malik. Penghapal Al Quran ini merekomendasikan Sambal Lalap kepada para pelanggan ketika menikmati kuliner ini di Banjarmasin. “Tempatnya nyaman, harga terjangkau dan makanannya enak. Saya coba ayam goreng dan sambalnya enak. Nilai plus nya restoran ini di sekelilingnya ada kata mutiara dan hadis, membuat iman kita tebal,” katanya.      

Kehadiran Sambal Lalap memang menjadi alternatif santapan kuliner yang sudah ada di Indonesia. Selain sambal khasnya, Sambal Lalap juga menawarkan aneka sayur, aneka sate, aneka gorengan, dan aneka lauk lainnya. Dan yang tidak kalah larisnya adalah menu paket yang ditawarkan Sambal Lalap.

Dengan paket tersebut customer sudah bisa menikmati lele, nasi, sayur trancam, oseng, tempe tahu, sambal, dan es the jumbo. Ada juga Peket Hemat ayam penyet/bakar atau ayam, nasi, sayur trancam, oseng, tempe tahu, dan sambal dengan harga Rp 15 ribu. Bagi yang take away Sambal Lalap juga menyediakan nasi kotak komplit. Semua menu tersebut dimasak dengan olahan masakan rumahan, sehingga sehat, nikmat dan mengena di lidah.

“Kita memang menawarkan kuliner alternatif yang berkualitas baik dengan harga terjangkau. Sesuai dengan slogan “Rasa Enak Harga Harus Murah”. Bagi anak-anak remaja, pekerja kantoran, keluarga dan semua kalangan masyarakat pencinta ayam dan masakan rumahan bisa menikmati kuliner ini,” ujar Puspo Wardoyo selaku pemilik Sambal Lalap.

Puspo berharap Sambal Lalap bisa menjangkau masyarakat yang ingin makan di restoran tapi terkendala dengan harga yang mahal. “Jadi jangan khawatir soal harga walaupun konsep Sambal Lalap layaknya restoran. Kita memang ingin menyediakan tempat makan yang nyaman dan berkelas walau harga murah,” bebernya.

Saat ini, Sambal Lalap sudah memiliki 23 gerai yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Kedepan, Puspo akan membuka beberapa gerainya di berbagai wilayah Indonesia termasuk Jakarta.

Salah satu kendalanya kalau di Jakarta susah mencari lokasi yang sangat strategis. Karena kunci rumah makan itu ya harus strategis lokasinya, yang traffic jalannya padat tapi tidak cepat, karena orang lapar ada di jalan. Itu kuncinya,” tuturnya. 

Lalu apa kunci Puspo Wardoyo hingga sukses mengembangkan banyak merek bisnis kuliner? “Kuncinya cuma satu yaitu fokus di bisnis kuliner dan tidak menggeluti bisnis. (ZRI)