Terpilih Sebagai 5 Merek Waralaba Terbaik, Biru: Fokus Bangun Kompetensi Berbasis Kualitas

Pandemi membuat beberapa sektor bisnis lumpuh. Banyak bisnis yang bertumbangan akibat pandemi. Namun beberapa pemain tetap kokoh dan terus melakukan ekspansi. Mereka pun layak diberikan apresiasi. Salah satu merek yang kokoh di tengah pandemi adalah Depo Air Minum Biru. Merek franchise yang didirikan Yantje Wongso ini terpilih sebagai The Best 5 Franchise Brands in Indonesia 2021.

“Sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian yang telah diraih Franchise Depo Air Minum Biru. Ketangguhan dan daya kembang usaha Air Minum Biru pada saat pandemi Covid-19 membuktikan bahwa usaha ini tahan krisis, sehingga menghasilkan keuntungan usaha dan kelangsungan usaha yang teruji dan berjangka panjang,” ujar Yantje Wongso, CEO Depo Air Minum Biru.

Pada Agustus 2020, jaringan waralaba Biru berhasil menembus bench-mark 500 Gerai Biru dengan sebaran gerai di 26 kota besar di Indonesia dan satu gerai riset & pengembangan di Sacramento, Amerika Serikat. Sampai akhir Oktober 2021, jumlah gerai Biru telah bertumbuh menjadi 649 gerai dengan rincian 158 gerai milik sendiri dan 491 gerai milik franchisee yang tersebar di 39 kota. Di Indonesia, Depo Air Minum Biru ada di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.

Menurut Yantje, pertumbuhan Franchise Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor pasar yang kuat. Pertama, air minum sebagai kebutuhan utama sehari-hari. Kedua, kualitas terbaik setara air minum pabrikan. Dan ketiga, harga yang paling murah untuk tingkat kualitas terbaik tersebut. Sehingga, usaha Depo Air Minum Biru adalah usaha yang berjangka panjang karena ketiga faktor pasar tersebut bersifat jangka panjang.

“Usaha Biru menyediakan air minum dengan kualitas terbaik dengan harga murah, sehingga usaha ini sangat membantu masyarakat luas untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari,” sambungnya.  

Dengan semakin kuatnya kecenderungan dunia untuk semakin ramah terhadap lingkungan, kata Yantje, maka konsep isi ulang untuk air minum yang diusung oleh Franchise Depo Air Minum Biru akan semakin menjadi pilihan masyarakat secara berkelanjutan.

“Untuk perjalanan, keperluan pribadi, dan alasan kepraktisan orang akan beralih menggunakan botol tumbler dengan berbagai ukuran yang bisa juga mempunyai kemampuan untuk menjaga air minum tetap dingin atau panas, dan yang utama bisa dipakai berulang-kali. Untuk itu orang akan mengisi ulang botol tumbler-nya di rumah yang menggunakan air minum galonan isi ulang,” bebernya.

Hal lain yang dapat dicermati, lanjutnya, selama periode pandemi 2020- 2021 dan yang sedang berlangsung, dimana terjadi multi dimensi krisis yaitu krisis ekonomi dan krisis kesehatan, bahwa usaha Depo Air Minum Biru adalah usaha yang terbukti mampu bertahan bahkan berkembang semakin baik.

Berbagai tinjauan diatas menunjukkan bahwa Franchise Depo Air Minum Biru adalah usaha yang berpeluang sangat baik untuk terus berkembang dan menguntungkan, “seperti apa yang dinyatakan dalam tag-line Franchise Biru yaitu “Usaha yang Menguntungkan Saat ini dan Nanti”,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pangsa pasar air minum di Indonesia berdasarkan jumlah penduduk tahun 2020 sebanyak 271 juta, dan dengan angka konsumsi air minum sebanyak 1,5 liter per hari, adalah 406,5 juta liter per hari atau 148,4 milyar liter per tahun. Jumlah penjualan agregat Air Minum Biru di tahun 2020 mencapai 1,1 milyar liter dan di tahun 2021 berjalan (per Oktober 2021) mencapai 984,7 juta liter.

Dengan demikian, pangsa pasar Biru belum juga mencapai 1% dari total potensi pasar. Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan bagi usaha Depo Air Minum Biru masih sangat luas.

Selain itu, juga telah disadari bahwa air minum Biru tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, tetapi juga untuk keperluan dapur, untuk masak-memasak. “Semakin sadar orang akan isu kesehatan terkait air minum yang diminum, demikianlah juga orang semakin sadar bahwa air yang digunakan untuk mengolah makanan seisi rumah juga harusnya air yang sehat dan berkualitas terbaik untuk konsumsi; bukan air bersih biasa yang selayaknya digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan menyiram tanaman,” tutur Yantje.

