Franchisee Guide untuk Calon Franchisee ?
Franchisee guide (panduan) lazimnya diterbitkan dan dikembangkan oleh tiap franchisor bagi para franchiseenya. Jadi franchisee guide atau panduan untuk franchisee dalam arti yang berlaku untuk segenap franchisee sebagai panduan, tidak mungkin bisa diadakan. Yang mungkin bisa diadakan atau diterbitkan adalah bagaimana cara mengadakan investigasi atau menilai suatu usaha franchise. Calon franchisee yang ingin membeli waralaba tentunya harus melakukan investigasi terlebih dahulu. Istilahnya investigate before investing. Sebab, membeli waralaba juga diibaratkan bagaikan membeli kucing dalam karung. Apabila tidak diteliti dan dilihat secara lebih dekat, salah–salah bukan bisnis waralaba yang akan didapat calon franchisee, tapi hanya peluang bisnis yang belum teruji dan menguntungkan merek bisnisnya. Oleh sebab itu, beberapa hal yang perlu diketahui calon franchisee sebelum membeli bisnis waralaba. Beberapa point penting yang akan saya paparkan berikut ini bisa jadikan Cara sebelum Anda benar-benar memutuskan menjadi franchisee atau terwaralaba. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengeluarkan investasi untuk bisnis franchise antara lain; Pertama, kenali dahulu karakter diri Anda. Apakah Anda orang yang cocok untuk menjadi franchisee. Apabila Anda seorang yang suka dengan zona nyaman alias tidak mau ambil resiko, maka Anda jangan berbisnis franchise, tapi tetaplah jadi karyawan, karena franchise bukan bisnis tanpa resiko. Jika Anda orang yang susah diatur dan memiliki daya kreatifitas yang tinggi, sebaiknya jangan membeli bisnis franchise, tapi jadilah seorang entrepreneur. Jadi kenali dahulu karakter Anda sebelum menjadi franchisee. Kalau Anda ingin memulai bisnis tidak dari nol, dan mendapat pendampingan dari pengusaha yang berpengalaman. Anda juga orang yang mau mengikuti aturan dan kooperatif bekerja sama dengan pemegang merek bisnis, serta mau mengambil resiko bisnis, maka Anda cocok menjadi franchisee. Kedua, cari bisnis franchise yang sesuai dengan minat Anda. Jangan sekali-kali membeli franchise hanya karena terbuai dengan keuntungan yang ditawarkan franchisor. Sebab, jika Anda tidak memiliki minat di bisnis tersebut, Anda tidak akan punya passion yang tinggi dalam menjalani bisnis. Kalau sudah begitu, Anda tidak akan bekerja keras meningkatkan kinerja bisnis franchise yang Anda beli. Karena franchise sejatinya bukanlah passive income, melainkan active income. Apabila anda tidak kerja keras jangan harap bisa balik modal. Ketiga, melakukan investigasi terhadap franchisor sebelum membeli bisnis franchise darinya. Tanyakan, bantuan bisnis apa saja yang nanti Anda dapatkan darinya. Bagaimana support awal? Berapa lama dia mau membantu dan mendampingi Anda? Minta laporan keuangan dalam dua tahun terakhir. Tanyakan mereknya, apakah sudah terdaftar di HKI, apakah sudah waralaba atau masih business opportunity? Bagaimana pula reputasi bisnisnya? Tanyakan kriteria franchise apa yang telah dipenuhinya. Keempat, cari tahu industri bisnis franchise yang akan Anda beli. Apakah punya pangsa pasar yang luas? Apakah mudah mencari sumber bahan bakunya? Apakah mudah menjalankan bisnisnya? Besarkah market share-nya? Tanyakan juga para franchiseenya, apakah mereka benar-benar di-support yang dijanjikan franchisornya? Apakah mereka banyak yang sudah balik modal? Berapa omset bisnisnya dan lain sebagainya? Kelima, Anda harus membuat divisi atau organisasi bisnis sendiri setelah membeli bisnis franchise. Bangun team karyawan yang bagus. Minta saran dari franchisor, minta pelatihan SDM. Anda juga harus terlibat langsung mengelola bisnis ini. Setidaknya, ada manager atau supervisor yang Anda percaya untuk menjalani bisnis franchise Anda. Selain itu, Anda juga harus bersikap professional dalam mengelola keuangan. Jangan sekali-kali mencampur cash flow perusahaan dengan uang pribadi, atau mengambil uang dari cash flow bisnis Anda seenaknya. Keenam, cek dokumen perusahaan franchise yang akan Anda beli! Beberapa informasi yang harus Anda ketahui antara lain: Sejarah perusahaan tersebut dan pendiri serta para direksinya. Diskripsi bisnis yang lengkap kenapa di-franchise-kan. Semua cost dan fee yang akan dibebankan kepada Anda di bawah perjanjian. Semua kewajiban masing-masing pihak selama masa perjanjian. Semua yang berhubungan dengan perkara perusahaan atau para pelakunya. Semua kegagalan bisnis, perpindahan kepemilikan, term-term perjanjian franchise, atau informasi terkait kesuksessan dari unit-unit existing di dalam system. Audit financial setidaknya tiga tahun terakhir. Daftar existing franchisee Kopi dokumen perjanjian secara lengkap. Itulah enam point atau franchisee guide yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis menjadi franchisee. Mudah-mudahan keenam panduan tersebut bisa menjadi rujukan Anda dalam memburu bisnis franchise. Selamat berbisnis!
Belajar Franchise dari Jepang
Beberapa bulan terakhir ini Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) cukup sibuk menghadiri undangan dari luar negeri. Dua bulan lalu AFI mendapat undangan untuk menghadiri seminar franchise di Hongkong set
Read More
WFSI Berjalan Sukses, AFI Mengucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak
Usai sudah World Franchise Summit Indonesia 2016 (WFSI), event terbesar di industri franchise Indonesia tahun ini. Event tersebut juga merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Asosiasi Franchise Indo
Read More
Usaha Kreatif Unggulan Bisa Diarahkan Menjadi Franchise
Beberapa waktu lalu, saya diundang oleh DPD Komisi III untuk menghadiri diskusi tentang ekonomi kreatif. Sebagai Ketua Komite Tetap Pengembangan Bisnis Industri Kreatif tentu saja saya sangat setuju a
Read More
Implementasi Program AFI 2014
Sebagaimana telah kami sampaikan edisi Januari 2014 lalu,bahwa Asosiasi Franchise Indonesia telah menyusun berbagai program yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2014. Program kerja dan kegiatan yang
Read More