LATEST NEWS
Di Indonesia, dan tentunya di Eropa dan negara Asia lainnya, nama Dunkin’ Donuts dikenal sebagai merek franchise donuts yang namanya sudah kesohor. Masyarakat Asia, khususnya Indonesia bisa kenal yang namanya donuts berkat merek ini. Bila menyebut nama donuts maka persepsi kita pun akan merujuk merek ini. Karena begitu kuatnya brand equity Dunkin’ Donuts. Dunkin' Donuts sudah eksis selama lebih dari tujuh dekade, sejak toko pertamanya dibuka di Massachusetts, AS, pada 1950. Merek ini digukanan pada lebih dari 11.300 gerai di seluruh dunia, dengan 8.500 di antaranya di AS. Dunkin’ Donuts pun memimpin pasar donuts dunia hingga kini. Namun baru-baru ini dunia franchise dikejutkan berita yang menyebutkan Dunkin’s Donuts merubah merek menjadi Dunkin’. Diberitakan
Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Merek yang terlihat digdaya sejak beroperasi di Indonesia pada 2009 ini akhirnya tidak bisa bertahan di pasar ritel convenience store Indonesia. Sevel dinilai oleh pemerhati bisnis tak mampu bersaing dengan jaringan waralaba semacam Indomaret yang mendirikan Indomaret Point, dan Alfamart Group yang mendatangkan Lawson. Padahal, merek tersebut lebih belakangan berdiri di Indonesia. Bisa dikatakan, merek semacam Lawson dan Indomaret Point adalah merek penantang sebagai reaksi kehadiran Sevel yang begitu fenomenal di awal-awal berdiri. Namun nasib berkata lain, Sevel bahkan tidak mampu bertahan untuk sekedar melawan beban operasional dan liability dari pihak pemberi hutang. Banyak suda
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tidak hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tapi juga turut sibuk mengurusi urusan orang lain. Apalagi dengan hadirnya media sosial, kesibukan mengurusi orang lain semakin mudah. Mulai dari komentar yang bernada dukungan, teguran, sindiran, nasihat dsb. Masing-masing individu memang punya kapasitas untuk memberikan komentar. Ada kesan kuat di media sosial belakangan ini, alih-alih menjadi manusia peduli dan punya rasa perhatian kepada sesama, warganet, begitu sebutan masyarakat yang aktif di media sosial, malah menjadi manusia yang paling sibuk menyindir dan menasihati. Menyindir tentu berbeda dengan menasihati. Menyindir akan berdampak pada fsikologi seseorang yang akhirnya menimbulkan kebencian. Berbeda dengan sindirian dan nyinyiran, nasihat akan
HOT TOPICS
07 September 2017
Dunkin’ Donuts Menjadi Dunkin’

Di Indonesia, dan tentunya di Eropa dan negara Asia lainnya, nama Dunkin’ Donuts dikenal sebagai merek franchise donuts yang namanya sudah kesohor. Masyarakat Asia, khususnya Indonesia bisa kenal yang namanya donuts berkat merek ini. Bila menyebut nama donuts maka persepsi kita pun akan merujuk merek ini. Karena begitu kuatnya brand equity Dunkin’ Donuts.

