LATEST NEWS
Pada 19 April 2017, Majalah Franchise diundang BNI Remittance dan Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk memberikan seminar pada acara pemberdayaan dan pelatihan kewirausahaan di Hong Kong. Acara tersebut bertujuan memacu para buruh migran untuk berwirausaha melalui sistem waralaba di kampung halamannya. Ada sekitar 500 BMI yang menghadiri acara tersebut. Mereka sangat antusias dengan acara yang digelar. Tujuan diadakan acara tersebut antara lain supaya mereka memiliki usaha di kampung halamannya, sehingga BMI tetap memiliki masa depan setelah pensiun nanti. Ini sejalan dengan program pemerintah juga untuk membangun kemandirian BMI. Banyal hal menarik selama seminar berlangsung. Salah satunya adalah beberapa audiens yang belum punya usaha tetarik menggeluti waralaba kuliner dengan investasi
06 April 2017
Keunikan dapat diartikan dalam konteks dan sudut pandang yang berbeda. Bisa dalam artian fisik maupun proses. Meski begitu keunikan haruslah bisa dilihat dan dirasakan karena merupakan nilai pembeda. Tetapi yang juga lebih penting adalah harus tidak mudah ditiru. Pada prinsipnya sisi keunikan adalah nilai lebih bagi pemilik keunikan tersebut. Keunikan produk menjadikan seseorang merasa tersedot perhatiannya lantas berusaha untuk mendapatkannya. Keunikan juga akan membantu seseorang keluar dari lingkaraan persaingan. Dalam kaitan bisnis, dalam era yang penuh dengan persaingan seperti saat ini sangat dibutuhkan seorang pelaku bisnis yang cerdas, dalam arti mampu untuk selalu menciptakan keunikan dengan produk atau jasa yang sudah ada. Kenapa? karena dengan keunikan akan menghasilkan titik
08 March 2017
Brand atau merek menjadi suatu aset berharga bagi perusahaan. Tanpa adanya merek, sebuah produk atau jasa perusahaan bukanlah apa-apa. Dalam bisnis waralaba atau franchise, merek yang kuat merupakan janji kesuksesan yang pada akhirnya akan mendatangkan calon investor (frachisee). Namun, menjadi persoalan bahwa untuk menjadikan bisnis franchise anda agar memiliki brand yang kuat dan mampu menjaga konsistensinya bukan perkara gampang. Membangun merek (brand building) yang kuat dan kokoh selain tidak mudah juga butuh waktu yang cukup lama, bahkan bisa berpuluh tahun lamanya. Tergantung bagaimana langkah dan strategi yang digunakan perusahaan perusahaan tersebut dalam mengupayakannya. Jean Onnen, praktisi dari Hot Dish Advertising mengungkapkan, menjaga konsistensi sebuah brand di perusahaan
HOT TOPICS
12 May 2017
Buruh Migran Hong Kong dan Waralaba

Pada 19 April 2017, Majalah Franchise diundang BNI Remittance dan Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk memberikan seminar pada acara pemberdayaan dan pelatihan kewirausahaan di Hong Kong. Acara tersebut bertujuan memacu para buruh migran untuk berwirausaha melalui sistem waralaba di kampung halamannya.

Ada sekitar 500 BMI yang menghadiri acara tersebut. Mereka sangat antusias dengan acara

