Potensi Waralaba Asing di Indonesia Masih Terbuka Lebar

Industri waralaba di Indonesia masih terus bertumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5 persen pertahun dengan tingkat inflasi yang terkendali. Indonesia merupakan salah satu negara favorit yang menjadi tempat pengembangan gerai waralaba asing yang melakukan perluasan jaringan waralaba di luar negara asalnya. Seperti yang disebutkan dalam laporan ‘2016 Top Markets Report Franchising’ yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat, menempatkan Indonesia pada urutan ke-4 dari 11 negara yang direkomendasikan menjadi tujuan ekspor waralaba Amerika. 

Potensi pasar Indonesia selalu menarik bagi investor asing, dengan menghitung populasi penduduk Indonesia yang berusia muda yang berjumlah besar dan produktif dan semakin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang mendorong peningkatan konsumsi untuk produk-produk yang berkualitas. Disamping itu, tingkat permintaan yang tinggi terhadap waralaba merek asing didorong oleh pertumbuhan golongan masyarakat Indonesia berpendapatan menengah yang membutuhkan ruang sosialisasi dan bergaul sehingga mendorong sektor waralaba di bidang jasa makanan minuman (rumah makan/restoran/kafe/bar) semakin berkembang.

Berdasarkan data Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) selama lima tahun terakhir ( Tahun 2012 – Oktober 2017) di Kementerian Perdagangan, Waralaba berasal dari luar negeri  masih mendominasi pendaftaran STPW di Kementerian Perdagangan, dengan jumlah Pemberi Waralaba berasal dari Luar Negeri sebanyak 94 perusahaan. Namun kita juga perlu mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap  pelaku usaha waralaba dalam negeri untuk melakukan pendaftaran STPW, hingga saat ini jumlah pemberi waralaba dalam negeri yang telah mendaftar sebanyak 76 perusahaan selama dalam lima tahun terakhir.

Selanjutnya dapat dinformasikan Waralaba dengan brand asing masih didominasi oleh bidang usaha kuliner diantaranya berupa restoran, rumah makan dan kafetaria yang menyumbang 56 persen dari keseluruhan total waralaba asing yang terfdaftar dan beroperasi di Indonesia, diikuti dengan bidang usaha ritel (Toko Modern) sebesar 17 persen dan pendidikan sebesar 13,4 persen. Sedangkan  waralaba dengan merek dalam negeri relatif lebih bervariasi dengan sebaran usaha kuliner sebesar 44 persen (Jasa Makanan dan Minuman, Kafetaria, Restoran dan Rumah Makan), salon/spa/perawatan tubuh/klinik kecantikan sebesar 10 persen,  jasa pendidikan sebesar 98 persen dan usaha ritel (Toko Modern) sebesar 7 persen.

Untuk regulasi tentunya setiap pelaku usaha waralaba baik dalam negeri ataupun asing harus memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba dalam menjalankan usahanya sebagaimana telah diatur didalam:

Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba Peraturan Menteri Perdagangan No. 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Permendag No. 57/M-DAG/PER/9/2014 tentang Penyelenggaraan Waralaba Peraturan Menteri Perdagangan No.68/M-DAG/PER/10/2012 tentang Waralaba Untuk Jenis Usaha Toko Modern Peraturan Menteri Perdagangan No. 07/M-DAG/PER/2/2013 Jo. Permendag No. 58/M-DAG/PER/9/2014 tentang Pengembangan Kemitraan dalam Waralaba Untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman Peraturan Menteri Perdagangan No. 60/M-DAG/PER/10/2013 tentang Logo Waralaba

Dalam menetapkan peraturan waralaba, pemerintah menganut asas non-diskriminatif, sehingga pengaturan mengenai waralaba berlaku sama antara pengusaha waralaba asing dan lokal.

Sisi positif dari masuk maraknya waralaba asing di Indonesia akan memacu persaingan usaha yang sehat, sehingga mendorong pelaku usaha dalam negeri terdorong untuk meningkatkan daya saing dengan melakukan efisiensi terhadap biaya serta meningkatkan kualitas produk. Dan juga, secara tidak langsung masyarakat akan diuntungkan dengan  tawaran produk waralaba yang lebih beragam disamping mendapatkan pelayanan konsumen yang lebih baik. 

Syarat untuk menjadi master franchise adalah menyampaikan master franchise agreement sebagaimana tercantum pada Pasal 1 Peraturan Menteri Perdagangan No. 57/M-DAG/PER/9/2014 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Diharapkan dengan peraturan waralaba tersebut dapat meningkatkan kegiatan usaha melalui Waralaba dan kemitraan usaha antara Pemberi Waralaba dengan pengusaha kecil dan menengah, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Kemudian penerima waralaba yang diberikan hak untuk menunjuk Penerima Waralaba lain atau sebagai pemberi waralaba lanjutan minimal harus memiliki dan melaksanakan sendiri paling sedikit 1 (satu) tempat usaha waralaba sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2007 Tentang Waralaba.

 

Sebagaimana kita ketahui, aturan Waralaba Asing yang ingin masuk ke Indonesia yaitu Pewaralaba asing atau Pemberi Waralaba berasal dari luar negeri, wajib memiliki STPW dengan mendaftarkan Prospektus Penawaran Waralaba ke Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan secara online melalui sipt.kemendag.go.id.

Dokumen persyaratan yang harus disampaikan oleh pemohon pewaralaba asing untuk mendapatkan STPW adalah sebagai berikut:

1)         Fotokopi Prospektus Penawaran Waralaba;

Prospektus Penawaran Waralaba yang didaftarkan oleh Pemberi Waralaba berasal dari Luar Negeri harus dilegalisir oleh Public Notary dan disertai dengan surat keterangan dari Atase Perdagangan RI atau Pejabat Kantor Perwakilan RI di negara asal. Apabila Prospektus Penawaran Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

2)         Fotokopi Perjanjian Waralaba;

Apabila Perjanjian Waralaba dibuat dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

3)         Fotokopi Izin Usaha;

4)         Fotokopi Tanda Bukti Pendaftaran HKI;

5)         Fotokopi KTP Pemilik/Penanggung jawab Perusahaan;

6)         Komposisi penggunaan tenaga kerja;

7)         Komposisi barang/bahan baku yang diwaralabakan.

 

Pemda Baiknya Beri Ruang Bagi Waralaba
Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 70 tahun 2013, penerbitan Izin Usaha Toko Moderen (IUTM), telah dilimpahkan ke Pemerintah Daerah. Pendirian minimarket wajib berpedoman pada Rencana Tata
Read More
Kemendag Siapkan Penghargaan Bagi Waralaba Indonesia
Saat ini, Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan sebuah rangkaian kegiatan apresiasi Penghargaan Waralaba Indonesia  untuk para pelaku bisnis waralaba di Indonesia. Apresiasi tersebut akan dil
Read More
Kesadaran Pelaku Usaha dalam Mendaftarkan Waralaba
Sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, sebanyak 231 pelaku usaha Waralaba telah memiliki STPW yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Rinciannya adalah sebagai berikut: 94 Pemberi Waralaba berasal
Read More
Syarat & Ketentuan Pendaftaran STPW Serta Konsekuensinya
Sesuai Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60/M-DAG/PER/9/2013 tentang Kewajiban Penggunaan Logo Waralaba (Permendag No. 60/2013) menyebutkan bahwa “Pemberi Waralaba dan Penerima Wa
Read More