LATEST NEWS
Sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, sebanyak 231 pelaku usaha Waralaba telah memiliki STPW yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Rinciannya adalah sebagai berikut: 94 Pemberi Waralaba berasal dari Luar Negeri. 76 Pemberi Waralaba berasal dari Dalam Negeri, 54 Penerima Waralaba berasal dari Waralaba Luar Negeri, 54 Penerima Waralaba berasal dari Waralaba Luar Negeri dan 9 Pemberi Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba Luar Negeri. Secara umum, sudah terjadi peningkatan kesadaran pelaku usaha Waralaba untuk memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Dengan penerapan pengajuan permohonan STPW secara online melalui Sistim Informasi Perizinan Terpadu (SIPT) yang memudahkan pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan jumlah permohonan STPW di tahun mendatang. Untuk Regulasi W
Industri waralaba di Indonesia masih terus bertumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5 persen pertahun dengan tingkat inflasi yang terkendali. Indonesia merupakan salah satu negara favorit yang menjadi tempat pengembangan gerai waralaba asing yang melakukan perluasan jaringan waralaba di luar negara asalnya. Seperti yang disebutkan dalam laporan ‘2016 Top Markets Report Franchising’ yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat, menempatkan Indonesia pada urutan ke-4 dari 11 negara yang direkomendasikan menjadi tujuan ekspor waralaba Amerika.  Potensi pasar Indonesia selalu menarik bagi investor asing, dengan menghitung populasi penduduk Indonesia yang berusia muda yang berjumlah bes
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah memberikan kemudahan dalam penerbitan STPW online. Penerbitan via online ini sudah di tetapkan sejak 1 Januari 2017 melalui PERMENDAG Nomor 85/M-DAG/PER/12/2016. Mengenai seluruh perizinan yang dilakukan di Kementerian Perdagangan dapat dilakukan secara online baik untuk perizinan dalam negeri menggunakan SIPT. Khusus untuk perizinan yang dikeluarkan perdagangan Dalam Negeri seluruhnya wajib dilakukan secara online karena sudah menggunakan Digital Signature, artinya sudah tidak ada lagi kendala dokumen telat yang dikeluarkan oleh pimpinan yang tidak ada ditempat, jadi di manapun dapat mengakses, memverifikasi dan menerbitkan perizinan yang masuk. Sehingga kendala peneribitan dengan alasan diatas sudah tidak ada lagi. Hal ini be
HOT TOPICS
10 January 2018
Kesadaran Pelaku Usaha dalam Mendaftarkan Waralaba

Sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, sebanyak 231 pelaku usaha Waralaba telah memiliki STPW yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Rinciannya adalah sebagai berikut: 94 Pemberi Waralaba berasal dari Luar Negeri. 76 Pemberi Waralaba berasal dari Dalam Negeri, 54 Penerima Waralaba berasal dari Waralaba Luar Negeri, 54 Penerima Waralaba berasal dari Waralaba Luar Negeri dan 9 Pemberi Warala

Read More
Belum Memiliki STPW? Siap-Siap Didenda Rp 100 Juta
Dalam rangka meningkatkan jumlah penerbitan STPW bagi Pemberi Waralaba Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan melakukan kegiatan Pengawasan Kegiatan Usaha Waralaba secara rutin. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kewajiban pelaku usaha waralaba untuk memiliki STPW sesuai Permendag No. 53/M-DAG/PER/8/2012 agar segera dilaksanakan. Karena jika tidak, para pelaku usaha waralaba harus menerima sanksi berupa denda maksimal Rp. 100.000.000,-. Sanksi bagi Pemberi dan Penerima Waralaba telah diatur dalam Pasal 32 Permendag No. 53/M-DAG/PER/8/2012, yaitu setiap Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang belum memiliki STPW akan diberikan surat peringatan tertulis paling banyak 3 kali dengan tenggang waktu masing-masing 2 minggu. Apabila masih belum melakukan pendaftaran, maka Pemberi Waralaba
Read More
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran STPW yang Wajib Dimiliki oleh Pemberi dan Penerima Waralaba
Standar dan ketentuan pendaftaran STPW diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/9/2014. Adapun tahapan atau syarat-syarat proses pengurusannya adalah sebagai berikut : Suatu usaha waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Memiliki ciri khas usaha Yang dimaksud dengan “ciri khas usaha” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari Pemberi Waralaba.  