Sampai kini, Biru adalah merek satu-satunya yang memiliki Surat Pendaftaran Usaha Waralaba (STPW) sampai saat ini (2021). Sehingga dapat disimpulkan secara terbatas, bahwa merek Biru adalah pemimpin sekaligus satu-satunya usaha franchise depo air minum di Indonesia

Perjalanan Franchise Depo Air Minum Biru berawal di tahun 2002 dengan satu gerai Biru milik sendiri di Surabaya, dan pilot project franchise Biru di tahun 2003 di Jakarta. Di tahun 2006, setelah merealisasikan tujuh gerai Biru yang telah terbukti sukses, Franchise Depo Air Minum Biru secara resmi ditawarkan kepada publik di bawah bendera PT.

“Biru Semesta Abadi sebagai organisasi Pemberi Waralaba, dengan mengusung visi “Tumbuh Memimpin Pasar Air Minum Isi Ulang Melalui Penerapan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Kemanusiaan yang Benar”,” kata Yantje.

Franchise Biru adalah yang pertama menawarkan format franchise di usaha Depo Air Minum (isi ulang) di Indonesia, yang tercatat secara resmi dalam Rekor Muri 2007. Keunggulan kualitas Air Minum Biru yang dicapai dengan penggunaan “Teknologi Ozon 100%” yang otentik juga sudah tercatat secara resmi dalam Rekor Muri 2007.

Lalu bagaimana BIRU menguasai pasar? Yantje mengatakan, untuk menguasai pasar air minum isi ulang BIRU membangun kompetensi berbasis kualitas terbaik, skala ekonomi biaya, dan kekuatan jaringan, yang memberikan pondasi yang kokoh bagi pertumbuhan di masa mendatang untuk mencapai Visi BIRU yaitu “Biru tumbuh memimpin pasar air minum isi ulang di Indonesia dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis dan kemanusiaan yang benar,” katanya.  

Biru terus berupaya untuk bertumbuh dan meningkatkan diri menjadi yang terdepan di pasar depo air minum di Indonesia. Untuk itu, ujar Yantje, Biru terus memacu diri, terus belajar, dan terus membuka diri untuk menggabungkan kekuatan yang bersinergi dari para pengusaha yang sudah bergabung sebagai penerima waralaba atau franchisee, maupun banyak lagi yang mempunyai potensi untuk menyatukan upayanya dalam usaha ini.

Untuk membangun reputasi brandnya Biru rutin mengadakan program promosi pelanggan seperti undian berhadiah, promo galon, dan sebagainya. Untuk para franchisee dan calon franchisee, Franchise Biru rutin mengadakan pameran baik secara virtual maupun offline, seminar bincang bisnis baik secara online maupun offline, dll. “Dalam dunia digital, Franchise Biru juga selalu aktif dalam media digital seperti website, Instagram, Youtube, Whatsapp untuk menyasar masyarakat yang lebih luas,” jelas Yantje.  

Terlepas dari upaya marketing, Franchise Biru sangat mengutamakan kesempurnaan dalam operasional usahanya. Untuk itu dua kali dalam setahun diadakan kunjungan pemeriksaaan dan penilaian semua jaringan gerai Biru secara nasional. Rapor dari hasil kunjungan tersebut  selanjutnya menjadi masukan bagi area perbaikan untuk lebih baik dalam memuaskan pelanggannya. Secara singkat, Franchise Depo Air Minum Biru mengerjakan tidak hanya bungkusnya (performa tampilan), tetapi sekaligus juga isinya (performa manfaat).

“Reputasi merek Biru juga dibangun melalui jalur publikasi dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan dan penghargaan bisnis yang mempunyai bobot dan apresiasi yang baik. Sampai saat ini Biru telah medapatkan sejumlah 6  penghargaan dari luar negeri (internasional), dan sejumlah 52 penghargaan dari dalam negeri (nasional),” jelas Yantje.  

Salah satu penghargaan nasional yang bergengsi adalah “The Best 5 Franchise Brands in Indonesia 2021” yang diberikan sebagai pengakuan nasional atas keberhasilan merek Biru melalui tahun-tahun yang (sangat) sulit, mengatasi dampak pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020-2021 dan masih berlangsung. Biru menerima penghargaan ini bersama dengan Indomaret, Alfamidi, JNE, dan K-24.

Di penghujung tahun 2021, merek Biru juga menerima penghargaan internasional sebagai “Best Quality Achievement 2021” dalam ajang European Society for Quality Research (ESQR) di Dubai, United Emirates Arab. Dalam kesempatan ini Biru menyampaikan topik “Mengembangkan Usaha Franchise di Indonesia – Sebuah Model Usaha yang Berhasil” di hadapan audience konferensi internasional.

