Heri Kurniawan, Gagal Berbisnis Mie Ayam Sukses Kembangkan Bakso Kampungqu

Bakat bisnis sudah melekat kuat dalam diri pria kelahiran Magelang ini. Untuk memperkuat mental dan wawasan bisisnya, ia menimba ilmu di UGM dengan mengambil jurusan Ekonomi Manajemen, dan Sekolah Bisnis Ciputra. Pemilik nama lengkap Heri Kurniawan ini pun tidak mau bekerja di perusahaan orang lain meskipun untuk sekedar mencari pengalaman.

“Saya langsung menekuni dunia usaha, karena memang dari keluarga juga ada darah pengusaha. Maka saya pun tidak punya minat untuk menjadi karyawan di perusahaan orang lain. Bagi saya hidup yang penuh tantangan itu ya menjadi pengusaha karena bisa membuka lapangan pekerjaan, jadi bermanaat bagi orang lain,” ujarnya.

Heri pun memulai usahanya dengan membuka usaha mie ayam di daerah Jogja pada tahun 2010. Namun usaha tersebut hanya bertahan selama 2 tahun. Ia kembali menekuni usaja kuliner, kali ini ia memilih mendirikan usaha Bakso. Tidak hanya sekedar bakso biasa yang dijajakan pemain bakso kala itu. Heri membuat produk bakso daging cincang dan bakso mozzarella.

“Ada 12 varian menu yang kita sajikan, tapi menu unggulannya bakso dagin cindang dan bakso keju. Harga bakso kita mulai 18 ribu. Omzet rata-rata cabang kita sekitar 3 juta perhari tergantung lokasi. Umumnya mitra bisnis mencapai BEP dalam waktu 8 hingga 1,5 tahun,” ujar pemilik Bakso Kampungqu ini.      
     
Bakso Kampungqu saat ini memiliki 100 cabang lebih yang tersebar di berbagai daerah. Outletnya sudah tersebar di daerah Jogja, Jakarta, Lhokseumawe hingga NTT. Bagi yang tertarik menjadi mitra bisnisnyam Bakso Kampungqu menawarkan paket investasi sebesar Rp 150 juta. “Dengan investasi tersebut mitra bisnis sudah mendapatkan semua perlengkapan bisnis yang dibutuhkan. Jadi sudah tinggal jalan saja,” ujar kelahiran Magelang Tahun 1985 ini.

Selama menekuni usaha Bakso, Heri menemui kendala dalam menjaga standar kualitas rasa. Selama proses bisnis akhirnya ia membuat SOP agar SDMnya mampu menjaga standar kualitas rasa. “Karena di bisnis kuliner ini tantangannya adalah menjaga standar kualitas. Makanya butuh control yang ketat dan SOP yang mumpuni disamping SDM yang juga harus disiplin,” jelasnya.

Selain itu, hambatan lainnya adalah di eskternal dengan banyaknya para pemain street food dan juga kuliner asal Tiongkok. “Mereka menyajikan produk yang unik-unik dengan harga terjangkau. Dan juga menjual franchise dengan harga murah. Ini tentu saja menjadi tantangan bisis saat ini di dunia kuliner,” bebernya.

Diakuinya, kunci keberhasilan Bakso Kampungqu adalah di karyawan atau SDM. Menurutnya, tanpa SDM yang amanah, disiplin, dan juga taat beragama akan sulit untuk diajak mengembangkan usaha. “Maka di sini SDM harus sholat 5 waktu. Harus jujur dan disiplin. Kita juga menjaga mereka dengan kontrak bisnis, sedikitnya 1,5 tahun. Kita berikan bonus, kita kasih bekam gratis dan pijat untuk pria agar sehat bugar,” tuturnya.

Dalam hal kepemimpinan, Heri menerapkan model semi militer dalam mendisiplinkan karyawannya. “Jadi kalau mereka telat atau tidak disiplin, kita suruh push up. Kita kotrol juga bagaimana sholatnya. Karena kalau hubungan mereka denga sang pencipta baik maka prilakunya juga akan baik, amanah, disiplin dan punya tanggung jawab,” tandasnya.

Heri mempromosikan bisnisnya lebih banyak di berbagai pameran franchise dan juga iklan add. Menurutnya, itu merupakan media yang paling efektif untuk bisnisnya. “Selama ini itulah media yang paling efekif untuk kampanye brand kita, kita belum masuk ke digital branding karena fokus di pameran dan media add saja,” jelasnya.

Selain Bakso, Heri juga punya bisnis lainnya yaitu Ayam Al Bait yang didirikannya pada tahun 2024. Peluang bisnis ini juga tengah berkembang pesat memiliki 18 cabang yang tersebar di berbabai daerah. “Ini produk ayam dengan rempah Arab Saudi. Alhamdulillah berkembang baik dan diminati customer. Kita juga menawarkan investasi Rp 130 juta. Selain produk ayam kita menyediakan juga nasi kebuli,” bebernya.

Bagi yang ingin menekuni dunia usaha, Heri memberika sarannya untuk memiliki jiwa menolong antara sesama, sebab menjadi pengusaha juga menolong perekonomian umat. “Kalau kita menolong, Allah akan menolong kita di setiap kesempitan,” pungkasnya.

Zaziri