Read More
Memanfaatkan MEA Sebagai Sarana Ekspansi Usaha Hingga ke Luar Negeri
Di dalam Rencana Strategis Kementerian Perdagangan tahun 2014 hingga 2019, kebijakan difokuskan difokuskan pada peningkatan ekspor non migas, penguatan pasar dalam negeri dan pengamanan pasar dalam negeri. Dalam kaitannya dengan perdagangan dalam negeri, Kementerian Perdagangan berperan aktif dalam melakukan stabilisasi harga, peningkatan daya saing usaha, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif.  Penguatan pasar dalam negeri diharapkan dapat dicapai dengan peningkatan aktivitas perdagangan dalam negeri melalui peningkatan peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah, salah satunya adalah dengan menumbuhkan wirausaha lokal baru. Salah satu peluang pengembangan kewirausahaan yang menjanjikan adalah melalui sistem usaha waralaba.  Sebagaimana Presiden Jokowi katakan dalam
Read More
Peluang Industri Waralaba Tahun 2017 & Dukungan Kemendag
Tahun 2016, ditutup dengan banyak harapan untuk tumbuh kembangnya industri waralaba tanah air. Presiden Joko Widodo juga optimis bahwa sektor waralaba Indonesia akan semakin masif di  tahun ini. Jika dilihat per sektornya, di tahun 2017, sektor makanan dan minuman masih mendominasi bisnis waralaba di Indonesia. Akan tetapi, para pelaku bisnis waralaba sebaiknya tidak hanya terpaku pada sektor waralaba yang sedang menjadi tren namun mencermati juga potensi bidang bisnis waralaba dan persebaran mitra waralaba yang sudah eksis di suatu wilayah. Hal ini disebabkan karena tiap daerah tentu memiliki karakter penduduk yang berbeda, potensi sumber daya berbeda dan juga peluang bisnis yang berbeda. Untuk tahun 2017, Kementerian Perdagangan optimis kondisi perekonomian akan membaik. Hal itu
Read More
Gairah Baru Waralaba Indonesia Pasca WFSI
Setelah sukses digelarnya acara World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016 di Jakarta, diharapkan dapat terjadi  multiplier effect dalam menggairahkan waralaba Indonesia sehingga mendorong penciptaan wirausahawan baru, dan pembukaan lapangan kerja baru. Serta dapat memperluas jangkauan promosi karena dihadiri perwakilan dari 22 negara anggota delegasi asosiasi waralaba dunia yang tergabung dalam World Franchise Council (WFC). Pelaku usaha waralaba diharapakan akan berminat untuk bekerja sama waralaba serta peningkatan jumlah pemilik STPW bagi pelaku usaha waralaba lokal. Lebih lanjut melalui kegiatan ini dapat menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia mengenai perkembangan usaha waralaba Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan rasa bangga dan percaya diri masyarakat Indones
Read More
Mendorong Waralaba ke Pemasaran Sistem Digital
Potensi pasar e-commerce sangat besar di Indonesia. Jika mengacu pada data Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia dan emarketer pada 2015 terdapat 88,1 juta pengguna internet dan 63,4 juta pengguna smartphone di Indonesia. Dimana dari total angka itu, rata-rata menghabiskan waktu 3 jam sehari untuk mengakses internet melalui mobile device. Namun masih sedikit pelaku usaha waralaba yang memanfaatkan e-commerce  dalam memasarkan produknya. Oleh sebab itu, Kemendag menganjurkan agar pelaku usaha waralaba mulai melirik strategi pemasaran online untuk menjangkau konsumen yang lebih luas namun dengan biaya yang lebih hemat. Berdasarkan data Menkominfo, pasar e-commerce dalam perdagangan akan terus meningkat. Di tahun 2016, nilai transaksi e-commerce  berpotensi menyentuh angka US
Read More
Loading...