LATEST NEWS
Salah satu kelayakan waralaba adalah dari segi kinerja keuangannya. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Berapa besaran franchise fee dan royalti yang bisa saya pungut dari Penerima Waralaba bila saya mewaralabakan bisnis saya?” Berikut ini cara untuk mengidentifikasi kelayakan waralaba bisnis anda dari segi kinerja keuangan, dengan cara yang “sangat” disederhanakan. Bahasa kerennya: “Franchise Feasibility Made Simple” Laba Usaha Semula Langkah pertama adalah memahami “berapa laba usaha anda saat ini”. Tentu banyak istilah dan sudut pandang terkait laba usaha ini. Kita samakan persepsi dulu: laba usaha di sini dapat disederhanakan sebagai arus kas bersih (net cash flow) pada angka total penjualan yang relatif cukup mudah dicapai. Me
13 February 2017
Waralaba sejatinya merupakan salah satu cara mengembangkan usaha, dan menurut UU Perdagangan waralaba merupakan salah satu cara distribusi produk (barang atau jasa) secara tidak langsung. Karena merupakan “salah satu cara”, maka sesungguhnya pelaku usaha biasanya melakukan langkah yang saya sebut sebagai “multi-strategy”. Tentu saja tulisan ini akan membahas multi-strategy terkait waralaba saja. Waralaba dan distribusi tidak langsung non-waralaba Yang dimaksud dengan distribusi tidak langsung non-waralaba adalah yang melibatkan “distributor” dan “pengecer” maupun pihak lain seperti sub-distributor dan agen. Pelaku usaha yang sudah memiliki distributor dan pengecer bisa saja menambahkan waralaba sebagai strategi distribusi produknya. Tentu
13 January 2017
Paket waralaba mungkin merupakan istilah yang jarang kita dengar. Salah satu pewaralaba yang menggunakan istilah ini adalah CFC. Hal yang perlu dicermati dengan istilah Paket Waralaba adalah cakupannya. Dalam contoh mengenai CFC yang diambil dari Brosur Waralaba CFC tersebut, jelas tercantum bahwa yang tidak termasuk adalah renovasi dan sewa tempat, sementara peralatan dapur, peraltan makan, meja-kursi, papan reklame signage dan dekorasi sudah termasuk. Demikian juga dengan stationary dan seragam kerja. Yang belum jelas terlihat di publikasi ini adalah bahan baku, atau yang biasa disebut sebagai stok awal, serta biaya pelatihan. Biasakan Bertanya Terkait investasi awal suatu bisnis waralaba, calon terwaralaba harus membiasakan diri bertanya mengenai kejelasan keseluruhan biaya investasi
HOT TOPICS
16 March 2017
Simplifikasi Layak Waralaba

Salah satu kelayakan waralaba adalah dari segi kinerja keuangannya. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Berapa besaran franchise fee dan royalti yang bisa saya pungut dari Penerima Waralaba bila saya mewaralabakan bisnis saya?”
Berikut ini cara untuk mengidentifikasi kelayakan waralaba bisnis anda dari segi kinerja keuangan, dengan cara yang “sangat” dise

Read More
The Good, The Bad, and The Ugly
Bulan ke-12, saatnya mengejar sisa target (masih cukup waktukah?), lalu mengevaluasi kinerja. Ada yang sukses meraih target, ada yang terjungkal kinerja penjualannya, ada yang sudah ngos-ngosan arus kasnya ... semuanya merupakan suka duka menjadi pengusaha, termasuk pewaralaba dan terwaralaba. The Good Problem Pernah dengar kejadian toko retail kehabisan barang, atau kursus bimbel tidak bisa menerima semua calon siswa karena kekurangan guru? Pernah dengar pewaralaba memiliki antrian puluhan investor yang menunggu pembukaan gerai karena masih kekurangan pegawai? Itulah yang saya sebut “good problem”. Tentu Good Problem seperti ini bukan untuk dibanggakan, tapi harus dicarikan jalan keluarnya. Pencarian pegawai harus menjadi lebih pro-aktif. Ketika memasang iklan lowongan ker
Read More
4 Ciri Franchisor “Kejar Setoran”