Dunkin' Donuts suda

Read More
Era Digital, Perusahaan Harus Adaptif dan Kreatif
Saat ini kita sudah memasuki jaman teknologi digital yang begitu pesat. Dan ini sudah memasuki seluruh aspek kehidupan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya para pengusaha waralaba adaptif terhadap perkembangan ini, baik dalam aspek system pengelolaan bisnis maupun aspek marketingnya Alvin Toffler, sejak puluhan tahun lalu dalam bukunya The Adaptive Corporation sudah mengingatkan kepada para pelaku bisnis untuk berlaku fleksibel dan adaptif dalam mengelola perusahaan. Ia menyarankan agar manajemen perusahaan menerapkan teknologi terkini, menyingkirkan kebiasaan lama yang membuat perusahaan terus berada dalam zona nyaman. Terlebih lagi di jaman milenial saat ini, masa yang disebut sebagai masa tak menentu. Philip Kotler menyebutnya sebagai era turbulansi atau pasar yang chaotics, pasar yang
Read More
Buruh Migran Hong Kong dan Waralaba
Pada 19 April 2017, Majalah Franchise diundang BNI Remittance dan Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk memberikan seminar pada acara pemberdayaan dan pelatihan kewirausahaan di Hong Kong. Acara tersebut bertujuan memacu para buruh migran untuk berwirausaha melalui sistem waralaba di kampung halamannya. Ada sekitar 500 BMI yang menghadiri acara tersebut. Mereka sangat antusias dengan acara yang digelar. Tujuan diadakan acara tersebut antara lain supaya mereka memiliki usaha di kampung halamannya, sehingga BMI tetap memiliki masa depan setelah pensiun nanti. Ini sejalan dengan program pemerintah juga untuk membangun kemandirian BMI. Banyal hal menarik selama seminar berlangsung. Salah satunya adalah beberapa audiens yang belum punya usaha tetarik menggeluti waralaba kuliner dengan investasi
Read More
Keunikan
Keunikan dapat diartikan dalam konteks dan sudut pandang yang berbeda. Bisa dalam artian fisik maupun proses. Meski begitu keunikan haruslah bisa dilihat dan dirasakan karena merupakan nilai pembeda. Tetapi yang juga lebih penting adalah harus tidak mudah ditiru. Pada prinsipnya sisi keunikan adalah nilai lebih bagi pemilik keunikan tersebut. Keunikan produk menjadikan seseorang merasa tersedot perhatiannya lantas berusaha untuk mendapatkannya. Keunikan juga akan membantu seseorang keluar dari lingkaraan persaingan. Dalam kaitan bisnis, dalam era yang penuh dengan persaingan seperti saat ini sangat dibutuhkan seorang pelaku bisnis yang cerdas, dalam arti mampu untuk selalu menciptakan keunikan dengan produk atau jasa yang sudah ada. Kenapa? karena dengan keunikan akan menghasilkan titik
Read More
Merek Harus Dijaga
Brand atau merek menjadi suatu aset berharga bagi perusahaan. Tanpa adanya merek, sebuah produk atau jasa perusahaan bukanlah apa-apa. Dalam bisnis waralaba atau franchise, merek yang kuat merupakan janji kesuksesan yang pada akhirnya akan mendatangkan calon investor (frachisee). Namun, menjadi persoalan bahwa untuk menjadikan bisnis franchise anda agar memiliki brand yang kuat dan mampu menjaga konsistensinya bukan perkara gampang. Membangun merek (brand building) yang kuat dan kokoh selain tidak mudah juga butuh waktu yang cukup lama, bahkan bisa berpuluh tahun lamanya. Tergantung bagaimana langkah dan strategi yang digunakan perusahaan perusahaan tersebut dalam mengupayakannya. Jean Onnen, praktisi dari Hot Dish Advertising mengungkapkan, menjaga konsistensi sebuah brand di perusahaan
Read More
4 Pondasi Dasar Penguatan Industri Waralaba Nasional
Telah kita ketahui bersama bahwa industri waralaba nasional  mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan selama satu dekade ini. Wirausahawan tumbuh di mana—mana. Gerai-gerai waralaba dan Business Opportunity  ada di berbagai kota di Indonesia. Pertumbuhan ini secara otomatis menggerakkan ekonmomi kerakyatan lewat penyerapan tenaga kerja dari usaha-usaha waralaba yang ada, maupun  dari bisnis pendukung atau pemasoknya. Menurut data Asosiasi Franchise Indonesia,  transaksi industri waralaba nasional pada 2014 saja mencapai Rp 172 Trilyun, berasal dari 698 merek waralaba, 402 merek business opportunity serta puluhan ribu outlet yang teridentifikasi. Kemudian tenaga langsung yang terserap mencapai sekitar 910.000 orang, belum lagi  4 juta orang lainnya yang me
Read More
Optimisme Bisnis Waralaba Indonesia Sambut 2017
Banyak pengamat yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia di 2017 nanti akan lebih menjanjikan. Hal ini antara lain didukung oleh sentiment positif dari berbagai kebijakan pemerintah baik fiskal maupun moneter, termasuk kebijakan reformasi regulasi yang langsung menyasar sektor riil. Melihat kondisi ini maka saya melihat bisnis waralaba Indonesia di 2017 masih sangat optimis bahkan ditengarai akan lebih bergairah lagi dibandingkan 2016. Ada beberapa indikator mengapa saya melihat 2017 bisnis waralaba Indonesia akan lebih bergairah lagi. Pertama, cukup efektifnya program repatriasi tax amnesty yang dijalankan pemerintah. Dari dana yang masuk ke Indonesia melalui tax amnesty ini, saya melihat pembelian atau investasi di sektor bisnis waralaba akan “ketiban pulung” juga. Sekt
Read More
Loading...