Mencari Bisnis Yang “Low Invest High Profit”

Apakah berbisnis dengan merek franchise dan BO yang sudah mapan harus dengan modal besar?

Tidak juga. Sejumlah usaha franchise dan Business Opportunity (BO) justru menawarkan investasi awal sangat rendah. Mulai dari Rp 10 jutaan, belasan juta hingga puluhan juta. Bisnis dengan investasi kecil itu ternyata menguntungkan. Karena umumnya bisnis yang menawarkan investasi kecil bergerak di industri yang potensi pasarnya sangat besar. Kebanyakan di industri makanan.

Kategorinya sendiri seperti apa?

Kategori usaha-usaha franchise dan BO yang menawarkan investasi kecil adalah yang membutuhkan modal dibawah Rp 100 juta. Saat ini investasi yang paling banyak diminati adalah usaha di mana total investasinya di bawah Rp 100 juta. Hal ini disebabkan banyaknya kalangan menengah yang ingin memulai usaha sendiri dan memiliki modal yang terbatas. Oleh sebab itu, peluang-peluang usaha yang memilki start up cost  relatif kecil ini menjadi laris manis.

Baca juga : Harus Cermat Membeli Paket Waralaba

Tapi, bukankah dengan usaha yang seperti ini cenderung tidak mendatangkan profit yang sangat tinggi?

Betul. akan tetapi menawarkan perputaran uang cash flow yang cukup sehat dan antisipasi jangka waktu balik modal payback period yang relatif singkat.

Apa saja bidang usaha yang menawarkan low invest tersebut?

Kebanyakan, usaha-usaha yang menawarkan low invest bergerak di industri makanan. Ada juga yang lain seperti jasa kurir,  Binatu, TK dan Play Group, yang memang tidak membutuhkan investasi besar cuma peralatan yang lebih sederhana. Kebanyakan juga, usaha yang invetasinya kecil ini berupa counter atau gerobak.

Sepertinya, usaha yang low investment tersebut terkesan merek kacangan?

Jangan salah. Sekarang usaha-usaha franchise yang tergolong besar pun  menyediakan paket usaha kecil yang modal investasinya kecil. Para pemilik usaha franchise besar ini menyebutnya paket ekspres.

Bagaimana peluang usaha di franchise atau BO yang menawarkan investasi kecil ini?

Kemungkinan berhasil dan gagalnya sama besar. Kegagalan biasanya disebabkan faktor belum matangnya usaha tersebut, asal-asalan, dan mudah ditiru. Karena itu, pemilik usaha ini harus punya sifat kewirausahaan yang tinggi, profesional, kreatif dan inovatif.

Kalau begitu, apa yang harus diperhatikan calon investor?

Para investor yang berminat pada usaha yang investasinya kecil harus punya kejelian untuk melihat kemungkinan usahanya berhasil atau rugi. Peminat juga harus bisa memprediksikan kapan modalnya bisa kembali. Sehingga, peminat bisa mengambil nilai lebih. Karena itu, peminat perlu membuat proyek income statement. Jika diproyeksikan keberhasilan dicapai dalam janga 5-6 tahun, maka kalau dibikin 3 tahun sales-nya harus berapa, cost of growth berapa, marginnya berapa dan dihitung juga pengeluaran per bulannya.

Hal tersebut untuk mengantisipasi pemilik usaha yang menawarkan investasi kecil yang cenderung tidak berpikir jangka panjang. Sebab, tidak jarang pemilik usaha ini selalu berpikir jangka pendek karena ingin mendapatkan uang lebih cepat alias aji mumpung. Padahal, cara pandang seperti itu, bertolak belakang dengan prinsip franchise.

Lalu, apa tolak ukurnya?

Calon investor harus melakukan investigasi mendalam terhadap usaha ini. Apakah usaha tersebut  berhasil menciptakan value dan telah teruji atau belum. Usaha tersebut haruslah well proven dan profitable. Selain itu, pemilik usaha yang menawarkan investasi kecil ini harus punya effort yang serius dalam mengembangkan mereknya.

Apakah itu berarti meskipun usaha tersebut kecil, calon investor juga harus menilai mereknya?

Pada hakekatnya, yang dijual pada waralaba itu sebenarnya adalah merek.  Keuntungan sebuah usaha yang memiliki merek besar adalah sudah dikenal konsumen  Dengan demikian peluang keberhasilannya juga besar. Ingat! keberhasilan sebuah usaha sangat  ditentukan oleh seberapa jauh merek itu mampu menggugah atau mampu menciptakan permintaan.