LATEST NEWS
Maraknya franchise di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sebuah  ancaman sekaligus kesempatan bagi para  franchisor di dunia bisnis. Karena salah satu faktor yang paling berpengaruh pada bisnis franchise adalah  franchisornya atau pewaralabanya. Di mana dalam membangun bisnis franchise seorang franchisor harus berkompeten dan  tangguh dalam persaingan di dunia bisnis.   Bisnis Franchise yang tengah "booming" bisa menjadi sebuah ancaman bagi mereka  yang tidak memiliki inovasi dan renovasi dalam membangun atau mempertahankan franchisenya. Tetapi juga menjadi  sebuah kesempatan bagi mereka yang baru dan memiliki inovasi dan ide-ide kreatif dalam berbisnis franchise. Dengan melihat fenomena tersebut, seorang franchisor mau tidak mau harus mampu mengembangka
14 December 2017
Baru-baru ini dunia ritel supermarket dikagetkan oleh Hardy’s Supermarket yang dinyatakan pailit karena tak mampu lagi membayar tagihan hutang bank yang sudah jatuh tempo. Supermarket ini bisa dibilang penguasa pasar di daerah Bali yang sudah cukup dikenal. Bahkan sudah menjadi group bisnis yang tengah berkembang beberapa tahun terakhir. Namun laju bisnisnya harus terhenti karena dinyatakan pailit. Banyak faktor yang membuat Hardy’s Supermarket tak mampu berkinerja baik seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain induk bisnis ini terlalu ekspansif hingga tak mampu mengimbangi pemasukan bisnis, kolaps-nya Harydy Supermarket juga karena dipengaruhi faktor eksternal. Salah satu faktor eksternalnya adalah daya beli masyarakat sedang turun, berdasarkan survei Nielsen Indonesia. “
09 November 2017
Belakangan, sejumlah merek bisnis ternama harus gulung tikar. Yang paling menjadi sorotan adalah di bisnis ritel. Sejumlah gerai ritel modern ternama berguguran di 2017. Sebut saja PT Modern Putra Indonesia yang menutup seluruh gerai 7-Eleven nya di Indonesia, hingga Lotus dan Debenhams yang ditutup oleh PT Mitra Adi Perkasa. Selain itu, beberapa pusat perdagangan yang dahulunya ramai juga tiba-tiba meredup dan sepi pengunjung. Sebagai contoh Pasar Tanah Abang dan WTC Mangga Dua yang tahun-tahun sebelumnya ramai sekarang juga mengalami penurunan pengunjung. Banyak faktor yang menyebabkan pebisnis ritel dan pusat perdagangan meredup. Banyak yang menilai faktor utamanya adalah lesunya daya beli. Sebagian ada yang menilai beralihnya pembeli offline ke online. Namun faktanya tidak demikian
HOT TOPICS
10 January 2018
Strategi Memasarkan Bisnis Franchise di 2018

Maraknya franchise di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sebuah  ancaman sekaligus kesempatan bagi para  franchisor di dunia bisnis. Karena salah satu faktor yang paling berpengaruh pada bisnis franchise adalah  franchisornya atau pewaralabanya. Di mana dalam membangun bisnis franchise seorang franchisor harus berkompeten dan  tangguh dalam persaingan di dunia bisnis.

