LATEST NEWS
Baru-baru ini whatspp saya mendapatkan kiriman berita dari seorang kawan. Dia mengirimkan berita perihal saham Wall Street yang tumbang akibat saham media sosial. Kawan saya tersebut menanyakan ke saya “ Ini kenapa to? Apakah pertanda bubble economy karena ITC?”  Sebelum menjawab pertanyaan kawan saya itu, saya mencoba membaca  kirimannnya. Disitu diberitakan bahwa  saham-saham teknologi tertekan. Saham Nvidia anjlok sampai 7,8%. Harga saham Tesla juga merosot hingga 8.2%. Pun dengan saham media social. Saham facebook dan twitter juga rontok. Saham twitter rontrok 12% dalam sehari. Dari berita tersebut saya mencoba menjawab pertanyaan teman saya tadi. Jawaban  saya adalah bukan bubble economy. Wall Street tumbang karena dua hal. Pertama rencana kenaikan suk
Jogja  merupakan salah satu kota kota istimewa di Indonesia. Selain memiliki bentuk pemerintahan kerajaan, Jogja juga salah satu kota terbesar di Indonesia. Keistimewaan lainnya Jogja juga menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing karena banyak situs sejarah yang menjadi minat para turis. Sebut saja Keraton,  Candi Perambanan. Candi Ratu Boko,  Masjid Gede Kauman yang menjadi Simbol Kejayaan Islam Mataram, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret, Gedung Agung YogyakartaKotagede, Museum Perjuangan Yogyakarta dan lainnya. Keistimewaan lainnya adalah kekayaan kulinernya Salah satu kuliner yang menjadi ikon Jogja ada gudeg. Banyak gudeg terkenal dan menjadi legenda di Jogja. Para pecinta kuliner pun akan kurang bila melakukan wisata kuliner tanpa men
26 February 2018
Banyak pengamat menilai, saat ini bisnis ritel dinilai mengalami goncangan. Hal itu terlihat dari banyaknya peritel raksasa yang menutup storenya belakangan ini. Sebut saja Matahari Department Store dan Ramayana yang harus menutup storenya di beberapa titik lokasi.    Beberapa merek asing malah harus menutup semua storenya Indonesia. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) misalnya akan menutup seluruh operasional gerai Lotus Department Store miliknya beberapa bulan lalu. Store tersebut dianggap tidak menguntungkan perusahaan itu. Ketimbang membebani kinerja, MAPI memutuskan untuk menyetop operasi kelima gerai Lotus miliknya. Selain itu, Debenhams, GAP dan Banana Republic juga mengelami kelesuan.   Namun demikian, saya melihat sekarang ada fenomena menarik dari industri rit
HOT TOPICS
09 April 2018
Big Data; Bisa Meningkatkan Value Perusahaan, Bisa Pula Menjatuhkan

Baru-baru ini whatspp saya mendapatkan kiriman berita dari seorang kawan. Dia mengirimkan berita perihal saham Wall Street yang tumbang akibat saham media sosial. Kawan saya tersebut menanyakan ke saya “ Ini kenapa to? Apakah pertanda bubble economy karena ITC?”  Sebelum menjawab pertanyaan kawan saya itu, saya mencoba membaca  kirimannnya. Disitu diberitakan bahwa  s

Read More
Strategi Memasarkan Bisnis Franchise di 2018
Maraknya franchise di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sebuah  ancaman sekaligus kesempatan bagi para  franchisor di dunia bisnis. Karena salah satu faktor yang paling berpengaruh pada bisnis franchise adalah  franchisornya atau pewaralabanya. Di mana dalam membangun bisnis franchise seorang franchisor harus berkompeten dan  tangguh dalam persaingan di dunia bisnis.   Bisnis Franchise yang tengah "booming" bisa menjadi sebuah ancaman bagi mereka  yang tidak memiliki inovasi dan renovasi dalam membangun atau mempertahankan franchisenya. Tetapi juga menjadi  sebuah kesempatan bagi mereka yang baru dan memiliki inovasi dan ide-ide kreatif dalam berbisnis franchise. Dengan melihat fenomena tersebut, seorang franchisor mau tidak mau harus mampu mengembangka
Read More
Menciptakan Konsep Mini
