Kebab Turki Baba Rafi, Brand dengan Reputasi Internasional

Meski diterpa pandemi beberapa tahun belakangan ini, kinerja bisnis Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) tetap apik. Waralaba ini tetap ekspansi ke berbagai daerah. Saat ini KTBR memiliki 1300 outlet yang tersebar di Malaysia, Filipina, China, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, Belanda, dan Bangladesh.

Didirikan pada 2003, KTBR memulai usahanya dengan home industry. Outlet pertama kali yang digunakan adalah gerobak dan di alokasikan di dekat tempat tinggalsang pemilik, yaitu di daerah Nginden Semolo Surabaya. Lokasi tersebut dekat dengan sejumlah kampus dengan ribuan mahasiswa yang pada waktu itu diproyeksikan sebagai pasar utama Kebab Turki Baba Rafi.

KTBR pun menjerlma menjadi market leader dengan penguasaan pasar 50% untuk pasar kebab.

Pertama kali berdiri KTBR hanya usaha berjualan kebab yang B2C (business to customer), namun karena permintaan yang sangat tinggi, maka di tahun 2006 Kebab Turki Baba Rafi mulai diwaralabakan.

Saat ini Kebab Turki Baba Rafi masih menggunakan konsep kedai/booth dan masih menjadi investasi unggulan, terutama untuk para pebisnis pemula yang belum berani berinvestasi terlalu banyak.

Untuk melebarkan segmen pasarnya, KTBR mengembangkan outlet berbentuk container kebab dan container kafé untuk memenuhi sektor pasar premium.

Selain itu, KTBR juga selalu tampil inovatif mengikuti perkembangan zaman dimana. Inovasi-inovasi yang dilahirkan menjadi pembeda KTBR dengan kompetitor-kompetitor di bisnis yang sejenis. Inovasi yang dikembangkan KTBR terbukti disukai pasar. Mulai dari konsep resto logo, warna, dan berbagi inovasi produk. 

Kini, selain kebab sebagai menu utama di Container Kebab by Babarafi terdapat pula menu-menu tambahan seperti ricebowl, nasi kebuli, mini murtabak dan minuman dingin. Container Kebab hadir dengan fisik outlet yang kuat, tahan segala cuaca dan layanan dine in (makan ditempat) khusus di Container Kebab Cafe. Dengan motto “STOP – EAT & SHARE” diharapkan pelanggan dapat menikmati menu-menu dan membagikan momennya kepada banyak orang.

KTBR tetap konsisten untuk menawarkan produk kebab. Namun agar customer tidak merasa bosan ia pun menambahkan beberapa produk lain di konsep resto dan kafe container.

Tampilan kiosk Baba Rafi memang berbeda dengan merek kebab pada umumnya.  Merek franchise identik dengan tampilan store-nya yang ciamik dan eye catching karena dikemas secara modern. Mulai dari tampilan gerai atau booth yang didesain semenarik mungkin untuk memikat calon konsumen.

KTBR pun berhasil memposisikan diri sebagai raja kebab di Indonesia yang memiliki identitas bisnis sendiri yang original dan belum dilakukan pemain manapun. Konsep KTBR dan produknya pun tidak hanya bisa diterima masyarakat Indonesia, tapi juga di mancanegara.

Namun lebih dari itu, kekuatan merek ini juta terletak pada konsistensinya melakukan branding. Sang Founder sendiri, Hendy Setiono, terus melakukan personal branding dengan menjadi pembicara di seminar dan talkshow bisnis. Dengan demikian ia tidak hanya memberi inspirasi bisni saja tapi juga mengkampanyekan brand Baba Rafi.

Karena begitu nama Hendy Setiono disebut, serta merta orang akan teringkat bisnis yang sukses dikembangkannya yaitu Kebab Turki Baba rafi. Kampanye mereknya tidak berhenti di sutu. Baba Rafi juga aktif melakukan kampanye yang bersifat offline seperti di media cetak dan mengikuti pameran franchise yang diselenggarakan di berbagai daerah.

Di online dan digital, Baba Rafi juga aktif media sosial sebagai kampanye mereknya. Media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram kerap digunakan Baba Rafi untuk mengkomunikasikan berbagai kegiatan dan berita kepada konsumennya. Semua kemasan produk maupun marketing campaig-nya, entah melalui below the line maupun above the line, juga dirancang dengan apik.

Selain itu, Baba Rafi juga selalu melakukan inovasi. Jika dahulu kita menemui Baba Rafi hanya di pinggiran jalan, maka kini Baba Rafi bisa pula ditemui di mal-mal. Gerai Baba Rafi di beberapa mal bukan berupa gerobak lago, tapi sudah menjadi mini resto. (ZR)