Read More

Mix Development
Wajah bisnis Indonesia akhir-akhir ini memang sedang tidak bersuka cita. Beberapa pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi favorit belanja kini sepi. Sebut saja Glodok, WTC Mangga Dua, dan Roxy Square menurut berita yang beredar sepi pengunjung. Plaza Blok M juga juga demikian. Mal yang dahulu menjadi trend di tahun 2000 kini juga ikut-ikutan sepi. Banya faktor yang mengakibatkan kondisi tersebut. Selain daya beli masyarakat yang cenderung menurun, belanja online juga turut menjadi faktor meski bukan yang paling utama. Namun kondisi lokasi juga bisa menjadi menjadi penyebab. Plaza Blok M bisa jadi sepi karena memang lokasinya sedang ada perbaikan jalan, sehingga menyebabkan macet dan membuat pengunjung malas. Buktinya, mal-mal yang lain tetap ramai. AEON Mal, Lippo Karawaci, Taman Anggrek,
Read More
Dunkin’ Donuts Menjadi Dunkin’
Di Indonesia, dan tentunya di Eropa dan negara Asia lainnya, nama Dunkin’ Donuts dikenal sebagai merek franchise donuts yang namanya sudah kesohor. Masyarakat Asia, khususnya Indonesia bisa kenal yang namanya donuts berkat merek ini. Bila menyebut nama donuts maka persepsi kita pun akan merujuk merek ini. Karena begitu kuatnya brand equity Dunkin’ Donuts. Dunkin' Donuts sudah eksis selama lebih dari tujuh dekade, sejak toko pertamanya dibuka di Massachusetts, AS, pada 1950. Merek ini digukanan pada lebih dari 11.300 gerai di seluruh dunia, dengan 8.500 di antaranya di AS. Dunkin’ Donuts pun memimpin pasar donuts dunia hingga kini. Namun baru-baru ini dunia franchise dikejutkan berita yang menyebutkan Dunkin’s Donuts merubah merek menjadi Dunkin’. Diberitakan
Read More
Seharusnya Sevel Tidak Secepat Ini Tumbang
Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Merek yang terlihat digdaya sejak beroperasi di Indonesia pada 2009 ini akhirnya tidak bisa bertahan di pasar ritel convenience store Indonesia. Sevel dinilai oleh pemerhati bisnis tak mampu bersaing dengan jaringan waralaba semacam Indomaret yang mendirikan Indomaret Point, dan Alfamart Group yang mendatangkan Lawson. Padahal, merek tersebut lebih belakangan berdiri di Indonesia. Bisa dikatakan, merek semacam Lawson dan Indomaret Point adalah merek penantang sebagai reaksi kehadiran Sevel yang begitu fenomenal di awal-awal berdiri. Namun nasib berkata lain, Sevel bahkan tidak mampu bertahan untuk sekedar melawan beban operasional dan liability dari pihak pemberi hutang. Banyak suda
Read More
Perlunya Saling Mengingatkan
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tidak hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tapi juga turut sibuk mengurusi urusan orang lain. Apalagi dengan hadirnya media sosial, kesibukan mengurusi orang lain semakin mudah. Mulai dari komentar yang bernada dukungan, teguran, sindiran, nasihat dsb. Masing-masing individu memang punya kapasitas untuk memberikan komentar. Ada kesan kuat di media sosial belakangan ini, alih-alih menjadi manusia peduli dan punya rasa perhatian kepada sesama, warganet, begitu sebutan masyarakat yang aktif di media sosial, malah menjadi manusia yang paling sibuk menyindir dan menasihati. Menyindir tentu berbeda dengan menasihati. Menyindir akan berdampak pada fsikologi seseorang yang akhirnya menimbulkan kebencian. Berbeda dengan sindirian dan nyinyiran, nasihat akan
Read More
Era Digital, Perusahaan Harus Adaptif dan Kreatif
Saat ini kita sudah memasuki jaman teknologi digital yang begitu pesat. Dan ini sudah memasuki seluruh aspek kehidupan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya para pengusaha waralaba adaptif terhadap perkembangan ini, baik dalam aspek system pengelolaan bisnis maupun aspek marketingnya Alvin Toffler, sejak puluhan tahun lalu dalam bukunya The Adaptive Corporation sudah mengingatkan kepada para pelaku bisnis untuk berlaku fleksibel dan adaptif dalam mengelola perusahaan. Ia menyarankan agar manajemen perusahaan menerapkan teknologi terkini, menyingkirkan kebiasaan lama yang membuat perusahaan terus berada dalam zona nyaman. Terlebih lagi di jaman milenial saat ini, masa yang disebut sebagai masa tak menentu. Philip Kotler menyebutnya sebagai era turbulansi atau pasar yang chaotics, pasar yang
Read More
Buruh Migran Hong Kong dan Waralaba
Pada 19 April 2017, Majalah Franchise diundang BNI Remittance dan Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk memberikan seminar pada acara pemberdayaan dan pelatihan kewirausahaan di Hong Kong. Acara tersebut bertujuan memacu para buruh migran untuk berwirausaha melalui sistem waralaba di kampung halamannya. Ada sekitar 500 BMI yang menghadiri acara tersebut. Mereka sangat antusias dengan acara yang digelar. Tujuan diadakan acara tersebut antara lain supaya mereka memiliki usaha di kampung halamannya, sehingga BMI tetap memiliki masa depan setelah pensiun nanti. Ini sejalan dengan program pemerintah juga untuk membangun kemandirian BMI. Banyal hal menarik selama seminar berlangsung. Salah satunya adalah beberapa audiens yang belum punya usaha tetarik menggeluti waralaba kuliner dengan investasi
Read More
Loading...