LATEST NEWS
Dari sekian banyak Penerima Waralaba (franchisee), kita dapat melakukan pengelompokan berdasarkan keberhasilan dan sikap atau perilaku mereka dalam ber-interaksi dengan Pemberi Waralaba (franchisor).   Secara garis besar kita dapat membuat kuadran berdasarkan Kepatuhan dan Keberhasilan bisnisnya. Mari kita coba memahami kelompok-kelompok Penerima Waralaba ini.   1: Patuh & Sukses Kelompok ini bisa dikatakan merupakan kelompok Penerima Waralaba (atau disebut pula terwaralaba) ideal yang diharapkan oleh semua pewaralaba. Kepatuhan merupakan tuntutan utama dari pewaralaba kepada setiap terwaralabanya.   Di lapangan harus diakui ada beberapa terwaralaba yang cenderung tidak patuh. Kelompok ini kadang merasa waralaba itu ibarat membeli hak untuk menggunakan merek pewaralab
Untuk bisa menjual waralaba anda, dibutuhkan informasi penawaran waralaba yang menarik. Bila penawarannya tidak menarik, bagaimana mungkin pemilik dana akan berminat pada bisnis yang anda waralabakan?   Meski demikian, tahukah anda, bahwa melihat penawaran waralaba yang terlalu menarik, maka calon Penerima Waralaba yang kritis akan bertanya-tanya. “Kalau bisnis ini benar-benar memberikan keuntungan sedemikian besar, mengapa tidak meminjam ke Bank saja? Pasti banyak Bank yang bersedia antre memberikan pinjaman modal usaha.”   Atraktif & Benar Persoalannya adalah informasi penawaran waralaba yang Atraktif dan Benar itu jarang sekali dijumpai. Penawaran yang atraktif tentu menyangkut jangka waktu balik modal yang cukup memuaskan, yaitu 2-3 tahun. Para pemburu warala
26 February 2018
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa McDonal’s pusat mengalami gonjang-ganjing sepanjang periode  2002-2004. Bahkan ada yang menyebut periode ini sebagai “Big Brand in Big Trouble”.  Akhir-akhir ini yang mengalami gonjang-ganjing adalah Subway. Penurunan penjualan dialami Subway sejak 2012. Menurut informasi di laman Nation’s Restaurant News, jumlah gerai Subway yang mencapai 27.103 di tahun 2014 ternyata menyusut di tahun 2016 menjadi hanya 26.744 gerai. Subway’s unit count has declined in each of the past two years. In 2014, according to Nation’s Restaurant News Top 100 data, Subway had 27,103 locations. In 2016 Subway finished with 26,744 locations. That’s a decline of more than 350 locations. Sementara itu, dari Business Insider di
HOT TOPICS
09 April 2018
Franchisee Manakah Anda?

Dari sekian banyak Penerima Waralaba (franchisee), kita dapat melakukan pengelompokan berdasarkan keberhasilan dan sikap atau perilaku mereka dalam ber-interaksi dengan Pemberi Waralaba (franchisor).

 

Secara garis besar kita dapat membuat kuadran berdasarkan Kepatuhan dan Keberhasilan bisnisnya. Mari kita coba memahami kelompok-kelompok Penerima Waralaba ini.

 

