Pizza Bees Pizza Lokal Asal Surakarta dengan 3 Konsep Menarik

Di Indonesia, pizza sudah sangat populer. Gerai kudapan khas Italia ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran.

Bisnis ini menjamur lantaran tidak sedikit pemain yang menawarkan konsep bisnisnya yang unik-unik. Beberapa pemain menawarkan kemitraan usaha untuk ekspansi bisnisnya. Kendati sudah disesaki banyak pemain, peluang bisnis ini ternyata masih menjanjikan.

Hal ini terlihat dari beberapa pebisnis kuliner khususnya Waralaba yang sukses menambah jumlah mitra usahanya selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah Pizza Bees yang bermarkas di Surakarta ini.

Meski usahanya  baru berumur 2 tahun namun pizza besutan Rahadian Bagoes Anggoro hingga saat ini sudah memiliki 22 gerai yang tersebar di Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Kendal, Semarang, Purwodadi, Ungaran, Cibinong, dan Yogyakarta.

Di Pizza Bees sendiri mengunggulkan konsep Island Booth, Medium Kafe dan Fast Service. “Konsep di pizza ini memang beda dari yang lain, hal tersebut agar terkesan Makan Pizza tidak perlu di Restaurant mewah dan harganya pun terjangkau,” ujar pria yang akrab disapa Bagoes ini.

Ada dua paket kemitraan Pizza Bees. Pertama, paket island dengan investasi Rp 25 juta sampai Rp 40 juta. Fasilitas yang didapat adalah  satu unit booth, peralatan masak dan berjualan lengkap, bahan baku awal, pelatihan, dan branding.

Kedua, paket kafe dengan investasi Rp  55 juta sampai Rp 75 juta. Di paket kedua ini, fasilitas yang didapat mitra relatif sama dengan dengan paket pertama. Tapi yang membedakannya adalah mitra harus menyediakan lokasi dengan luas minimal 125 m² dan empat orang karyawan.

Dari Kedua paket tersebut mewajibkan mitra mengambil bahan baku dari pusat untuk menjaga kualitas. Mitra juga dikenakan biaya promosi sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu per kota. "Biaya promosi bisa dilakukan secara iuran untuk gerai dengan lokasi yang sama," tuturnya.

Dari perhitungannya, mitra bisa balik modal sekitar enam bulan lamanya. Asalkan punya beberapa persyaratan. Seperti lokasi yang strategis dan bisa meraup penjualan Rp 7- Rp 3 juta per bulan.

Dengan skema itu, ia menargetkan bisa membuka sebanyak 50 gerai lagi sampai akhir tahun ini. Supaya target tercapai, ia  getol berpromosi  di media sosial seperti di Instagram.

Alvin Pratama

Diwaralabakan Setelah 30 Tahun Berdiri
Dapoer Malioboro  salah satu pemain lama di kuliner kota Solo. Ia telah beroperasi sejak 1986 dan kini ditawarkan dengan sistem waralaba. RM Malioboro bagi warga Solo dan sekitarnya sudah 
Read More
Lulla Thai Tea, Melirik Bisnis Thai Tea Premium dengan Cita Rasa Otentik
Minuman asal negara gajah putih Thailand ini punya rasa dan warna yang khas. Kini minuman bercitarasa manis ini makin populer dan banyak dijual di pusat perbelanjaan di Indonesia. Salah satu pelaku bi
Read More
Ramen Akashi, Ramen Halal Yang Menjadi Santapan Media Jepang
Kuliner di Indonesia memang tidak ada matinya. Makin hari kita makin disuguhkan dengan cita rasa makanan dan minuman yang berbeda-beda. Tak terkecuali makanan asal Jepang yang juga turut memeriahkan r
Read More
Soto Kuin Abang Suhai, Melirik Bisnis Soto Kuin dengan Resep Turun Temurun
Soto menjadi salah satu kuliner khas nusantara. Ada banyak ragamnya, mengikuti daerah dimana soto itu berada. Salah satu yang terkenal adalah Soto Banjar Kuin asal Banjarmasin. Konon ditempat asalnya
Read More