Bangun Profit Jaringan Franchise Melalui Kampanye Lokal
Salah satu hal penting yang dilakukan oleh franchisor untuk franchisee adalah membangun brand yang kuat. Dengan adanya brand yang kuat franchisee akan jauh lebih mudah tumbuh dan merebut pangsa pasar lokal. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh franchisor untuk membangun brand adalah: - Menentukan strategi brand global (atau nasional) dan strategi lokalisasi brand bagi franchisee - Mengembangkan kegiatan komunikasi pemasaran terintegrasi secara global (atau nasional) yang kemudian mampu dilokalisasi oleh franchisee agar efektif membangun engagement dengan stakeholder dan konsumen lokal. Terintegrasi di sini maksudnya adalah kolaborasi antara berbagai strategi komunikasi pemasaran, mencakup iklan dan PR (media sosial, website, kegiatan lapangan), semua dengan satu pesan dan satu tujuan payung. Ini kuncinya bagaimana agar kampanye global dapat menarik diselenggarakan secara lokal. - Kalau ada keterbatasan dana, PR dapat dipilih sebagai strategi komunikasi pemasaran lokal yang berdaya tembus tinggi. Kombinasikan publisitas melalui kegiatan lapangan yang menarik, mengundang liputan media massa dengan nilai berita yang tinggi, dan mampu menciptakan buzz di media sosial, dengan visualisasi dan video yang menarik. Satu hal lagi yang penting adalah cerita. Cerita apa yang ingin kita sampaikan secara luas, dan kemudian bagaimana membuat cerita itu relevan dengan kondisi lokal. Marilah kita tengok apa yang dilakukan McDonald's ketika mereka meluncurkan kampanye “i’m lovin it” ke berbagai negara. Kampanye ini adalah kampanye pertama yang menyatukan 30.000 restoran McDonald's di 100 negara di bawah satu pesan. Tantangannya adalah bagaimana caranya McDonald's dapat: - Menarik perhatian media seluruh dunia untuk meliput peluncuran ini untuk dapat menciptakan daya tarik di tingkat lokal. - Menekankan strategi global dan bercerita tentang kepemimpinan pasar dunia. - Menciptakan system yang dapat diduplikasi pasar lokal di seluruh dunia. - Melibatkan, memotivasi dan mengedukasi franchisee, karyawan, konsumen dan komunitas mc donald di seluruh dunia. - Meningkatkan sales setelah peluncuran. Perencanaan McDonald's mengadakan riset primer dan sekunder untuk menentukan strategi, taktik dan sasaran kampanye PR yang dapat dilokalisasi dan relevan di seluruh dunia. Ditentukanlah Justin Timberlake yang saat itu “nge-hits” di berbagai pasar McDonald's untuk menjadi bintang yang bercerita mengenai kampanye McDonald's “i’m lovin it” ini. Sebuah acara peluncuran global direncanakan untuk memperkenalkan strategi brand baru McDonald's ke media. Persiapan pra peluncuran McDonald's banyak bercerita melalui media mengenai kepemimpinan mereka di berbagai negara, sembari memberikan rencana peluncuran kampanye yang sedang mereka persiapkan, seputar lima iklan “i’m lovin it” yang sedang disiapkan. Berbagai kegiatan sport, festival di berbagai kota, pantai dan universitas pun diadakan untuk “menghangatkan” suasana menjelang peluncuran. Pada hari peluncuran, 170 wartawan dari lima benua didatangkan ke Munich, pusat peluncuran kampanye “i’m lovin it” diadakan untuk mendengar langsung mengenai strategi baru yang diluncurkan tersebut. Sebuah konperensi pers besar dan pesta bersama berbagai celebrity yang terlibat dalam kampanye di berbagai negara diadakan untuk membangun pengalaman yang mendalam bagi seluruh wartawan yang hadir. Para wartawan pun bebas mewawancarai para eksekutif puncak McDonald's yang hadir. Semua materi yang disediakan tersedia dalam berbagai bahasa agar para wartawan dari berbagai negara dapat menyiapkan liputan yang akurat. Bagi wartawan-wartawan yang tidak hadir diadakan video conference call, lengkap dengan video Justin Timberlake. Juga disediakan template yang dapat digunakan oleh seluruh negara di mana McDonald's berada untuk meluncurkan kampanye “i’m lovin it” secara lokal. Ada pula video mengenai pembuatan kampanye tersebut. Hasil kampanye Lebih dari 1,500 berita dan acara TV serta 500 artikel di media cetak berbagai negara meliput kampanye “i’m lovin it” dan kepemimpinan McDonald's. Riset menunjukkan bahwa dalam 15 hari konsumen telah mengenali kampanye “i’m lovin it” McDonald's di seluruh dunia. Karyawan franchisee McDonald's seluruh dunia pun turut berpartisipasi dalam kegembiraan ini, berbagai kontes diselenggarakan, seperti kontes bernyanyi, talent competition seputar “i’m lovin it” dan berbagai kegiatan lain. Hal ini membuktikan bahwa kampanye ini relevan untuk keberhasilan franchisee lokal, relevan dan berhasil membangun partisipasi seluruh karyawan franchisee lokal. Kampanye ini telah memungkinkan partisipasi seluruh franchisee menyuarakan pesan yang sama secara seragam di berbagai negara. Dengan cara ini McDonald's berhasil mendukung keberhasilan seluruh franchisee nya di berbagai negara dengan peluncuran kampanye “i’m lovin it” tersebut. Indira Abidin-Chief Happiness Officer Fortune PR
McDonald’s Layani Para Pecinta Jam Malam
Meskipun layanan 24 jam bukan hal yang baru di McDonald’s, tak semua franchisee McDonald’s bersedia membuka pintunya selama 24 jam, sehingga jumlah pemasukan dari jam tengah malam tidak sesuai den
Read More
Pemasaran Konten di Media Sosial untuk Keberhasilan Waralaba
Dalam dekade terakhir, keberadaan internet memberikan andil yang cukup besar dalam pembangunan sebuah merek, tak terkecuali merek waralaba. Penting sekali bagi para pemilik waralaba untuk memperhatika
Read More
Membangun Brand Pemenang
Siapa bilang brand lokal keok di Indonesia? Coba tengok JCo yang menang dari kompetitor langsung nya, Krispy Kreme dalam berbagai aspek di pasar Indonesia. Padahal Krispy Kreme adalah brand donat keba
Read More
Membangun Kepemimpinan
Membangun kepemimpinan tak pernah mudah di tengah industri yang begitu kompetitif. Semua ingin menjadi pemimpin, tampil dan mengumumkan mereka adalah yang terbaik. Kepuasan pelanggan menjadi bar
Read More