Ketika saya mengungkap salah satu penyebab kegagalan bisnis waralaba adalah fenomena franchisor kejar setoran, beberapa orang menanyakan bagaimana cara mengidentifikasinya. Berikut ini 4 ciri pewaralaba yang melakukan praktek “kejar setoran” alias membuka gerai sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya, tanpa peduli pada kesehatan, profit, dan kelayakan bisnis terwaralabanya. Nilai Investasi Under Declared Yang dimaksud dengan nilai investasi under declared adalah tidak memberikan informasi yang sebenarnya terkait dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis yang diwaralabakan. Investasi dibuat serendah mungkin untuk menarik sebanyak mungkin calon investor. Komponen yang wajar untuk tidak dimasukkan ke dalam kebutuhan investasi adalah biaya sewa. Namun biaya sewa ini nantinya
Read More
Superior Business
Bisnis yang diwaralabakan seyogyanya merupakan suatu bisnis yang masuk kategori Superior Business. Faktanya, tidak semua yang hendak menjadi Pemberi Waralaba masuk kriteria ini. Mengapa harus superior bisnisnya? Beban Biaya Awal Waralaba Investasi yang dibutuhkan untuk bisnis waralaba relatif lebih tinggi daripada bisnis dengan merek sendiri. Total investasi dikenai biaya awal waralaba yang seringkali cukup signifikan nilainya. Biaya awal waralaba ini bukan hal yang tidak wajar. Investor mendapat bantuan yang memperlancar persiapan gerai barunya. Selain itu biaya awal waralaba menjadi semacam royalti yang dibayar di muka, selain nantinya ada royalti yang harus dibayarkan bulanan. Beban Biaya Royalti Bulanan Selain biaya awal waralaba, biasanya ada biaya royalti bulanan. Biaya royalti
Read More
Memperpendek Kurva Belajar
Beberapa waktu lalu ada wartawan yang bertanya kepada saya, “Menurut Bapak, hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan seseorang ketika memilih konsultan waralaba?” Saya menjawab, “Wah, salah alamat kalau anda menanyakan hal itu kepada saya. Saya konsultan waralaba dan bisa saja jawaban saya secara subyektif mengarahkan mereka kepada saya. Seharusnya anda bertanya kepada pewaralaba yang menggunakan jasa konsultan waralaba untuk membangun sistem waralabanya, dan anda perlu bertanya pula kepada mereka yang tidak menggunakan jasa konsultan waralaba.” Peran konsultan, menurut pengakuan salah seorang pewaralaba, adalah membuat persiapan waralabanya relatif lebih cepat dan sistematis alias memperpendek kurva belajar, mengurangi trial and error. Beberapa prosedur dalam
Read More
“Barang Busuk”
Seorang terwaralaba mengeluh, “Wah, saya salah pilih franchise asing. Merek ini dulu bagus banget, tapi pas saya beli franchise-nya ternyata sudah busuk alias berdarah-darah bisnis ini”. Kok bisa? Ternyata merek ini sudah berpindah kepemilikan hingga 6 kali di level Pemberi Waralaba. Dan pergantian pemilik di level francihsor ini dari waktu ke waktu tidak berhasil memperbaiki bisnis tersebut. Para pembeli ini membeli mereknya, satu-satunya aset yang masih memberikan harapan, karena di benak masyarakat merek ini masih baik. Bahkan ketika bapak yang menjadi terwaralaba di Indonesia ini tidak mendapat support sama sekali, kemudian ia memutuskan tidak mau membayar biaya royalti lagi, dan akhirnya harus menciptakan menu dan konsep restorannya sendiri, dan sudah terbukti berhasil
Read More
Low Risk ?
Bergabung dengan salah satu tim pembekalan persiapan pensiun membuat saya memahami persepsi anggota tim ini tentang waralaba. Menurut mereka, peluang waralaba itu memiliki resiko “tingkat menengah”. Apa yang dimaksud dengan resiko tingkat menengah? Persepsi mengenai tingkat resiko sebenarnya dapat ditinjau dari 2 sisi. Yang pertama, dari sisi perasaan shock kalau bisnis waralaba itu gagal alias kalau “modalnya lenyap”. Dapat ditebak, tingkat resiko rendah berarti nilai investasinya rendah, seperti BO atau kemitraan berupa bisnis gerobak-an atau gerobak-chise. Tingkat resiko tinggi berarti nilai investasinya tinggi, dan ini sifatnya relatif karena tergantung kekuatan modal seseorang. Yang kedua, dari sisi peluang suksesnya. Nah, kita akan gali lebih jauh terkait p
Read More
Loading...