Bryan Djon: Menemukan Ide Bisnis Brilian di Negeri Gingseng

Bryan Djon, Founder Yummy Coin

Pria yang satu ini mendapatkan ide bisnis dari traveling ke Korea Selatan. Di negeri gingseng tersebut Bryan Djon mencicipi beberapa makanan. Ketika ia menemukan makanan coin cheese, cemilan khas Korea berbentuk bulat menyerupai koin dengan isian keju leleh yang gurih di bagian tengahnya, Bryan Djon pun kepincut untuk membuat kudapan semacam ini di Indonesia.

Pada Agustus 2024, ia pun mendirikan bisnis tersebut dengan nama Yummy Coin. “Saya melihat potensi yang amat sangat besar tentunya di Indonesia secara grafik peminat keju selalu meningkat, dan saya pikir makanan ini bisa amat sangat populer dikalangan masyarakat terutama di kalangan street food,” ujarnya.

Alasan kuat dirinya mendirikan Yummy Coin karena ia yakin produk tersebut bisa masuk di semua kalangan terutama Jakarta. Keyakinannya rupanya berbuah hasil. Yummy Coin kini menjadi brand peluang bisnis yang paling cepat pertumbuhannya.

“Mungkin bisa dibilang kita adalah brand yang pertumbuhannya sangat super signifikan, yaitu memiliki 250 cabang dalam waktu 7 bulan,” bebernya.

Dalam sehari, outlet Yummy Coin mampu menjual antara 100 – 200 pieces di weekday dan 250-300 pieces di weekend. Kelezatan Yummy Coin terletak pada keju mozzarella atau cheddar yang meleleh saat digigit, menciptakan perpaduan rasa asin dan gurih yang cocok untuk dinikmati kapan saja. Coin cheese juga sering disajikan dengan berbagai topping atau saus, seperti cokelat, matcha, dan buah-buahan, sehingga menciptakan variasi rasa yang khas.

Yummy Coin menghadirkan beragam varian rasa diantaranya original, blueberry, strawberry, choco, matcha, dan Oreo. Dengan bahan baku berkualitas, harga menu mulai dari Rp15.000 untuk daerah Jawa, menjadikannya opsi street food yang terjangkau.

Yummy Coin juga sudah memiliki sertifikat halal sehingga semua umat beragama bisa menikmatinya.

Bagi yang ingin menjadi mitra bisnisnya, Yummy Coin menawarkan investasi yang cukup terjangkau,  Rp69.9 juta sudah mencakup biaya kemitraan untuk tiga tahun, booth, kompor, bahan baku awal, seragam karyawan, serta peralatan kasir lengkap dengan tablet dan printer.

Sejatinya, Bryan adalah seorang pengusaha yang sudah berpengalaman di bidang F&B.

“Selama 9 tahun saya di bidang F&B. Dengan track record tersebut saya mengembangkan YummY Coin hingga bisa berkembang pesat seperti saat ini,” ujar Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis ini.

Maka tidak heran jika Bryan tidak menemui kendala ketika memulai mengelola Yummy Coin. Sebab untuk membangun fondasi bisnis ia sudah punya pengalaman. Begitu juga ketika mencari bahan baku yang tepat, dirinya sudah punya pengalaman berhubungan dengan para vendor.

Kunci keberhasilan bisnis ini, sambung Bryan, yaitu kualitas rasa dan harga yang masuk di semua kalangan. “Itu yang paling penting dan mungkin juga hampir di semua bidang bisnis yang menjadi penunjang keberhasilan bisnis. Selain itu, kita memiliki management yang sangat kuat.  Tentu ini juga jadi pertimbangan bagi mitra-mitra kita kenapa sampai saat ini 1 mitra kita banyak yang memiliki 2-4 cabang,” bebernya.

Bagi anda yang ingin terjun di bidang usaha F&B, Bryan memberikan tipsnya. Menurutnya, dalam menekuni bisnis F&B harus membuat brand yang kuat agar customer tahu dan juga diminati calon investor. “Karena dunia F&B dan bisnis franchise terus mengalami kenaikan yang cukup bagus. Bagi teman-teman yang bisa membuat brand dengan sesuatu yang kuat saya rasa ini menjadi tolak ukur dengan mitra,” pungkasnya.

Zaziri