Pentingnya Supervisi untuk Memberdayakan Karyawan

Pentingnya Supervisi untuk Memberdayakan Karyawan

Keluhan yang paling sering saya dengar dari setiap pebisnis adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Biasanya untuk menghibur diri, mereka berkomentar pula, “Kalau pintar, mungkin mereka sudah jadi pebisnis juga ya …”

Komentar tersebut menggambarkan bahwa tidak mudah mencari kualitas SDM yang cocok dengan kebutuhan perushaaan. Perekrutan karyawan yang tidak tepat akan menjadi beban perushaan alih-alih membantu perusahan tumbuh berkembang dengan baik.

Karena itu, perlunya peran penting suvervisor dalam suatu perusahaan untuk mengontrol para SDM agar cocok dan tepat menangani pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

Orang Yang Tepat & Masa Percobaan

Salah satu penyebab timbulnya masalah SDM adalah kurang seriusnya proses perekrutan. Yang penting ada orang yang mau kerja, dan ada jabatan yang sedang lowong yang perlu segera diisi. Masukkan saja. Akibatnya kualitas SDM nya juga seadanya saja.

Dalam hal kita belum mendapatkan orang yang pas, dan hendak memberi kesempatan seseorang untuk mengisi jabatan itu, seyogyanya kita tetap mencari pegawai cadangan selama masa percobaan. Bila ternyata orang yang diberi kesempatan itu tidak mampu menunjukkan kinerja yan gsesuai harapan, maka masa percobaan adalah waktu yang tersedia bagi kita untuk mencari orang yang lebih pas agar kita memenuhi slogan terkenal “the right man in the right place”.

Disiplin & Kompromi

Persoalan lain yang sering dihadapi adalah kurangnya disiplin. Karena tidak punya pegawai cadangan, atau daftar cadangan calon pegawai, maka kita sering terpaksa kompromi dengan kualitas SDM yang ada.

Kompromi seperti ini tak jarang jadi bumerang. Mereka yang semula disiplin dan tepat waktu misalnya, melihat rekannya tidak mendapat sanksi yang tegas kala terlambat, menjadi ikut-ikutan tidak tepat waktu alias terlambat.

Supervisi

Akhir-akhir ini saya masuk pada kesimpulan pentingnya peran supervisor, atau manajer bila organisasinya lebih besar, di level gerai. Supervisor ini harus tegas, tidak kompromi, tapi mampu berkomunikasi dengan efektif kepada tim SDM gerai tersebut.

Jadi, tantangan para pebisnis, termasuk para pewaralaba dan terwaralaba, adalah mencari supervisor atau manajer gerai yang berkualitas. Kepemimpinan yang baik akan menghasilkan tim yang baik pula.

Bila ada anggota tim yang kurang baik, tidak bisa berubah, dan menjadi gangguan bagi tim, maka anggota tim tersebut harus dikeluarkan dari tim. Support manajemen pusat kepada supervisor atau manajer ini untuk dapat bertindak tegas sangat dibutuhkan.

Semoga tulisan ini memberi inspirasi yang bermanfaat bagi anda.

Sukses selalu !!!

Utomo Njoto

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting

Website: www.konsultan-franchise.com

Email : utomo@consultft.com