Read More
4 Pondasi Dasar Penguatan Industri Waralaba Nasional
Telah kita ketahui bersama bahwa industri waralaba nasional  mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan selama satu dekade ini. Wirausahawan tumbuh di mana—mana. Gerai-gerai waralaba dan Business Opportunity  ada di berbagai kota di Indonesia. Pertumbuhan ini secara otomatis menggerakkan ekonmomi kerakyatan lewat penyerapan tenaga kerja dari usaha-usaha waralaba yang ada, maupun  dari bisnis pendukung atau pemasoknya. Menurut data Asosiasi Franchise Indonesia,  transaksi industri waralaba nasional pada 2014 saja mencapai Rp 172 Trilyun, berasal dari 698 merek waralaba, 402 merek business opportunity serta puluhan ribu outlet yang teridentifikasi. Kemudian tenaga langsung yang terserap mencapai sekitar 910.000 orang, belum lagi  4 juta orang lainnya yang me
Read More
Optimisme Bisnis Waralaba Indonesia Sambut 2017
Banyak pengamat yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia di 2017 nanti akan lebih menjanjikan. Hal ini antara lain didukung oleh sentiment positif dari berbagai kebijakan pemerintah baik fiskal maupun moneter, termasuk kebijakan reformasi regulasi yang langsung menyasar sektor riil. Melihat kondisi ini maka saya melihat bisnis waralaba Indonesia di 2017 masih sangat optimis bahkan ditengarai akan lebih bergairah lagi dibandingkan 2016. Ada beberapa indikator mengapa saya melihat 2017 bisnis waralaba Indonesia akan lebih bergairah lagi. Pertama, cukup efektifnya program repatriasi tax amnesty yang dijalankan pemerintah. Dari dana yang masuk ke Indonesia melalui tax amnesty ini, saya melihat pembelian atau investasi di sektor bisnis waralaba akan “ketiban pulung” juga. Sekt
Read More
Next Gen Franchising di Indonesia
Pada acara World Franchise Summit Indonesia, 25 November 2016  lalu, dalam sambutannya Anang Sukandar, Chairman Emiritius of Asosiasi Franchise Indonesia(AFI) mengatakan, industri franchise dan BO (Business Opportunity) tengah berkembang pesat dalam 15 tahun terakhir. Saya setuju dengan dengan pernyataan tersebut, bahwa industri franchise dan BO memang sedang tumbuh beberapa tahun terakhir, tetapi yang mendominasi pertumbuhan adalah BO. Dominasinya hampir 80%.  Menariknya, para pemain BO  atau istilah saya franchise startup yang mendominasi itu banyak dirintis oleh  anak-anak muda. Mereka merintis usaha dengan sangat kreatif dan konsepnya juga banyak yang unik-unik. Ada yang bergerak di sektor kuliner, industri kreatif, fashion, hiburan, kecantikan & kesehatan, dan yang
Read More
Menjaga Image dan Trust di Bisnis Waralaba
Belakangan ini saya melihat beberapa merek franchise dan BO tersandung kasus hukum. Kasus hukum tersebut terjadi karena adanya konflik dengan franchisee maupun calon franchisee. Dari beberapa kasus yang terjadi memang ada  yang masih ‘sebatas omongan’ diantara kawan-kawan,  tetapi ada pula yang sudah masuk ke ranah media yang dikhawatirkan akan menurunkan image maupun trust di mata public (baca: masyarakat) Antara trust (kepercayaan) dan image (citra) terdapat beberapa perbedaan yang cukup mendasar. Trust dibangun berdasarkan kinerja yang baik. Orang lain dan masyarakat memberikan kepercayaan karena memang orang atau bisnis tersebut punya dedikasi yang tinggi dalam mengelola bisnisnya. Bisnis dikelola dan dijalankan dengan berpondasi pada kompetensi, integritas, kepa
Read More
Family Business dan Next Generation
Bulan lalu saya melakukan kunjungan ke AJBS Group, perusahaan besar yang memproduksi mur dan baut di Surabaya. AJBS adalah market leader di industri baut dan mur yang sudah berdiri sejak 1966. Perusahaan ini memproduksi 60 ribu jenis baut dan mur.  Saya melihat lebih dekat bagaimana perusahaan ini dikelola oleh generasi kedua dan ketiga. Meski tergolong perusahaaan keluarga namun AJBS mampu dijalankan secara profesional. Generasi kedua berkolaborasi dengan baik dengan generasi ketiga AJBS. Dari sana saya melihat, bahwa perusahaan keluarga pun bisa bersaing dengan perusahaan besar jika dikelola dengan solid. Justru perusahaan keluarga lebih punya kekompakan dalam menjalankan perusahaan jika punya visi yang sama dengan generasi kedua. Di AJBS, filosofi perusahaan yang ditanamkan gene
Read More
Bisnis itu Simpel, Mulailah dengan Market Base yang Besar
Gairah bisnis di Indonesia terus tumbuh, terutama di sektor UMKM atau bisnis yang menyasar segmen menengah bawah. Beberapa dari mereka ada yang berhasil mengembangkan bisnisnya hingga besar. Namun tidak sedikit juga yang bisnisnya rontok di tengah jalan karena tidak diterima pasar, atau pasarnya belum siap menerima produk bisnisnya.  Tidak terlalu sulit untuk memulai bisnis. Bisnis itu sebetulnya simpel. Jika bisnis Anda ingin cepat diterima pasar maka mulailah dengan bisnis yang produknya bisa diterima pasar. Bila bisnis anda sasarannya kalangan menengah bawah, atau all segmen maka carilah pangsa pasar atau market base yang luas. Contoh misalnya jika berbisnis bakso, ayam goreng, sate, soto atau nasi goreng yang semua orang suka. Marketnya juga jelas dan luas, dari kalangan bawah s
Read More
Loading...