Gotaru, Perpaduan Cheese dan Tea Racikan Calais Artisan

Gotaru minuman kekinian yang menghadirkan kombinasi teh dan keju yang menyegarkan. Tempat ini menggunakan artisan teh dari Taiwan dan hokkadio cheese Jepang.

Teh adalah minuman yang kayak gizi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Minuman ini pun terus bertransformasi. Salah satunya adalah memadukan teh dengan keju. Ya, teh keju kini menjadi minuman kekinian.

Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi kesegaran teh keju, bisa bertandang ke Gotaru, brand minuman yang dikembangkan oleh PT Boga Makmur Indotama.

"Gotaru menawarkan sebuah minuman yang mengkombinasikan keju dan teh untuk menciptakan cheese tea yang berbeda dengan produk cheese tea lain dan Gotaru menggunakan artisan tea dari Taiwan serta Hokkaido cheese dari Jepang," jelas Yeni Liu, CEO Gotaru.

Mengusung konsep “Second home” Gotaru menawarkan nuansa outlet yang homey dan cozy dengan menghadirkan Board Games untuk menciptakan suasana nyaman saat berada di outlet.

“Keunggulan Gotaru dibanding  brand-brand cheese tea lain ada di menu ice cream yang berbahan dasar Hokkaido Cheese dan juga topping yang ditawarkan juga berbeda, yaitu chia seed, kacang, dan red bean,” pungkas Yeni.

Selain Gotaru, PT Boga Makmur Indotama juga memiliki brand Calais Artisan Bubble Tea dan Simetri Coffee Roaster. Kedepan, Gotaru akan buka cabang baru di berbagai kota di Tanah Air. Seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Solo, Semarang, Pekanbaru, dan Jambi.

Soal investasi di Gotaru Yeni mengungkapkan besaran investasi yakni Rp 115 juta. Dari investasi tersebut ia menjabarkan dengan lisensi fee 3 tahun Rp 50 juta, biaya Equipment Rp 50 juta, Supply Rp 15 juta.

“Adapun tambahan investasi diatas per outlet wajib menjual 15 menu cheese tea, biaya konstruksi senilai Rp 70 juta, marketing fee Rp 700 ribu, dan deposit mitra Rp 30 juta,” paparnya.

Yeni menjelaskan Gotaru sendiri juga memiliki master franchise dengan ketentuan di setiap kota minimal 1 kota memiliki 5 outlet. investasinya Rp 575 juta dengan rincian bebas lisensi fee setelah 5 tahun outlet berjalan. Franchisee hanya dikenakan biaya equipment, dan supply bahan baku.

Alvin Pratama

De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More
Bebek Kremes Isabella, Gurihnya Peluang Bisnis Bebek dari Jogja
Beberapa tahun terakhir kuliner bebek sedang banyak digandrungi masyarakat. Buktinya, kedai makanan yang menyajikan bebek semakin menjamur di beberapa sudut daerah. Beberapa kedai bebek membuka cabnag
Read More
Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More
Menikmati Lezatnya Omzet Bisnis Cwie Mie Box Rasa OK
Mie merupakan salah kuliner paling favorit di dunia. Hampir di berbagai belahan dunia orang mengenal mie, bahkan di Asia mie sudah menjadi santapan favorit selain makanan pokok. Tak berbeda dengan neg
Read More