Mina Lie, Memulai Bisnis dari Sebuah Kebetulan
Ramah, enerjik, lemah lembut, dan murah senyum menjadi kesan pertama yang terlihat ketika bertemu dengan wanita bernama lengkap Mina Lie ini. Dia adalah Presiden Direktur Gelamisto Indonesia. Sebuah bisnis Es Krim Sehat dari Itali yang sukses di Indonesia sejak 11 tahun lalu. Awalnya ia bekerja di salah satu bank swasta di Indonesia menduduki jabatan strategis dengan penghasilan yang sangat cukup. Tetapi ia memilih mengundurkan diri dan fokus mengurus bisnis es krimnya. Tidak seperti pebisnis lain yang membangun bisnisnya dengan penuh perencanaan, Mina Lie menjalankan bisnisnya dengan kebetulan alias tanpa perencanaan awal. Ditemui di outlet Gelamisto, Mall Taman Anggrek, wanita itu menceritakan banyak hal bagaimana ia dalam posisi dilema untuk memutuskan keluar dari bank tempatnya bekerja hingga awal memulai dunia entrepreneur. “Awalnya memang secara kebetulan, saat itu saya memesan mesin es krim untuk dipakai sendiri, dan ternyata yang datang itu mesinnya sangat besar dan saya bingung mau diapain mesin sebesar ini karena kalau untuk dipakai sendiri siapa yang akan makan,” cerita dia. Tidak lama kemudian temanya merayakan ulang tahun, dan ia di undang untuk hadir menyajikan es krim kepada seluruh tamunya. Hasilnya sangat lezat dan banyak tamu yang menyukai racikan Mina Lie. Disitulah awal ia berpikir bahwa es krim buatannya bisa dipasarkan. Ia pun memulai menjalankan bisnisnya dari teman ke teman. “Saat itu es krim yang saya buat belum konsep sehat, dan saya belum mengundurkan diri dari bank karena masih dilema. Masih sayang sama kerjaan di bank dengan penghasilan yang banyak. Tetapi saya berfikir lagi, bahwa jika saya mengembangkan Gelamisto ini, semua tergantung saya, saya bisa mengatur diri sendiri, bisa mengatur bisnis saya sendiri. Sementara di bank, semua apa yang saya lakukan sudah ada sistemnya tinggal dijalankan dan itu menurut saya sangat monoton,” ungkap dia. Konsepnya berubah menjadi makanan sehat ketika ayahnya yang juga suka makan es krim sakit diabetes. “Di mana dokter bilang tidak boleh makan itulah, inilah, dan sangat banyak makanan pantangannya. Dari situlah saya mencari bahan baku sehat misalnya yang tadinya saya menggunakan telur, sekarang menggunakan rumput laut. Itulah menjadi awal bagaimana konsep ini berubah menjadi makanan sehat, bahkan kita punya produk-produk yang bisa menjadi obat atau menyembuhkan penyakit,” kata Mina. Selain itu, kata dia, ada juga minuman sehat dari buah, kulit pohon, dan lain-lain. Produk itu dibuat berawal dari kakaknya yang tengah sakit. Dan informasi racikannya yang mujarab itu terus beredar sehingga banyak yang menawarkan diri untuk memesan dan membelinya sebagai obat untuk keluarga yang sakit. “Jadi semua ini bisa saya katakan secara kebetulan, tidak ada rencana awal. Tetapi karena kondisinya seperti ini, mau tidak mau saya harus fokus mengembangkannya,” kata Mina. Dari kemampuannya meracik es krim sehat tersebut, pelanggannya kini terus meluas. Mulai dari kalangan artis, salah satunya Rano Karno, Binaragawan Ade Ray, para pejabat, dan masyarakat yang ingin merayakan acara-acara pesta. Gelamisto juga telah hadir di beberapa sekolah bertaraf internasional.
Irwan Limarno, Orang IT yang Multi Talenta
Sejatinya, kelahiran Surabaya 1970 ini adalah orang IT, namun pria yang satu ini memiliki banyak talenta. Buktinya, ia sukses menggeluti kariernya di beberapa perusahaan dengan menduduki berbagai posi
Read More
Setiawan, Mantan Karyawan Manufacturing PMA yang Sukses Dirikan Resto Steak
Bagi beberapa orang, memutuskan untuk berhenti dari sebuah perusahaan saat posisinya sudah nyaman mungkin sebuah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari kerja ditambah dengan iklim indu
Read More
Fendy Julianto, Asisten Dokter Yang Banting Stir ke Bisnis Pijat Reflexy
Asisten Dokter Yang Banting Setir ke Bisnis Pijat Reflexy Fendy Julianto sejatinya mengawali kariernya sebagai asisten dokter. Namun kepandaiannya dalam melakukan pijat refleksi membawa pria kelahira
Read More
Ricky Ferdinan Sutrisn, Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab
Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab Pria kelahiran Tulung Agung 9 Desember 1985 ini memilih untuk menekuni bisnisnya di dunia kuliner setelah bergelar Magister Arsitektur Universitas A
Read More