Manfaat ISO Bagi Bisnis Franchise

ISO merupakan standar internasional yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga internasional yang berpusat di Genewa, Swiss. Yaitu, International Organization for Standarization. Sementara di Indonesia kita mengenal istilah SNI, Standar Nasional Indonesia, yang dikeluarkan oleh Badan Stadar Nasional (BSN). Kata ISO sendiri berasal dari bahasa Yunasi, ISIOS yang bermakna ”sama”. 

Tujuan ISO sendiri adalah untuk mengetahui standar mutu, kualitas dan seterusnya dari sesuatu yang berlaku secara internasional. Setidaknya berlaku diseluruh negara yang tergabung dalam keanggotaan ISO yang terdiri dari 163 negara di dunia. Produk ISO yang paling dikenal dan paling banyak diterapkan di dunia yaitu ISO 9001, suatu standar yang merujuk kepada standar sistem manajemen mutu, sebuah pedoman bagi organisasi dari bidang apa pun, seperti standar untuk membenahi kinerja manajemen perusahaan. 

ISO 9001 akan mendekteksi dan memformat sebuah kinerja budaya yang bermutu, adanya standar pedoman kerja, meningkatkan produktifitas, dan efektifitas kerja dan proses. Alhasil keberadaannya bisa untuk mendeteksi atau menelusuri lebih awal mengenai sesuatu masalah dan penyebab ketidak sesuaian proses kerja.

ISO dan Bisnis Franchise

Melihat kepada manfaat yang dihasilkan dari ISO, maka fungsi ISO bagi bisnis franchise cukup strategis, sebagaimana disampaikan oleh Pengamat ISO dari Multiple Training & Consulting, Khairul. Menurutnya, diantara ciri bisnis franchise yang baik adalah menerapkan standar kerja yang seragam dari tingkat pusat hingga cabang. Hal demikian, menurutnya sangat sesuai dengan tujuan dari ISO 9001 dimana perusahaan dituntut untuk menetapkan standar dan pedoman kerja yang konsisten sehingga meminimalisir kesalahan prosedural yang terjadi dalam proses operasional gerai.

Lebih jauh, kata Khairul, ISO 9001 bagi bisnis franchise akan sangat membantu pemilik franchise dalam mengelola bisnisnya, dimana perusahaan tidak akan bergantung pada kekuatan seseorang one man show tetapi akan bertumpu pada kekuatan sistem. Artinya, dengan sistem yang disusun rapih, setiap karyawan tinggal mengikut pada sistem yang berjalan alih-alih mempercayakan segala sesuatu kepada seorang karyawan andalan.

Lebih detail, Khairul menjelaskan fungsi ISO, khususnya ISO 9001 yang mengaku pada perbaikan manajemen mutu perusahaan, memiliki perangkat yang dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja proses, baik proses internal dan proses lain seperti proses yang berkaitan dengan supplier dan proses yang berkaitan dengan pelanggan. Lebih lanjut, kata Khairul, dalam ISO 9001 kepuasan pelanggan merupakan salah satu prinsip utama yang menjadi tujuan.

Prinsip utama ini, jelasnya, menekankan upaya perusahaan untuk memenuhi kepuasan pelanggan dengan cara; menerima masukan dari pelanggan, menindaklanjuti saran dan koreksi dari pelanggan dan mengadakan survei kepuasan pelanggan. 

Sementara itu yang berkaitan dengan supplier ISO akan bekerja menerapkan beberapa persyaratan seperti seleksi dan evaluasi supplier. Dan secara lebih luas, kata Khairul, ISO 9001 banyak sekali mempunyai klausul yang memberikan persyaratan untuk pembenahan dari berbagai sisi.

Lantas, apakah perlu bisnis franchise yang sudah cukup baik menerapkan Standar Operating Procedur (SOP) juga menerapkan ISO? Khairul menjelaskan, SOP hanya salah satu bagian dari penerapan ISO 9001. Diluar SOP masih ada banyak perangkat yang dimiliki ISO untuk mengontrol dan memperbaiki sistem. Antara lain, kebijakan mutu, sasaran mutu, rencana mutu, dan pedoman mutu. 

Dijelaskan Khairul, wacana yang dibahas dalam ISO 9001 bukan hanya sekedar dokumentasi prosedur tetapi juga soal peningkatan kompetensi karyawan, seleksi dan evaluasi karyawan, kontrol stok, pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan evaluasi proses, penanganan keluhan pelanggan, survey kepuasan pelanggan, pemasaran, dan seterusnya. 
 

Makanya,  keuntungan bagi sebuah perusahaan yang telah memiliki sertifikat ISO sangat banyak sekali. Diantaranya bahwa perusahaan tersebut telah mendapat pengakuan internasional sebagai perusahaan yang telah menerapkan manajemen mutu perusahaan. Keuntungan lain, memperkuat brand image di mata pelanggan dan yang tak kalah pentingnya secara internal, ISO memiliki dua kegiatan yang harus dilakukan secara berkala, yaitu audit internal dan rapat tinjauan manajemen. “Dengan dua kegiatan ini perusahaan dapat terus menerus melakukan perbaikan,” ujar Khairul

Lebih jauh Khairul menambahkan, perusahaan yang sudah menerapkan ISO 9001 bisa dengan pasti mengukur kinerja prosesnya karena ada beberapa parameter yang bisa digunakan seperti kinerja karyawan, kinerja supplier, kinerja penjualan, kinerja proses, dan kepuasan pelanggan.  Berbeda dengan perusahaan yang belum menerapkan ISO dimana yang dijadikan acuan soal kinerja perusahaan hanya soal penjualan, penjualan, dan penjualan. 


 Abdul Majid