Ramen Akashi, Ramen Halal Yang Menjadi Santapan Media Jepang

Kuliner di Indonesia memang tidak ada matinya. Makin hari kita makin disuguhkan dengan cita rasa makanan dan minuman yang berbeda-beda. Tak terkecuali makanan asal Jepang yang juga turut memeriahkan ragam jenis kuliner di lidah masyarakat Indonesia.

Salah satu jenis makanan Jepang yang cukup diminati lidah masyarakat luas adalah ramen. Menu jenis mie ini memang sudah lama masuk ke Indonesia. Namun tidak semua menu ramen memiliki cap halal dari MUI. Inilah juga yang menjadi kekuatan dari Ramen Akashi. Disini Anda tidak perlu khawatir dengan kehalalannya, karena mereka sendiri akan memiliki sertifikasi halal dari MUI Indonesia pada bulan Oktober ini setelah mendapatkan sertifikat laik higienis dari DINKES pada bulan September lalu.

Takeichiroh Seike, Owner Ramen Akashi menjelaskan, sejak dibukanya gerai pertama sejak tahun 2015 lalu, Ia melihat potensi yang cukup besar dalam perekonomian dan jumlah populasi di Indonesia. Inilah salah satu faktor yang mendorong dirinya untuk membuka menu makanan asli Jepang Ramen Akashi. “Saya mau mengenal budaya Islam, dan saya lihat belum ada ramen halal yang dikelola oleh orang Jepang asli,” ujarnya kepada Majalah Franchise.

Gerai pertama mereka berada di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ramen Akashi sendiri sejatinya menawarkan ramen asli khas Jepang dengan paduan rasa kaldu yang begitu kentara. Bahkan, beberapa waktu lalu gerainya sempat diliput langsung oleh tim dokumenter TV Jepang. Saat ini Ramen Akashi telah memiliki 8 gerai yang kesemuanya terletak di area Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin dan juga Banjarbaru.

Memasuki tahun ini, Ramen Akashi mulai membuka peluang bisnis secara terbuka. Takeichiroh menilai food cost yang dikeluarkan untuk membuka Ramen Akashi tidak sampai 30%, untuk itu Ia yakin bisnis ini sangat potensial bagi investor. ”Resep kami sangat complicated, tidak mudah ditiru, tidak ada saingan, karena itu kami bisa mematok harga jual tinggi,” tambahnya.

Guna melebarkan sayap bisnisnya, Ramen Akashi saat ini juga sudah membidik negar-negara tujuan mereka seperti Malaysia, Negara-negara Timur Tengah, dan juga Eropa. “Tentunya dengan mendapatkan sertifikasi halal di setiap Negara, saya mau usaha ini bisa sampai sebesar KFC dan Pizza Hut,” sahutnya.

Ada dua paket investasi yang ditawarkan dari Ramen Akashi. Yang pertama ada paket Ramen yang dipatok investasi sebesar Rp 250 juta rupiah, lalu ada paket Karaage dengan nilai investasi hanya Rp 50 juta rupiah. Dari paket keduanya, investor akan mendapatkan resep dengan kontrak 5 tahun. Yang setelahnya Ramen Akashi tidak akan mengikat, dan investor bisa jalan secara independent atau membuat brand sendiri.

Takeichiroh juga menambahkan, bahwa untuk bekerja sama dengan Ramen Akashi, dirinya hanya mengenakan royalti fee sebesar 5% untuk paket Ramen, dan 3% untuk paket Karaage. Rata-rata omset yang mampu diterima setiap gerai Ramen Akashi dengan konsep gerobak style-nya sekitar Rp 45 juta sampai Rp 60 juta rupiah per bulan. Maka dengan estimasi tersebut, lama BEP yang ditawarkan selama 6 - 12 bulan. Semua tergantung dari situasi lokasi masing-masing franchisee.

Nantinya pada awal pembukaan, investor juga akan mendapatkan bantuan awal berupa cara marketing, pelatihan karyawan, serta promosi. “Konsep saya adalah, saya ingin memberikan chance bagi orang lain untuk sukses. Saya adalah orang asing yang bersyukur bisa berusaha di Indonesia, dan sebagai tanda terima kasih saya, saya ingin membagikan experience, skill, knowledge dan recipe. Saya mau orang yang gigih itu sukses, Indonesia pun bisa berkembang,” pungkas Takeichiroh

Ramen Akashi sendiri pernah diliput oleh saluran tv dari Jepang langsung dan sudah diupload di youtube, "Style Orang Jepang Dalam Berbisnis, Tahun 2015 Dimulai Dari Tidak Punya Apa - Apa, Hingga Memiliki 8 Gerai Ramen Akashi"

link https://www.youtube.com/watch?v=ExXZZS9zpj8 disini kalian akan bisa mengenal profil Ramen Akashi lebih dalam (Status Ramen Akashi di video tersebut belum memiliki cabang).

Ade Komala

 

PT Sanindo Perkasa Abadi Peluang Bisnis Berprospek Cerah yang Belum Ada Pesaingnya
Kebakaran yang masih sangat sering terjadi di Indonesia, dan merupakan penyumbang penyebab bencana di Indonesia dengan angka mencapai 14%. Kebakaran bisa terjadi setiap hari, PT Sanindo Perkasa Abadi
Read More
Lulla Thai Tea, Melirik Bisnis Thai Tea Premium dengan Cita Rasa Otentik
Minuman asal negara gajah putih Thailand ini punya rasa dan warna yang khas. Kini minuman bercitarasa manis ini makin populer dan banyak dijual di pusat perbelanjaan di Indonesia. Salah satu pelaku bi
Read More
Laundryklin, Laundry Aplikasi Pertama yang Menawarkan Kemitraan
Mayoritas laundry memang masih beroperasi secara konvensional walaupun era digital kini terus bertumbuh pasarnya. Bisa jadi salah satu pertimbangannya adalah faktor investasi yang tidak sedikit. Atau
Read More
Naavagreen Natural Skincare, Pendatang Baru yang Terlahir Dari Nama Besar Natasha
Kabar gembira bagi para investor yang selama ini mengincar investasi di bisnis klinik kecantikan sekelas Natasya, kini bisnis besutan dr Fredi Setyawan itu menawarkan sistem waralaba tetapi dengan mer
Read More