Oto Bento, Konsisten dalam Pelayanan dan Kualitas Produk Selama 20 Tahun

Konsisten dalam menyajikan kualitas produk dan pelayanan, restoran ini meraih penghargaan Top Franchise 2019. Apa kunci suksesnya?

Oto Bento merupakan makanan khas Jepang dengan perpaduan rasa Indonesia shingga cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, selain itu Oto Bento menjual produk makanan yang sehat, tanpa bahan pengawet dan halal.

Dalam menekuni bisnis ini sang pendiri Antonius Tony mengatakan, pertama kali mendirikan bisnis ini tentu mengalami sebuah rintangan. Namun Pria yang akrab disapa Tony ini terus berupaya membangun mereknya agar selalu sustain dan dikenal oleh masyarakat luas.

“Membangun awarness masyarakat terhadap brand Oto Bento dengan cara terus melakukan pemasaran baik secara offline dan onlien, dan terus melakukan perubahan lebih baik lagi untuk mengikuti tren yang ada,” ujar Tony.

Memasuki usia bisnisnya yang ke 20 tahun ini, Tony mengungkapkan kunci keberhasilannya bertahan di bisnis ini. Menurutnya, terus mengikuti perkembangan zaman, jika tidak mengikutinya maka bisnis akan kalah dalam persaingan. Selain itu juga dibutuhkan inovasi secara terus- menerus, tidak hanya asal inovasi Oto Bento juga rutin melakukan perbaikan yang berkesinambungan.

Bisnis Oto Bento sejatinya tidaklah mudah untuk mengelolanya, sebab bisnis ini tidak mudah ditiru banyak orang. Bento sendiri memang bukanlah makanan musiman, alhasil bisnis di bidang ini memiliki jangka panjang yang baik.  Di satu sisi keunggulan Oto Bento memiliki cita rasa yang khas dan berdaya saing internasional.

Saat ini luas terutama didaerah luar pulau jawa. Franchise Oto Bento merupakan bisnis jangka panjang dan memiliki target pasar yang luas. Terlihat kurang lebih 72 gerai  yang tersebar di Indoensia dari mulai pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Papua.

“Omzet kami mencapai kurang lebih Rp 1,5 juta – 10 juta perhari,” kenangnya dengan bangga.

Adapun investasi Oto Bento saat ini mulai dari konsep mini resto Rp 225 juta, Resto Rp 325 juta, sampai dengan cafe and resto Rp 425 juta. Bagi franchisee yang sudah bergabung di bisnis ini, akan dikenakan biaya franchise fee per tiga tahun untuk mini resto  Rp 25 juta, resto Rp 35 juta, dan cafe and resto Rp 45 juta.

Soal BEP (Break Event Point) Tony memperkirakan mitra balik modal selama 14 bulan sampai 17 bulan.

Kesuksesan ini tentu didapatkan dari pengalaman Tony yang cinta akan travelling dan kuliner. Melalui kecintaan tersebut menghasilkan banyak pengetahuan yang dapat diterapkan di bisnis yang dibangunnya, terlihat banyaknya varian menu yang bisa dinikmati para pecinta bento di Indonesia.

Menu makanan yang ada di Resto Oto Bento ini adalah Egg Chicken Roll, Shripm Roll, Beef Teriyaki dan lainnya. Saat ini Oto Bento menghadirkan menu-menu baru seperti Beef Bowl Teriyaki dan Chicken Bowl Blackpepper.

“Rasa menu Oto Bento bisa diadu, salah satu menu Egg Chicken Roll kami misalnya bisa silahkan dicoba. Hasil testimoni konsumen kami, Egg Chicken Roll Oto Bento memiliki cita rasa nomor satu dibandingkan yang lain,” ungkapnya.

Soal harga di Oto Bento relative terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu customer sudah dapat menikmati kuliner khas Jepang ini.

Kedepan rencana Oto Bento akan terus berinovasi dan konsisten dari segi pelayanan, kualitas produk. Tak hanya itu Oto Bento juga berencana ekspansi gerai ke luar negeri.

Alvin Pratama