Mengusung Konsep Self Servis dengan Banyak Varian Menu

Berdiri pada 2014, ayam geprek yang satu ini tidak butuh lama untuk diterima masyarakat. Dalam waktu singkat jumlah gerainya sudah menjamur ke berbagai daerah. Seperti apa peluang usahanya?

Bisnis kuliner ayam memang tidak pernah ada matinya. Kuliner ini juga seakan pernah sepi dari inovasi. Mau diolah seperti apa saja bisa diterima asalkan rasanya dapat diterima masyarakat. Tak heran jika pemain ayam terus bermunculan dengan kreasi tersendiri. Belakangan ini pemain ayam sedang ramai menggeluti ayam geprek. Tidak sedikit pengusaha yang sukses menggelutinya dalam waktu singkat, baik mereka yang berasal dari pemain lama mapun yang baru masuk.

Hal itu pula yang membuat pelaku bisnis yang satu ini mendirikan ayam geprek dengan nama Ayam Geprek Abang Ireng. Usaha yang didirikan Nadzir Alim dan Retno Intansari pada 11 September 2014 ini mendirikan gerai pertamanya di UNS Jl. Surya 2. Dalam waktu singkat, Geprek Abang Ireng sudah memiliki 17 gerai yang tersebar di Soloraya 9 gerai, Semarang 2 gerai, Lampung 3 gerai, Bogor 2 gerai, dan Jakarta.

Menariknya lagi, Geprek Abang Ireng mampu meraih omzet rata-rata 2-4 juta rupiah per hari. Pada 2015, usaha ini mulai membuka peluang untuk kemitraan pertama yang berada di UMS solo dan sekarang sudah memiliki  14 mitra.

Menurut Mudyanta Yufiana Dzulfikar, Project Director Ayam Geprek Abang Ireng, Keberhasilan Ayam Geprek Abang Ireng tak lepas dari produk dan konsep bisnisnya yang diterima dengan baik oleh konsumen. Menururtnya, konsep bisnis dengan self servis dan keunggulan varian menu yang selalu berinovasi menarik membuat konsumen tidak bosan dengan menu dari ayam geprek abang ireng.

Dzulfikar mengtakan, terdapat 24 varian menu dan menu unggulan yang ditawarkan Geprek Abang Ireng yaitu ayam geprek original, ayam geprek asam manis. “Ada juga menu joinan untuk ber 2 atau ber 4 yaitu paket joinan dan paket musyawarah. Ada juga remie yang terdiri dari mie goreng dan ayam geprek. Menu sambal yang paling laris adalah geprek rendang dan sambal mattah,” ujarnya.  

“Daya saing bisnis kami sangat baik, dengan keunggulan divariasi produk, dan konsep service yang joyfull, kami optimis bisa menyenangkan dan lebih banyak mengikat hatu cutomers. Menu yang akan dilauncing akan diriset terlebih dahulu menurut perkembangan pasar, sehingga akan on target, dan diminati oleh konsemen,” sambungnya.

Bagi calon investor yang berminat menjadi mitra bisnisnya, Ayam Geprek Abang Ireng menawarkan peluang usaha dengan investasi sekitar Rp 150 & Rp 200 juta. “Tergantung luasan dari ruko/tempat calon outlet. Untuk target BEP nya adalah 10 bulan,” kata Dzulfikar.

“Visi kami adalah menjadi Brand ayam geprek dan ayam crispy terpopuler dan terbesar di Indonesia, target tahun ini adalah merambah kota-kota di jawa timur, jawa barat dan luar jawa,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Dzulfikar, Geprek Abang Ireng mengenalkan usahanya ke  berbagai media mulai dari media online sepreti instragram, facebook, dan berpatner dengan media online seperti @solofoodgram, @kulinerlampung, @kakilimasemarang dan lain-lain.

“Selain itu kami juga menggunakan fasilitas Adds pada media instagram dan facebook. Pada media ofline kami memasarkan dengan berbagai macam cara yaitu dengan iklan di TV local, sebar brosur, memasukan penawaran di instansi, ikut bazar, memasang rountex dan lain-lain,” pungkasnya.

 

Zaziri

 

Bree Chocolateria Kafe Spesialis Cokelat dari Surabaya
Ketersediaan kakao di dalam negeri yang berlimpah membuat potensi bisnis cokelat terbuka lebar untuk digarap. Salah satu produk olahan kakao yang populer saat ini adalah minuman. Itu sebabnya, kini ma
Read More
Procil, Menimbang Potensi Bisnis Bubur Anak Organik dengan Kualitas Terbaik
Bisnis makanan organik kini semakin tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Selain buat orang dewasa, belakangan banyak juga produk makanan organik kh
Read More
JOGIST CLOTHING, Peluang Kaos Oblong Kreatif Besutan Kota Gudeg
Jalan-jalan ke kota Jogja memang tak ada habisnya, mulai dari tempat wisatanya yang selalu ngangenin, Jogja juga sudah menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun mancane
Read More
Rumah Sehat Bahagia, Klinik yang Siap Menyaingi Laboratorium Kesehatan
Sebagai klinik kesehatan, bisnis yang satu ini ingin memperlihatkan kemampuan alat yang dimiliki bahwa dengan waktu yang singkat, tanpa suntik, ambil darah, dan biaya mahal, mampu mendeteksi dini peny
Read More