Baru-baru ini dunia ritel supermarket dikagetkan oleh Hardy’s Supermarket yang dinyatakan pailit karena tak mampu lagi membayar tagihan hutang bank yang sudah jatuh tempo. Supermarket ini bisa dibilang penguasa pasar di daerah Bali yang sudah cukup dikenal. Bahkan sudah menjadi group bisnis yang tengah berkembang beberapa tahun terakhir. Namun laju bisnisnya harus terhenti karena dinyatakan pailit. Banyak faktor yang membuat Hardy’s Supermarket tak mampu berkinerja baik seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain induk bisnis ini terlalu ekspansif hingga tak mampu mengimbangi pemasukan bisnis, kolaps-nya Harydy Supermarket juga karena dipengaruhi faktor eksternal. Salah satu faktor eksternalnya adalah daya beli masyarakat sedang turun, berdasarkan survei Nielsen Indonesia. “
Read More
Ciptakan Epidemi
Belakangan, sejumlah merek bisnis ternama harus gulung tikar. Yang paling menjadi sorotan adalah di bisnis ritel. Sejumlah gerai ritel modern ternama berguguran di 2017. Sebut saja PT Modern Putra Indonesia yang menutup seluruh gerai 7-Eleven nya di Indonesia, hingga Lotus dan Debenhams yang ditutup oleh PT Mitra Adi Perkasa. Selain itu, beberapa pusat perdagangan yang dahulunya ramai juga tiba-tiba meredup dan sepi pengunjung. Sebagai contoh Pasar Tanah Abang dan WTC Mangga Dua yang tahun-tahun sebelumnya ramai sekarang juga mengalami penurunan pengunjung. Banyak faktor yang menyebabkan pebisnis ritel dan pusat perdagangan meredup. Banyak yang menilai faktor utamanya adalah lesunya daya beli. Sebagian ada yang menilai beralihnya pembeli offline ke online. Namun faktanya tidak demikian
Read More
Mix Development
Wajah bisnis Indonesia akhir-akhir ini memang sedang tidak bersuka cita. Beberapa pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi favorit belanja kini sepi. Sebut saja Glodok, WTC Mangga Dua, dan Roxy Square menurut berita yang beredar sepi pengunjung. Plaza Blok M juga juga demikian. Mal yang dahulu menjadi trend di tahun 2000 kini juga ikut-ikutan sepi. Banya faktor yang mengakibatkan kondisi tersebut. Selain daya beli masyarakat yang cenderung menurun, belanja online juga turut menjadi faktor meski bukan yang paling utama. Namun kondisi lokasi juga bisa menjadi menjadi penyebab. Plaza Blok M bisa jadi sepi karena memang lokasinya sedang ada perbaikan jalan, sehingga menyebabkan macet dan membuat pengunjung malas. Buktinya, mal-mal yang lain tetap ramai. AEON Mal, Lippo Karawaci, Taman Anggrek,
Read More
Dunkin’ Donuts Menjadi Dunkin’
Di Indonesia, dan tentunya di Eropa dan negara Asia lainnya, nama Dunkin’ Donuts dikenal sebagai merek franchise donuts yang namanya sudah kesohor. Masyarakat Asia, khususnya Indonesia bisa kenal yang namanya donuts berkat merek ini. Bila menyebut nama donuts maka persepsi kita pun akan merujuk merek ini. Karena begitu kuatnya brand equity Dunkin’ Donuts. Dunkin' Donuts sudah eksis selama lebih dari tujuh dekade, sejak toko pertamanya dibuka di Massachusetts, AS, pada 1950. Merek ini digukanan pada lebih dari 11.300 gerai di seluruh dunia, dengan 8.500 di antaranya di AS. Dunkin’ Donuts pun memimpin pasar donuts dunia hingga kini. Namun baru-baru ini dunia franchise dikejutkan berita yang menyebutkan Dunkin’s Donuts merubah merek menjadi Dunkin’. Diberitakan
Read More
Seharusnya Sevel Tidak Secepat Ini Tumbang
Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Merek yang terlihat digdaya sejak beroperasi di Indonesia pada 2009 ini akhirnya tidak bisa bertahan di pasar ritel convenience store Indonesia. Sevel dinilai oleh pemerhati bisnis tak mampu bersaing dengan jaringan waralaba semacam Indomaret yang mendirikan Indomaret Point, dan Alfamart Group yang mendatangkan Lawson. Padahal, merek tersebut lebih belakangan berdiri di Indonesia. Bisa dikatakan, merek semacam Lawson dan Indomaret Point adalah merek penantang sebagai reaksi kehadiran Sevel yang begitu fenomenal di awal-awal berdiri. Namun nasib berkata lain, Sevel bahkan tidak mampu bertahan untuk sekedar melawan beban operasional dan liability dari pihak pemberi hutang. Banyak suda
Read More
Loading...