DISRUPTIVE INNOVATION, SIAPKAN ANDA?

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/disruptive_innovation.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar Inovasi Distruptif/ Disruptive Innovation? Beberapa bulan terakhir istilah disruptive banyak dibicarakan dan masih banyak orang yang belum paham dengan benar. Disruptive Innovation berarti inovasi yang mampu membuat pasar baru dan sifatnya merusak atau mengganggu pasar yang sudah ada dan efeknya akan menggantikan yang pernah ada. Jadi Disruptive Innovation selalu akan melahirkan produk atau layanan baru yang berbeda dan tidak diduga sebelumnya.

Istilah Disruptive Innovation pertama kali dicetuskan oleh Profesor Harvard Business School yaitu Clayton M. Christensen pada tahun 1995 dalam tulisannya di  Harvard Business Review yang berjudul "Disruptive Technologies: Catching the Wave". Dalam tulisannya dia berkata akan ada gangguan pasar akibat perkembangan teknologi baru. Artinya bahwa akan muncul produk atau jasa baru yang memanfaatkan teknologi dan model bisnis baru.

Para pembaca sekalian, ternyata teori sang profesor yang sudah cukup lama itu benar-benar dirasakan pada saat ini. Banyak produk dan jasa baru yang lahir karena perkembangan teknologi internet. Sebut saja layanan transportasi online seperti Grab, Uber, dan Gojek yang benar-benar mampu menggeser layanan transportasi tradisional. Contoh lain adalah Traveloka yang menenggelamkan pemain tiket dan voucher hotel konvensional. Jika kita lihat, brand-brand baru demikian cepat bertumbuh dan menggantikan banyak brand lama. Banyak orang tidak menyangka bahwa transportasi online akan jadi gaya hidup modern dan tiket online akan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Saat ini demikian banyak produk dan jasa baru yang sudah menggeser produk dan jasa lama yang sudah eksis puluhan tahun. Jadi jangan heran jika toko elektronik mulai sepi dan pertokoan yang menjual produk fashion juga cenderung sepi pengunjung. Apakah produk dan jasa yang Anda tawarkan juga terkena efek Disruptive Innovation? Jika YA maka Anda harus segera bergerak dan bangkit melakukan perubahan. Jika Anda tidak berinovasi maka sudah pasti akan kalah dalam persaingan dan punah.

Dalam artikel ini saya akan memberikan contoh beberapa industri yang akhirnya harus berinovasi supaya bisa tetap eksis. Lihat saja sejumlah bank besar di Indonesia yang rela mengeluarkan dana besar demi membangun digital banking agar tetap bisa bersaing dengan fintech (teknologi keuangan).

Contoh lain adalah Taman Impian Ancol yang mulai berubah menghadapi era Disruptive Innovation dengan lebih serius mengelola media digital dan media sosial. Tiap wahana di Ancol memiliki tim khusus media digital yang dikelola oleh anak-anak muda.       

Satu contoh lagi yaitu inovasi yang dilakukan oleh perusahaan konstruksi ternama PT. PP Tbk yang akan menggunakan 3D Printing untuk membangun landed house. Dengan teknologi tersebut PP akan mampu membangun 5 unit rumah dalam waktu 4 hari saja. Wow... luar biasa.

Di akhir artikel ini saya ingin kembali mengingatkan kepada semua pembaca agar segera sadar akan ancaman Disruptive Innovation dan segera melakukan inovasi agar bisa tetap bertahan dan bertumbuh. Banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya berkolaborasi dengan pihak lain agar semakin kuat, memperkuat hubungan dengan customer dengan memberikan kemudahan melalui teknologi, lebih fokus pada segment market tertentu, dan membangun tim media digital untuk mengkomunikasikan produk dan jasa.

Saya berharap artikel ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua dan dapat memotivasi Anda untuk segera melakukan peubahan serta siap menghadapi ancaman Disruptive Innovation.

Bagi pembaca Majalah Franchise yang ingin konsultasi lebih jauh tentang artikel ini, silahkan email ke info@djokokurniawan.com atau twitter @djokokurniawan.

 

Ditulis oleh, Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business, Franchise & Service Quality

DK Consulting Group

www.djokokurniawan.com

 

 

 

ARAH MARKETING 2019
Marketing selalu menjadi topik menarik untuk dibicarakan dan hampir semua seminar dengan tentang dunia marketing selalu dipenuhi peserta. Setiap tahun selalu ada tren baru di bidang marketing mengikut
Read More
HAPPY FRANCHISEE = HAPPY FRANCHISOR
Ada satu hal menarik ketika saya bertemu dengan calon klien yang akan mengembangkan sistem franchisenya. Calon klien saya tersebut ingin lebih aktif lagi mencari rekanan/ franchisee baru untuk mengemb
Read More
MARKETING PLAN & EXECUTION
Dalam sebuah pertemuan di komunitas bisnis yang dihadiri pebisnis UMKM, saya bertanya apakah mereka sudah punya ‘Marketing Plan’ dan ternyata yang tunjuk jari hanya 5 orang. Ini berarti ha
Read More
Saatnya Pebisnis Menjual Experience & Happiness
Ketika mengadakan workshop ‘Marketing & Branding di Era Modern Menyambut MEA 2015’, saya memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa pebisnis di era modern tidak boleh hanya menjual produk/ ja
Read More