Memandang Pandemi Sebagai Tantangan

Terjadinya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menjadi tantangan yang nyata bagi Biru karena lokasi geografis gerai yang tersebar yang mengharuskan komunikasi yang mendesak dan berubah-cepat terhadap karyawan gerai dan franchisee dapat terlaksana secara efektif.

Demikian juga risiko yang nyata terkait penularan Covid-19 yang mematikan, yang menguji mental pelaku usaha dalam menjalankan usahanya dalam situasi yang mencekam. Maka, kata Yantje, manajemen Biru harus berkalkulasi dengan cermat sehingga dapat diterima oleh semua komponen pelaksana usaha Biru, termasuk manajemen kantor, operator gerai, kontraktor, teknisi, trainer, vendor, expedisi, juga franchisee.

Yantje terus mengantisipasi perubahan, terus belajar, dan beradaptasi pada saat pandemi Covid-19. Semuanya dikerjakan dengan hasrat yang kuat dan kemampuan yang tinggi dalam bidang bisnis yang ditekuninya.

Pada saat pandemi Covid-19, kata dia, Biru menghadapi dua pertempuran sekaligus, pandemi Covid-19 dan ekonomi. Untuk menghadapi dan menang dalam sebuah pertempuran, perusahaan harus mengenali visi misi dari perusahaan yang melahirkan strategi, struktur proses, dan SDM, untuk tujuan ekonomi perusahaan.

Di momen awal pandemi, ia menyadari bahwa visi dan misi Air Minum Biru justru terpenuhi secara maksimal di saat krisis Covid-19. “Yaitu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air minum berkualitas di saat kebutuhan akan penghematan di sisi keuangan paling mengemuka akibat kehilangan pekerjaan atau penghasilan yang menurun,” jelasnya.

Kunci utama yang logis dari semua bisnis yang berkembang, kata Yantje, menjalankan strateginya adalah people. SDM diperkenalkan cara mengkalkulasi risiko agar tidak diserang dengan rasa ketakutan yang berlebihan, selalu waspada penuh, tetapi tetap terukur dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Jika perusahaan telah memiliki SDM dengan semangat juang mengatasi ketakutan yang berlebihan yang digantikan dengan kewaspadaan penuh terhadap risiko, barulah strategi dengan teknik ofensif dan defensif dapat dijalankan untuk mengatasi krisis ekonomi selama pandemi,” bebernya.

“Strategi defensif yang paling utama dalam menjalankan bisnis adalah menjaga keamanan cashflow/arus kas agar dapat melahirkan strategi ofensif untuk menggali peluang-peluang baru,” sambungnya.  

Sementara strategi ofensif yang dapat dilakukan, kata dia, salah satunya adalah dengan pivot marketing yang menyasar segmen pasar yang minimal sentuhan atau low-touch market. Disanalah peluang pemasaran kepada pasar tanpa bertatap muka melalui seminar online Bincang Bisnis Franchise Depo Air Minum Biru merealisasikan sukses meraih peminat Franchise Biru. “Kebijakan utama usaha  Biru dalam masa pandemi Covid-19 adalah berupaya penuh memenuhi amanah untuk berkontribusi maksimal bagi kebangkitan ekonomi Indonesia,” terangnya.


Yantje mengatakan, pelanggan yang membeli di Biru mengenali Biru karena harganya yang murah dan kualitas air minumnya yang setara dengan air minum pabrikan. Air Minum Biru mempunyai nilai atau value yang unggul dibandingkan dengan produk depo air minum yang lain, juga produk air minum dalam kemasan. Jaringan waralaba Biru dikenali juga dengan tampilan ciri-ciri fisik dan unik yang sama di semua gerai sehingga mudah dikenali oleh pelanggan umum.

Di tahun 2019, Franchise Biru mencanangkan program 10-Tahun-Percepatan-Pertumbuhan jaringan Depo Air Minum Biru untuk mencapai target 2500 Gerai Biru di tahun 2028. “Bersiap menghadapi tahun 2022, dalam usianya yang ke-20 tahun, Franchise Depo Air Minum Biru mengedepankan “Semangat Muda” untuk meyongsong era percepatan pertumbuhan dari jaringan Franchise Biru,” ujar Yantje.  

BIRU, kata dia, berfokus untuk menjadi daya tarik bagi generasi millenial dan generasi mapan yang mempunyai semangat muda, yaitu generasi yang penuh energi dan potensi untuk mengerjakan usaha yang sangat sesuai dengan aspirasi jaman sekarang yaitu: konsep isi ulang, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. “Kolaborasi generasi milenial dan generasi mapan dalam “Semangat Muda” adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan untuk melaju cepat menuju sukses,” bebernya.  

Zaziri