Read More
Investasi Maksimal
Hal menarik dalam perjalanan jasa konsultasi saya adalah kurangnya perhatian pebisnis dalam menghitung batasan nilai investasi maksimal yang layak dikucurkan dalam suatu bisnis. Banyak di antara mereka yang mengandalkan perhitungan peluang dan besarnya pasar. Beberapa di antara mereka memang berhasil meraih pasar yang diharapkan, tapi kemudian terperangah ketika menyadari bahwa biaya operasional dan investasinya tidak sepadan dengan laba yang diraih. Beruntung sebagian besar dari mereka berhasil diperbaiki model bisnisnya, sehingga kekeliruan (atau lebih tepatnya sikap mengabaikan perhitungan) ini tidak berlanjut terus ketika membuka cabang-cabang yang berikutnya. Biaya Operasional Suatu model bisnis harus bisa dihitung biaya operasionalnya. Secara sederhana biaya operasional ini berart
Read More
Blue Ocean 2018
Ketika cirque du soleil mengubah konsep sirkus menjadi tanpa binatang buas yang besar, para pesaing menganggap mereka “bukan sirkus” dan tidak akan berhasil. Ternyata konsep baru sirkus ala cirque du soleil menuai sukses luar biasa. Ketika Warunk Upnormal menyajikan makanan mie instan dengan suasana kafe dan harga yang relatif premium, mungkin para pesaing juga menganggap mereka “bukan kafe”, atau “bukan resto”, dan tidak akan berhasil. Akibatnya, banyak yang melakukan aksi “wait & see”. Namun, berbeda dengan cirque du soleil yang membangun entry barrier berupa aksi teatrikal dan teknik panggung yang sulit ditiru, Warunk Upnormal tampak seolah tidak memiliki entry barrier yang signifikan, sehingga beberapa followers cepat meniru konsep mere
Read More
eCommerce & Waralaba
Akhir-akhir ini makin banyak yang menanyakan kepada saya mengenai kebijakan eCommerce dalam sistem waralaba. Meski tidak ada aturan main yang baku, prinsip dasar waralaba yang win-win seyogyanya dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan terkait hal ini. Menurut Michael Leconte, ada 4 model utama yang dapat dipertimbangkan oleh pewaralaba terkait kebijakan ini. The “pure-play franchisor” model Dalam hal ini hanya pewaralaba yang berhak melakukan eCommerce atau bisnis online. Pewaralaba membangun divisi tersendiri dan setiap transaksi online diambil oleh pewaralaba, artinya tidak didelegasikan ke gerai terwaralaba. Tentu saja kebijakan ini dapat dianggap merugikan terwaralaba karena menyaingi atau mencuri kue penjualan mereka. The “pure-play franchisee” model
Read More
HPP
HPP? Apaan tuh? Maksudnya Harga Modal ya? COGS ya? Tidak sedikit calon Pemberi Waralaba skala UKM yang kurang familiar dengan istilah HPP, yang merupakan akronim dari Harga Pokok Pembelian, yang dikenal pula sebagai COGS (Cost Of Goods Sold). Harga Beli Barang Terjual COGS, yang mungkin lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Harga Beli Barang Terjual, atau Harga Pokok Pembelian Barang Terjual, seyogyanya menjelaskan harga modal dari barang yang terjual. Karena terkait dengan barang terjual, maka menghitung HPP tidak bisa dilakukan dengan cara menjumlahkan semua nilai pembelian, karena barang-barang yang terjual belum tentu sama dengan jumlah barang yang dibeli dalam periode yang sama. Pada umumnya nilai HPP bisa diketahui bila kita memiliki aplikasi perangkat lunak akuntansi yang aku
Read More
Saatnya Exit
Heboh tutupnya sevel ternyata telah melahirkan banyak pengamat kegagalan bisnis waralaba. Padahal fenomena kegagalan bisnis waralaba merupakan hal yang biasa terjadi juga sebelumnya. Beberapa merek waralaba asing yang tutup dan belum buka kembali di Indonesia di antaranya adalah Subway, Jack In The Box, Arby’s, dan beberapa merek lainnya. Salah satu ulasan yang menarik adalah faktor tingginya harga sewa bangunan dan fasilitas (utilitas). Berikut kutipan dari Bisnis.com: Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, mengatakan direksi Modern Internasional menjabarkan penutupan gerai 7-Eleven di Jakarta dan sekitarnya merupakan risiko bisnis yang dihadapi oleh perseroan.  “Penyebab dominannya lebih pada sisi beban biaya yang berat, seperti biaya sewa
Read More
BO Gerobak, Bukan Waralaba ?
Suatu kerjasama disebut waralaba apabila memenuhi beberapa persyaratan, yang mungkin berbeda antara satu negara dengan negara lain, antara satu konsultan dengan konsultan lain. Salah satu kriteria kerjasama yang dianggap waralaba dan menjadi cukup luas dikenal akibat dampaknya yang positif dalam meredam kecurangan waralaba, serta efek sampingnya yang disebut sebagai “accidental franchise” (mendadak waralaba). Mengapa disebut “mendadak waralaba”? Begini kisahnya. Setelah kriteria kerjasama yang dianggap waralaba ini dipublikasikan, beberapa pebisnis yang tidak merasa hendak mewaralabakan bisnisnya ternyata terjaring oleh kriteria tersebut, sehingga wajib mendaftarkan atau menyerahkan dokumen yang dikenal sebagai UFOC (Uniformed Franchise Offering Circular) yang kem
Read More
Loading...