To Be Sebagai Kendali Kesuksesan

Ingin bisnis Franchise Anda berkembang dan tumbuh semakin besar? Relasi Anda semakin percaya dengan Anda? Kehidupan rumah tangga Anda juga semakin harmonis?

Ada dua kata yang sangat menentukan corak hidup Anda. Kesalahan memilih kata yang dijadikan sebagai kendali hidup, akan berujung pada kehancuran. Sebaliknya, bila Anda tepat memilih kata yang dijadikan sebagai acuan kehidupan maka perjalanan hidup Anda akan dipenuhi dengan prestasi dan kemuliaan hidup.  Dua kata itu adalah To Be dan To Have.

To Be adalah keinginan Anda untuk “menjadi”. Keinginan itu dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang anda miliki. Contoh dari To Be adalah keinginan untuk menjadi pengusaha franchise sukses berkelas dunia atau keinginan menjadi manajer terbaik di franchise tempat Anda bekerja.

To Have adalah keinginan anda untuk “memiliki” sesuatu. Keinginan tersebut dikaitkan dengan proses meraih benda-benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha, sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Contoh dari To Have adalah keinginan untuk mendapatkan gaji, tunjangan, fasilitas, rumah, mobil, popularitas, status, dan pujian.

Perbedaan To Be  dan To Have terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai. Bukan pada kata-kata. Misalnya ketika Anda mengatakan, ingin menjadi pengusaha franchise terbaik di Indonesia. Pernyataan di dalam kalimat itu bisa berarti To Be, bisa juga To Have. Sangat tergantung dari apa yang menjadi fokus pengejarannya.

Bila yang Anda kejar adalah keuntungan semata, mendapatkan pengakuan dan pujian dari banyak orang maka keinginan itu merupakan To Have. Tetapi kalau yang Anda kejar adalah kesempatan berprestasi yang lebih besar, berbagi manfaat kepada banyak orang dan  tanggung jawab sebagai seorang pengusaha dengan mengerahkan semua kemampuan yang Anda miliki maka keinginan itu merupakan To Be.

Kalau pikiran Anda dijejali dengan To Have, maka kecenderungannya adalah, setiap apa yang anda lakukan harus selalu dibalas dengan materi dan keuntungan terlihat. Bagi manajer, ia tidak tertantang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar kalau tidak dibayar setimpal. Prestasi kerja Anda menjadi terbatas karena Anda hanya bekerja sesuai gaji yang diterima dari perusahan. Akhirnya potensi diri Anda stagnan dan tidak akan pernah berkembang.

Ketika Anda tergoda mengejar To Have, seringkali Anda tergoda untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan To Have.  Kasus Hambalang bisa dijadikan contoh.  Akibat orentasi hidupnya adalah To Have, para pejabat yang terlibat kasus itu hidupya dipenuhi kegelisahan bahkan sudah ada beberapa pelaku yang mendekam di balik jeruji. Nama baiknya ternoda. Harga diri keluarganya pun anjlok.  Hal ini pun bisa menimpa para pelaku bisnis franchise jika ia hanya mementingkan keuntungan semata dan mengabaikan yang lain.

Namun demikian, bukan berarti To Have dilarang. Hanya saja To Have tak boleh dijadikan kemudi hidup. Bila Anda ingin punya rumah dan mobil, jangan pikirkan rumah dan mobil mewahnya (To Have).  Pikirkan prestasi apa yang harus Anda raih, yang dengan prestasi itu Anda mampu membeli rumah dan mobil yang Anda inginkan.

Jadikan To Be sebagai kemudi hidup Anda. Orang dan perusahaan visioner yang masih bertahan hingga sekarang menjadikan To Be sebagai kemudi. Mereka fokus pada prestasi, layanan kepada semua stakeholders bukan hanya shareholders. Ajaibnya, saat mereka fokus pada To Be ternyata To Have ikut dengan sendirinya. Sementara perusahaan yang orientasinya To Have dan mengabaikan To Be sudah terbukti hancur.

Jadi, bila bisnis franchise Anda ingin sukses dalam jangka panjang, Jadikan To Be sebagai kendali hidup Anda. Percayalah semakin tinggi To Be Anda maka To Have-nya juga akan semakin besar mengikuti Anda. Tidak percaya? Coba dulu dong!

Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia

www.JamilAzzaini.com