Tips Cara Meraih BEP Cepat

Setiap pelaku usaha pasti menginginkan dapat meraih keuntungan dengan cepat. Karena sejatinya, itulah tujuan bisnis. Sejalan dengan itu, salah satu performa bisnis franchise yang selalu ditanyakan para calon franchisee sebelum membeli waralaba  adalah berapa lama bisnis bisa mencapai BEP (break event point). Poin ini sangat wajar dipertanyakan, karena setiap pebisnis memiliki motivasi yang sama, yakni meraih untung. Apalagi di bisnis franchise, sebisa mungkin harus terukur kapan meraih BEP.

Semua bisnis maupun semua outlet franchise sangat mungkin bisa meraih BEP secara cepat. Tetapi, ada dua tahapan yang harus diperhatikan.

Tahap pertama adalah ketika Anda hendak memilih sebuah usaha franchise. Dan di tahap ini merupakan salah satu yang krusial. Karena jika di tahap ini salah maka bisa-bisa pupuslah impian Anda untuk bisa meraih profit besar.

Baca Juga : Balik Modal

Agar Anda tidak salah di tahap pertama ini maka yang wajib Anda lakukan adalah: Pertama, mengamati kelayakan bisnis yang akan Anda pilih. Apakah akan bisa terus tumbuh atau tidak.  Nah terkait hal ini, Anda harus jeli melihat model atau induk bisnisnya. Jangan hanya percaya pada pernyataan franchisor bahwa bisnis tersebut sangat menjanjikan. Ini penting karena tidak jarang para pelaku usaha langsung memfranchisekan usahanya padahal belum meraih BEP.

Tidak hanya itu saja, Anda juga harus bisa tahu asal BEP franchisor darimana. BEP franchisor harus diperoleh dari kinerja produknya, bukan dari penjualan hak waralaba. Jika BEP franchisor diraih dari hasil menjual hak waralaba, maka itu tidak membuktikan bisnisnya menjanjikan.

Kedua, Anda wajib melakukan pengamatan terhadap outlet franchisor sehari penuh. Cara ini berguna untuk melihat bagaimana mereka (franchisor) menjual produknya, juga untuk mengukur seberapa laku produk yang dimiliki franchisor. Jadi Anda harus benar-benar waspada. Jangan sampai melihat kinerja penjualan produk hanya di atas kertas saja. Perhatikan juga trend bisnis atau produk tersebut selama tiga tahun terakhir.

Ketiga, perhatikan juga sistem marketingnya. Grafik usaha franchise yang bagus dan teruji adalah, tinggi dan ramai ketika memulai, lalu setelah itu stabil. Stabil karena bisnis tersebut sudah memiliki sistem yang mumpuni untuk langsung menggedor pasar ketika pembukaan outletnya.

Tahap kedua yaitu setelah Anda terlanjur membeli franchise. Nah, di tahap ini Anda sudah menjadi franchisee, karena itu ditahap ini pula  sebenarnya  Anda harus berupaya untuk meraih BEP cepat.  Pertanyannya, bagaimiana meraih BEP cepat?

Untuk meraih BEP cepat ada beberapa cara yang pernah disarankan Tung Desem Waringin, seorang pakar pemasaran Indonesia. Pertama, marketing revolution. Langkah pertama ini bertujuan agar bisnis franchise yang Anda tekuni ramai diminati konsumen. Dalam melakukan marketing revolution ini pelaku usaha harus fokus pada tiga hal yang disederhanakan menjadi USP, yakni:

  1. Unlimited advanted (nilai tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah, parkir gratis serta hal lain yang bisa membuat konsumen penasaran.
  1. Sensational offer. Yakni tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen untuk melakukan aksi pembelian. Nah di sensational offer ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya memberi  hadiah, diskon atau  limit.
  1. Powerful promise. Untuk cara  yang ini Anda bisa lakukan dengan 4 hal, Pertama dengan memberikan garansi yang luar biasa. Kedua, berikan penawaran yang konsumen tidak bisa menolaknya. Ketiga, copywriting yang harus mengena dengan target market. Keempat, menggunakan 12 jurus yang cukup ampuh dan sangat mengena terhadap market, yaitu, press release publicity, reference, endorsement, utamakan penawaran iklan dengan barter, direct sales, direct agent, direct mail, house benefesary (ada induknya), telemarketing, joint venture, canvassing (pameran), dan seminar.

Yang jelas cara untuk mempercepat BEP tersebut tidak sulit. Pelaku usaha harus memiliki kemampuan berjualan yang mengacu pada konsep marketing revolution. Kuncinya, terletak pada marketing, kontrol dan SDM. Tiga hal ini menjadi satu kesatuan. Untuk mengukur SDM, bisa dilihat dari produktifitasnya yang terkait langsung dengan penghasilannya. Hal ini bisa diterapkan dalam kategori bisnis manapun tanpa kecuali. Namun, jika produknya tidak mendukung, sistem marketingnya tidak jalan dan salesnya tidak punya passion, akan menjadi kendala meraih BEP secara cepat.