Mix Development

Wajah bisnis Indonesia akhir-akhir ini memang sedang tidak bersuka cita. Beberapa pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi favorit belanja kini sepi. Sebut saja Glodok, WTC Mangga Dua, dan Roxy Square menurut berita yang beredar sepi pengunjung. Plaza Blok M juga juga demikian. Mal yang dahulu menjadi trend di tahun 2000 kini juga ikut-ikutan sepi.

Banya faktor yang mengakibatkan kondisi tersebut. Selain daya beli masyarakat yang cenderung menurun, belanja online juga turut menjadi faktor meski bukan yang paling utama. Namun kondisi lokasi juga bisa menjadi menjadi penyebab. Plaza Blok M bisa jadi sepi karena memang lokasinya sedang ada perbaikan jalan, sehingga menyebabkan macet dan membuat pengunjung malas.

Buktinya, mal-mal yang lain tetap ramai. AEON Mal, Lippo Karawaci, Taman Anggrek, Summarecon Bekasi,  Pondok Indah Mal, Senayan City, Kota Kasablanka, mal-mal lainnya tetap banyak pengunjung. Malah beberapa pelaku franchise cukup kesulitan mencari mal-mal untuk membuka gerai. Mal-mal berkelas memang lebih memprioritaskan tenant yang punya brand. Mereka juga biasanya mengistimewakan brand-brand dari luar negeri. Tujuannya untuk mengundang banyak pengunjung.

Mal-mal lama pun mulai berbenah melakukan renovasi dan rejuvinasi. Biasanya mereka perlahan-lahan “mengusir” tenant  lama untuk menarik tenant baru dengan cara tidak memperpanjang kontrak, atau diusir halus dengan menaikan biaya sewa. Maka pemain franchise lokal yang memiliki brand baru jangan harap bermimpi masuk mal yang ramai pengunjung.

Lalu bagaimana? Bulan lalu saya diundang menghadiri pembukaan gerai 3 brand franchise sekaligus dalam satu gedung. Gedung tersebut rupanya punya franchisee yang mengambil ketiga merek franchise tersebut. Sebelumnya ia juga mengambil beberapa merek franchise lokal ternama.  

Selain ingin mencoba peruntungan di bisnis franchise, ia sengaja mengambil merek franchise ternama itu untuk ditempatkan di gedungnya. Kehadiran brand tersebut diharapan menambah value untuk pengunjung.

Gedung tersebut bernama Kreasi Building, terletak di kawasan Karawaci, Tangerang. Menarik apa yang dialakukan pemilik gedung ini. Ia menawarkan konsep baru dari banyaknya konsep high rise building yang selama ini kita ketahui. Kreasi Building merupakan mix development yang memadukan unit-unit restaurant, function hall, dan SOHO (Small Office Home Office). Dengan begitu nantinya para penyewa akan merasakan beragam fasilitas dari satu gedung saja.

Melihat tren pengunjung mal yang sekarang ini lebih cenderung sekedar hang out saja, apa yang dilakukan pemilik Kreasi Building ini sangat kreatif. Karena sekarang ini orang lebih banyak mengunjungi mal hanya sekadar menghabiskan waktu untuk sekadar makan ataupun nongkrong  untuk ngopi.

Selain itu, gedung ini juga bisa menjadi solusi bagi calon franchisee yang kesulitan masuk mal-mal di Indonesia. Dengan negosiasi yang mudah, tidak njelimet dan banyak birokrasinya sebagaimana di mal, pemilik gedung ini memudahkan calon franchisee yang ingin membuka gerai di Kreasi Building.            

 

 

Memanfaatkan Go-Food sebagai Layanan Food Delivery
Setelah sukses mengenalkan bisnis ojek online kepada masyarakat Indonesia, CEO Gojek Indonesia Nadiem Makarim, mulai melebarkan sayap bisnisnya menyasar bidang lain. Platform yang dikembangkan Gojek m
Read More
Konsumen Milenial yang Menawan
Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dianggap sebagai pasar yang seksi baik oleh pelaku bisnis dalam negeri maupun luar negeri. Hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2010 mencata
Read More
Optimisme Bisnis Waralaba Indonesia Sambut 2017
Banyak pengamat yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia di 2017 nanti akan lebih menjanjikan. Hal ini antara lain didukung oleh sentiment positif dari berbagai kebijakan pemerintah baik fiskal ma
Read More
Perlunya Saling Mengingatkan
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tidak hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tapi juga turut sibuk mengurusi urusan orang lain. Apalagi dengan hadirnya media sosial, kesibukan mengurusi orang lai
Read More