ReFit Gym, Bugarnya Investasi Pusat Kebugaran

Prospek bisnis pusat kebugaran di Indonesia sangat prospektif seiring tingginya daya beli konsumen di segmen pasar kalangan muda. Bisnis pusat kebugaran seperti Refit Gym pun memiliki potensi berkembang secara pesat dan memberikan peluang yang menjanjikan.

Bermula dari niat ingin mengedukasi masyarakat luas agar lebih aware menjalani hidup sehat, Mela Gunawan, Chief Marketing Officer Refit Club mendirikan pusat kebugaran Refit Club. Bernaung di bawah bendera PT Mitra Bugar Bersama, Mela sapaan akrabnya mulai membangun bisnisnya ini sejak tahun 2016 dengan cabang pertama mereka berada di Green Lake City, jakarta Barat.

Wanita lulusan Shanghai Internasional Study University sangat optimis dengan bisnisnya ini. Pasalnya, Ia sendiri telah bergelut lebih dari 8 tahun dalam industri kebugaran khususnya fitness. Diharapkan, dengan hadirnya Refit Club, dapat menjadikannya sebagai bisnis pusat kebugaran yang terjangkau bagi masyarakat.

Mela tidak sendiri membangun usaha ini. Ia dibantu bersama tiga orang rekannya yang lain yakni Jerry Mulyadi (President), Irawan Amanko (CEO), dan Agus Meftahudin (CTO). Hingga kini Refit telah memiliki 3 cabang dalam enam bulan pertama sejak didirikan. Setelah cabang Green Lake City sukses, dilanjutkan dengan cabang kedua yang terletak di Aeropolis Bandara Soekarno Hatta, dan yang ketiga berada di Simpang Lima Semarang.

Mengusung konsep affordable budget, Refit tetap memberikan fasilitas pelayanan yang baik dan profesional. Selain itu, Refit juga tetap menghadirkan seluruh produk yang mewakili sebuah pusat kebugaran. Misalnya dengan menawarkan training dan signature calss, tentunya didukung oleh program latihan yang baik dan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya serta fitness equipment yang berkualitas baik.

“Hal ini tidak hanya menarik untuk para member, tap juga bgi para investor sebagai peluang bisnis yang perlu di pertimbangkan untuk dikembangkan,” ujar Mela.

Refit Club memiliki konsep affordable gym yaitu gym centre yang harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 200-300 ribu/bulan. Harga tersebut menyasar segmen kelas B dan C. Masyarakat Indonesia hampir 75% berada di kelas B dan C. Menurutnya, gym centre dengan segmen tersebut belum ada yang menengok dan memiliki peluang yang besar. Refit Club menyasar pegawai dengan gaji UMR dan mahasiswa. Dari segi alat dan fasilitas di kelas dipenuhi sesuai dengan standarisasi.

Rasanya memang tak salah, potensi pasar untuk bisnis ini kian hari dinilai kian meningkat. Mela menilai, memasuki tahun 2020, generasi Y akan mencapai 80% di Indonesia. Dan menurutnya generasi ini adalah generasi yang sudah cukup teredukasi dengan gaya hidup sehat dan rutin olah raga.

Refit sendiri saat ini sudah mengusung sistem bisnis waralaba atau kemitraan. Cabang kedua dan ketiga mereka sudah dijalankan dengan konsep tesebut. Dan untuk kedepannya, Refit akan hadir di beberapa kota besar di Indonesia. “Nilai investasi berkisar dari Rp 1,9 Miliar rupiah. Tergantung luas lahan yang dibangun dengan Royalty Fee senilai Rp 400 juta, Management Fee sekitar 10% dari pendapatan kotor tiap bulannya," ungkap Mela.

Berpijak dari skema waralaba Refit Club itu, maka Mela mengestimasikan BEP (Break Even Point) sekitar 3 tahun. Untuk selanjutnya Reft menargetkan dalam kurun waktu sampai akhir tahun ini akan membuka dua cabang kembali. Sementara untuk targte lanjutannya mereka menargetkan bisa membuka 20 club lagi sampai tahun 2020 mendatang, dengan perkiraan 5 sampai 10 club per tahunnya.

“Kami akan bergerak cepat, melakukan edukasi terhadap masyarakat akan penting gaya hidup yang baik dan berolahraga secara rutin, baik dan benar. Juga pastinya menyampaikan peluang yang menguntungkan ini kepada para investor. Serta kami hadir di event- event pameran franchise dan olahraga,” pungkas Mela.

Ade Komala

Bree Chocolateria Kafe Spesialis Cokelat dari Surabaya
Ketersediaan kakao di dalam negeri yang berlimpah membuat potensi bisnis cokelat terbuka lebar untuk digarap. Salah satu produk olahan kakao yang populer saat ini adalah minuman. Itu sebabnya, kini ma
Read More
Madam Tan, Memadukan Makanan Nusantara dengan Desain Outlet Classic Melayu
Ide lahirnya restoran Madam Tan ini berawal dari ide cemerlang seorang perempuan modern, dinamis, yang hobi jalan-jalan. Semangatnya untuk memasak makanan yang enak dan sehat dituangkan sepenuhnya ke
Read More
Eggio Waffle, Terlahir dari Solo Lalu Merambah ke Timur Pulau Jawa
Kota Solo memang kerap melahirkan banyak bisnis-bisnis kemitraan. Seperti Eggio Waffle ini. Seperti apa peluang bisnisnya? Di Hong Kong, makanan ini merupakan bisnis street food. Bentuknya bulat-bula
Read More
Chicken Fry Day, Peluang Bisnis yang Pasarnya Tak Pernah Padam
Bisnis ayam goreng krispi masih serenyah rasanya. Pengusaha makanan ini terus bermunculan karena peluang pasarnya memang masih besar. Keuntungan yang mereka peroleh pun sangat menggiurkan. Salah satu
Read More